Friday, June 2, 2017

Kampung Wisata Tlogoweru Demak, Burung Hantu Pembawa Berkah

Burung Hantu Pembawa Berkah di Tlogoweru Guntur Demak
Demak ternyata tidak Cuma terkenal dengan sebutan Kota Wali, di samping itu juga banyak mempunyai keunikan yang di miliki kota ini, sebut saja Desa Tlogoweru. Desa ini di sebut sebut sebagai desa percontohan dalam hal menangkal sebuah hama tikus, dan hal ini sampai bisa mendongkrak penduduknya dari keterpurukan masalah ekonomi.

Desa Tlogoweru ini sebagian besar penduduknya memelihara burung hantu dalam jumlah yang besar. Burung-burung hantu tersebut memang sengaja ditangkarkan penduduk, dikarenakan di desa tersebut terjadi masalah hama tikus yang sering kali mengganggu persawahan mereka yang sampai mengakibatkan petani sering kali gagal panen. Nama desa ini adalah Desa Tlogoweru, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak. Di desa ini burung hantu hidup dengan bebas sampai sekarang jumlahnya semakin meningkat hingga saat ini mencapai 200 ekor. Dengan adanya burung hantu tersebut petani sangat terbantu karena membantu memangsa hama yang berupa tikus.
Ide memelihara burung hantu ini bermula dari seorang petani yang merasa jengkel karena kampungnya sering kali mengalami gagal panen hanya karena hama tikus menyerang persawahan. Bukan cuma padi yang diserang, namun tanaman jagung pun rusak diserang hama tikus. Dahulu hampir setiap tahun 60%-100% area tanaman jagung rusak diterjang hama tikus.
Ide menangkarkan burung hantu ini pada akhirnya berbuah sesuai harapan, selama lebih dari 2 tahun membudidayakan burung hantu tersebut, hasil pertanian penduduk Desa Tlogoweru semakin meningkat dan bisa di harapkan sebagai mata pencaharian. Hasil pertanian hampir mencapai 100% dan ini secara otomatis mendongkrak perekonomian warga. Dan sampai saat ini terdapat ratusan burung hantu yang tersebar di berbagai penjuru desa ini yang masih dalam wilayah Kabupaten Demak.

Burung burung hantu yang ditangkarkan penduduk desa ini adalah jenis burung yang masuk dalam kategori burung hantu berjenis Tyto Alba. Burung hantu tersebut ditangkarkan dan dipelihara sejak kecil. Jika umur burung hantu sudah mencapai 4 bulan dan sudah lihai dalam berburu tikus sebagai mangsa, kemudian pemduduk melepaskan burung tadi dengan bebas dari penangkaran. Agar burung burungnya tetap berada di area lahan pertanian, maka petani membuatkan sangkar bebas / pagupon yang ditempatkan di setiap sudut area pertanian. Biasanya pagupon pagupon tersebut didirikan di area pertanian padi atau jagung yang banyak diserang hama tikus.
Perlindungan Untuk Burung Hantu
Agar burung burung hantu yang ada di desa ini terlindungi, maka pihak Desa Tlogoweru membuat peraturan yang sangat ekstrim, yaitu melarang semua pihak yang terkait untuk tidak menembak burung burung hantu yang ada, siapapun yang melanggar peraturan ini maka akan didenda hingga 2,5 juta rupiah.
Jika masyarakat luas ingin melihat ratusan burung hantu tersebar bebas atau ingin melihat bagaimana cara petani menangkarkan burung hantu tersebut, anda bisa mengunjungi Desa Tlogoweru, Guntur, Demak.
selain Tlogoweru dijadikan tempat konservasi burung Serak Jawa ( Tyto alba ), juga alangkah baiknya jika desa Tlogoweru dibuatkan taman wisata, yaitu dengan menambahkan beberapa fasilitas:
Membangun taman dengan ornamen burung Tyto alba / patung burung Tyto alba
Memproduksi Kaos bertuliskan "Tlogoweru Desa Wisata" atau "Tlogoweru Desa Inovasi Burung Tyto alba" atau "Tlogoweru Owl Conservation"
Membangun Kebun Binatang yang isinya berbagai jenis burung dari dalam dan luar negeri.

Batas Kampung Wisata Tlogoweru
Desa Tlogoweru Kecamatan Guntur Dengan batas wilayah sebelah utara Desa Bogosari Kecamatan Guntur Demak, sebelah selatan Desa Sidorejo Kecamatan Karangawen Demak, Sebelah timur Desa Tajemsari Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan, sebelah barat Desa Pamongan Kecamatan Guntur Demak dan Desa Pundenarum Kecamatan Karangawen Demak.
Komoditas di Kampung Wisata Tlogoweru
Komoditas Pertanian: Padi, Jagung
Komoditas Perkebunan: Mangga Arum manis, Jambu Air Merah Delima, Jambu Air Citra, Pisang Pipit, Pisang Raja Bulu
Komoditas Peternakan: Sapi / Kerbau, Kambing Jawa Randu, Unggas
Komoditas Perikanan: Budi Daya Ikan Lele di Kolam Terpal
Rute Menuju Kampung Wisata Tlogoweru
Untuk sampai di kampung wisata Tlogoweru anda bisa memulai perjalanan dari demak kota atau pun dari semarang. Bila dari demak maka yang harus anda lakukan adalah melewati jalan pantura dari arah demak menuju semarang dan ketika sampai di halte buyaran belokan ke kiri kendaraan anda dan menuju karang awen, dan setelah sampai di persimpangan empat di desa Pamongan maka anda harus belok ke kiri lagi dan setelah itu teruskan perjalanan sampai di desa tlogoweru dengan tanda gapura yang bertuliskan “ Kawasan Kampung Wisata Tlogoweru”.

Danau Kaolin di Bangka, destinasi wisata langka sebuah danau yang berwarna warni

Destinasi Wisata Langka di Bangka, Dengan Air Berwarna

Bangka Belitung adalah sebuah pulau yang memiliki cukup banyak tempat yang bisa di jadikan untuk mengisi waktu luang dengan bersantai bersama keluarga di tempat yang asyik dan menyenangkan. Salah satu tempat yang asyik dan menyenangkan di Bangka adalah Danau Kaolin. Danau ini adalah sebuah bekas galian penambangan kaolin yang sudah di tinggalkan oleh sang penambang sejak bertahun tahun yang lalu.
Memang pada kebiasaannya aktivitas penambangan selalu meninggalkan kerusakan pada lingkungkan sekitar. Namun ini semua tidak terjadi pada bekas tambangan yang satu ini. Apabila anda melihat dan mengunjungi Danau Kaolin yang terletak di Desa Nibung, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, anda bisa menemukan fenomena alam yang unik yang justru bekas lokasi penambangan yang satu ini malah menampilkan keindahan alam yang sangat mempesona.
Danau Kaolin adalah sebuah Danau yang merupakan bekas galian penambangan yang sudah bertahun tahun ditinggalkan oleh pemiliknya. Saat ini danau tersebut berbentuk sebuah kolam air yang sangat besar dengan keunikan pada airnya yaitu memiliki aneka warna warni yang sudah menjadi tujuan wisata alam baru yang sungguh menyenangkan di Bangka. Danau indah ini berlokasi sekitar 70 kilometer dari Bandara Depati Amir, Pangkalpinang.
Danau Kaolin sendiri terdiri dari dua kolam danau besar yang masing-masing danau tersebut kurang lebih berukuran seperti ukuran lapangan bola. Masing masing warna danaunya memiliki warna air yang berbeda, yakni danau yang satu berwarna biru dan danau yang lainya berwarna hijau. Pemandangan warna air di danau ini akan sangat mencolok bila terkena sinar matahari dan saat itulah waktu yang tepat untuk menikmati keindahan pemandangan warna air danau kaolin bisa saja menimbulkan warna yang saperti di inginkan kebanyakan para wisatawan, maka di sarankan datanglah pada waktu siang hari dimana air danau terkena terik sinar matahari dan pemandangan warna danau akan terlihat mempesona.
Warna air danau Kaolin yang berwarna tersebut diperkirakan hasil efek dari radiasi logam radioaktif karena galian tambang masa lalu. Dengan adanya perkiraan dugaan radiasi yang ada, maka pemerintah daerah (PemDa) setempat memberikan pengarahan kepada setiap wisatawan yang datang untuk tidak melakukan kegiatan seperti mandi atau menggunakan air danau tersebut. Hal ini bertujuan agar para wisatawan tidak terkena dampak racun dari radiasi bekas tambang yang bisa saja membahayakan kesehatan.

Meski terdapat unsur hal yang bisa membahayakan bagi para pelancong, tetapi danau ini tetap ramai di kunjungi para wisatawan yang datang dari berbagai wilayah, karena danau ini menyajikan pemandangan yang sangat menarik, hal ini tentu memberikan nilai plus tersendiri bagi para pelancong yang datang ke Danau Kaolin ini. Para wisatawan yang datang biasanya melakukan aktivitas berjalan jalan sambil menikmati pemandangan yang indah nan unik, atau bisa juga melakukan aktifitas berfoto ria dengan latar belakang pemandangan langka dari danau kaolin dengan air yang berwarna warni ini .
Sebagai himbauan, terkhusus bagi wisatawan yang sedang berkunjung ke Danau Kaolin ini harus waspada dan berhati-hati saat menikmati pemandangan, usahakan tidak mendekat ke bibir danau karena hal ini bisa saja membahayakan diri wisatawan. Tanah bekas galian tambang yang masih rapuh menyebabkan rawan akan terjadi-nya longsor.
Alamat Wisata Danau Kaolin
Danau Kaolin yang indah ini terletak di Desa Nibung, Kabupaten Bangka Selatan, kepulauan Bangka Belitung.
Tiket Masuk Danau Kaolin
Untuk masuk ke kawasan Danau Kaolin anda tidak usah mengeluarkan biaya sepeserpun alias gratis. Di lokasi ini anda bisa mengabadikan momentum momentum keindahan dengan berfoto sepuasnya atau sekedar bersantai berjalan jalan menikmati pemandangan indah di danau bekas galian tambang dan juga galian galian di sekitarnya.
Kuliner di Lokasi Danau Kaolin
Di kawasan Danau Kaolin ini anda tak perlu khawatir kelaparan atau kehausan, karena disekitar Danau Kaolin sudah terdapat warung warung penjual makanan dan minuman, berbagai menu sudah tersaji di sana. Sambil bersantai melepas penat anda bisa menikmati makanan dan minuman segar ditengah terik matahari pada siang hari.

Monday, May 29, 2017

Bangunan Kuno di Kota Lama Semarang yang Menarik untuk di Kunjungi

Bangunan Kuno di Kota Lama Semarang yang Seru

Menjelang akhir pekan dan hari libur biasanya para pelancong bersiap siap mencari tempat yang bisa me-refresh pikiran yang selama ini menerpa, tentu semuanya butuh tempat yang menarik dan unik untuk di kunjungi. Semarang mempunyai tempat yang menarik dan bisa menjadi referensi anda untuk me-refresh gundah gulana. Banyak sekali destinasi wisata di Semarang yang bisa Anda kunjungi, salah satunya adalah Kawasan Kota Lama Semarang.
Berada di Kota Semarang tentu tidak sempurna rasanya kalau tidak berkeliling ke Kawasan Kota Lama semarang. Kota Lama Semarang ini mulai dikembangkan dan di bangun sejak tahun 1677 m. Kawasan kota ini dahulu adalah menjadi pusat perniagaan di Kota Semarang. Bangunan Kota ini Disebut sebagai Kota Lama di semarang karena memang di kawasan ini terdapat gedung gedung yang telah berusia ratusan tahun / hampir 2 abad. Kawasan Kota Lama ini telah direvitalisasi dan dijadikan kawasan cagar budaya.
Beberapa Gedung Tua di Kawasan Kota Lama yang perlu di ketahui dan sangat menarik untuk kunjungi adalah sebagai berikut:
H. Spiegel
Dulu bernama N.V. Winkel Maatschappij H. Spiegel, toko serba ada yang menjual aneka barang model terbaru. Pendiri / pemilik pertama adalah Addler pada tahun (1895) dan kemudian berganti kepemilikan kepada H. Spiegel. Bangunan Gedung yang terletak di Jalan Suprapto ini beberapa kali digunakan untuk pameran, seperti pada saat Pameran Semarang Kuno, Kini, Nanti.
Gedung Marba
Marba adalah akronim dari pemilik gedung lama yaitu Marta Bajdunet, seorang pedagang kaya asal Yaman. Gedung ini dulu dimanfaatkan sebagai kantor ekspedisi dan pernah juga menjadi toko modern de Ziekel.
Gereja Immanuel
Terkenal dengan sebutan Gereja Blenduk. Gereja ini merupakan Gereja Kristen tertua di Jawa Tengah, dibangun oleh masyarakat Belanda pada tahun 1753. Gereja Blenduk masih aktif digunakan untuk peribadatan dan acara-acara gereja lainnya sampai saat ini.
Galeri Semarang
Ruang pameran di semarang ini menempati bangunan berusia hampir satu abad. Bangunan aslinya merupakan kantor perusahaan asuransi Indische Llyod Semarang Contemporary Art Gallery  ini sekiranya perlu anda kunjungi. Di Galeri seni ini terdapat banyak koleksi lukisan, patung dan benda-benda seni yang selalu berganti sesuai dengan tema yang dipamerkan.
Gedung Jiwasraya
Terletak persis didepan Gereja Blenduk. Gedung ini merupakan bekas kantor Nederlandsch-Indische Levensverzekering en Lijfrente Maatschappij. Gedung yang dirancang oleh arsitek H. Thomas Karsten pada tahun 1916 terdapat lift atau elevator yang pertama di Semarang.
Eks Pengadilan Negeri Semarang
Bangunan tertua di Kota Lama dan masih tampak asli sebagai rumah Belanda kuno. Dibangun kira-kira tahun 1760. Awalnya dibangun untuk rumah pendeta dan beberapa kali beralih fungsi. Seperti menjadi gudang mesiu, kantor pengadilan golongan Timur Asing dan kantor Pengadilan Negeri Semarang. Kini gedung tersebut dijadikan sebagai rumah makan.
Eks Kantor Borsumij
Terletak di sisi kanan Gereja Blenduk. Borsumij atau Borneo Sumatra Maatschappij adalah karya arsitek J. F. L. Blankenberg. Bangunan ini dibangun pada tahun 1938 dan dirancang untuk mendapatkan penerangan serta sirkulasi udara secara alami.
Eks Toko Perhiasan
Bangunan dua lantai berbalkon ini dulu merupakan toko perhiasan yang sangat terkenal hingga pada tahun 1950-an.
Kantor Telkom
Kantor Telkom ini masih dimanfaatkan sebagai kantor Telkom dan dulu merupakan Kantor Telegraf pada jaman belanda.
Eks Penerbit dan Toko Buku Van Drop
Penerbit dan percetakan G.C.T van Drop & Co, dan toko buku van Drop & Koff pada tahun 1870 sudah menjadi ikon Semarang. Percetakan ini telah mencetak brosur pada masa pemerintah Belanda dan sejumlah buku pergerakan, kamus, buku referensi dan sastra Melayu-Tionghoa.

wisata rawa pening di semarang penuh legenda

wisata rawa pening banyubiru semarang
bila mendengar nama Rawa Pening apa yang ada dalam pikiran anda, pastinya berpikiran adalah sebuah hamparan rawa yang luas yang memiliki air yang jernih dan sering muncul di televisi dan kenyataannya rawa tersebut banyak dipenuhi dengan eceng gondok. Jangan salah persepsi, selain terdengar negatif ternyata di sekitaran area rawa pening ada sebuah tempat yang terkenal dan orang menyebutnya dengan bukit cinta, posisi tepatnya di atas rawa pening dengan pemandangan yang sangat indah dengan hamparan rawa yang sangat luas dan juga indah dibantu dengan udara yang dingin membuat kita betah berlama lama disana.
Kalau kita melihat dari posisi geografis rawa tersebut, rawa pening ini berada dilokasi cekungan terendah dari gunung merbabu, gunung ungaran dan gunung telomoyo, dan berada dilokasi antara empat kecamatan sekaligus yakni kecamatan tuntang, kecamatan bawen, kecamatan ambarawa, dan kecamatan banyubiru keempat empatnya masih satu kabupaten semarang.

Sejarah rawa pening dan mitos bukit cinta salatiga
semuanya tentu sudah tahu kisah yang terkait dengan danau rawa pening yaitu legenda Baru Klinting, dikisahkan Baru Klinting lah yang menyebabkan terjadinya rawa pening, singkat cerita pada jaman dahulu ada sebuah desa yang mau mengadakan pesta untuk sedekah bumi, masyarakat berbondong bondong menyiapkan segala keperluannya sebagian dari masyarakat ada yang mencari hewan dihutan untuk dijadikan hidangan pada sedekah bumi nantinya, setelah sekian lama mencari cari hewan dihutan tidak menemukan hewan satu pun juga, suatu ketika ada yang melihat seekor ular yang sangat besar bak raksasa, oleh masyarakat yang mencari hewan tadi langsung memotong motong ular besar tersebut tidak sampai habis dan dibawa pulang untuk dimasak dan dihidangkan pada pesta, tidak lama berselang datanglah seorang anak kecil jelmaan ular besar kedesa tersebut untuk meminta makan tetapi oleh masyarakat di olok olok dan malah diusir karena di anggap anak tadi sangat menjijikkan, kemudian anak itu keluar dari keramaian dan bertemulah dengan seorang janda tua yang baik hati, dia dirawat dan dikasih makan oleh janda tua tadi. Kemudian anak tadi kedesa itu lagi dan sebelum berangkat baru klinting berwasiat kepada nenek tersebut “nanti kalau nenek mendengar suara gemuruh naik lesung ya nek” setelah sampai didesa tadi lagi lagi anak itu diusir dan tendang karena menjijikkan bahkan anak anak pun ikut ikutan, kemudian baru klinting mengadakan sayembara untuk mencabut lidi yang di tancapkan anak tadi ketanah dan tidak ada satu pun dari masyarakat yang mampu mencabutnya, kemudian dicabut oleh baru klinting sendiri lalu bekas cabutan itu mengeluarkan sumber air yang lama kelamaan semakin membesar bahkan sampai menenggelamkan desa tersebut tidak ada yang selamat hanya nenek yang diwasiati tadi yang selamat karena naik lesung. Kemudian desa tersebut menjadi rawa dan karena airnya bening dan jernih maka dinamakan “rawa pening”.
Bukit cinta adalah tempat yang berada di atas rawa pening tempat ini mempunyai mitos yang bertolak belakang dengan namanya, mitosnya kalau sepasang kekasih yang berwisata atau mengunjungi bukit cinta ini dan mereka belum ada ikatan suami istri mereka berdua akan putus ditengah jalan, mitos seperti ini boleh percaya atau tidak itu tergantung kepercayaan masing masing.

lokasi alamat bukit cinta banyubiru
bukit cinta ini berlokasi di perbukitan yang tinggi di atas danau rawa pening yang terletak di desa kebondowo, kecamatan banyubiru, kabupaten semarang, atau pada titik GPS @-7.3064304,110.4203519
rute menuju bukit cinta rawa pening
untuk menuju ke lokasi wisata alam bukit cinta bisa dikatakan sangat mudah, bila mana anda dari daerah semarang langsung saja menuju ambarawa dari ambarawa kelokasi wisata hanya berjarak kurang lebih 5km saja, dari ambarawa ambil saja jalan menuju salatiga yang lewat kecamatan banyubiru setelah itu anda sudah tahu harus kemana.
tiket masuk obyek wisata alam Rawa Pening banyubiru
Masuk ke areal kampung ini tidak dipungut biaya, hanya kalau membawa kendaraan pribadi terlebih dahulu membeli tiket parkir seharga Rp. 5.000,- Di kawasan wisata yang dibuka sejak Agustus 2012 ini, banyak tersedia fasilitas wisata seperti Perahu, rumah makan apung, jet ski, dan lainnya. Karena merupakan objek wisata telaga, maka andalan wisatanya adalah perahu. Kita dapat menyewa perahu untuk berkeliling telaga selama kurang labih 1 jam hanya dengan membayar Rp 70.000 untuk satu perahu bermotor.
oleh oleh khas bukit cinta rawa pening banyubiru
ketika anda berkunjung dan berwisata di rawa pening janganlah lupa bawa oleh oleh khas rawa pening, olahan dari eceng gondok yang menjadi cindera mata ataupun souvenir bisa berupa tas, tempat pakaian, topi, dan yang lain lain. Karena mayoritas masyarakat sekitar rawa pening banyubiru mereka memanfaatkan tanaman liar yang tumbuh subur di rawa pening, untuk bisa menghasilkan pundi pundi uang.
penginapan terdekat bukit cinta banyubiru
namun sayang seribu sayang wisata yang sangat indah ini belum ditemukan penginapan ataupun hotel untuk pengunjung bisa menginap atau beristirahat bila mana sudah seharian penuh menikmati wisata alam tersebut sudah terasa letih dan capek. Mungkin karena lokasi wisatanya yang masuk ke pedesaan membuat seorang pengusaha penginapan enggan membangun penginapan disana. Kalau anda ingin menginap anda harus keluar lagi menuju ambarawa atau salatiga, disana anda bisa menemukan banyak bangunan hotel dan penginapan.

Saturday, May 27, 2017

Wana Wisata di Ungaran, Hutan yang di Jadikan Tempat Wisata

Hutan Penggaron Ungaran, Tempat untuk Menghilangkan Kejenuhan
Kawasan Wana Wisata Penggaron Terletak di wilayah administratif Desa Susukan, Kecamatan Ungaran, Kabupaten semarang, sekitar 2 km arah Kota Ungaran atau sekitar 18 km arah Selatan Kota Semarang. Wana Wisata ini adalah salah satu hutan binaan Kesatuan Bisnis Mandiri Wisata, Benih dan Usaha Lain (KBM WBU I) Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah. Masyarakat sekitar Semarang biasa memanfaatkan Wana Wisata Penggaron ini untuk berbagai aktivitas. Mulai dari olah raga, jungle tracking, outbound training, latihan SAR dan Pramuka, rekreasi, hingga penelitian dan kepentingan ilmu pengetahuan lainnya.

Wana Wisata Penggaron juga merupakan lokasi pengamatan burung (bird watching) yang cukup bagus. Selain lokasinya yang sangat dekat dengan kota, Wana Wisata Penggaron juga mempunyai koleksi hewan hidup liar terutama burung yang cukup banyak dan menarik. SBC mencatat setidaknya ada 97 spesies yang terdapat dalam wana wisata tersebut. Dengan beberapa spesies yang menarik seperti Merak Hijau, Elang Ular Bido, Kadalan Birah, Kadalan Kembang dan beberapa raptor migran.
Potensi berupa keaneka ragaman jenis burung di dalamnya serta jalur migrasi raptor dari belahan bumi utara tersebut, diharapkan mampu membuat Wana Wisata Penggaron bukan hanya dikenal sebagai hutan wisata yang biasa saja, namun juga mampu menjadi edukasi wisata (wisata alam yang berwawasan lingkungan dan pendidikan).
Di dalam area Wana Wisata juga terdapat driving range. Tanah lapang dengan rumput yang sangat hijau yang cukup luas bisa anda gunakan untuk bermain bola atau sekedar duduk duduk bersantai menikmati keheningan suasana pegunungan dan menikmati hembusan angin sore yang bisa menyejukkan jiwa.
Tidak jauh dari tanah lapang tadi juga terlihat sebuah bangunan yang cukup besar, namun kosong, sepi dan tak berpenghuni. Menambah keheningan hutan Penggaron di waktu sore. Langit sore tampak cerah warna biru langit yang dipadu dengan putihnya awan terhampar luas di langit hutan Penggaron. Pohon pinus menjulang tinggi diantara hijaunya rerumputan. Padang ilalang terhampar luas tak jauh dari lokasi Wana Wisata. Sungguh tempat yang cocok untuk melepas penat setelah berhari-hari berkecimpung dengan pekerjaan.
Alamat Wana Wisata Penggaron
Tempat yang sangat menyenangkan ini beralamatkan di Desa Susukan, Kecamatan Ungaran, Kabupaten Semarang.
Rute Menuju Wana Wisata Penggaron
Untuk menuju ke tempat Wana Wisata Penggaron ini bila di tempuh dari arah Semarang setelah Taman Unyil maju terus, setelah Bappeda Kabupaten Semarang belok kiri, belok kiri lagi lantas belok kanan. Bisa juga setelah Mapolres Ungaran belok kiri, lurus mentok belok kiri, maju terus mentok belok kanan, setelah menyeberangi jembatan Tol Semarang Solo, untuk Wana Wisata Penggaron ini berada di sebelah kiri jalan.
Tiket Masuk Wana Wisata Penggaron
Untuk menikmati tempat yang sangat luas ini dengan pemandangan yang sangat mempesona pengunjung hanya di kenai biaya Rp 5,000 / orangnya, sunggh sangat murah sekali, sebuah bayaran yang tidak sebanding dengan kenikmatan yang bisa kita dapat di area hutan Wana Wisata Penggaron semarang.
Kawasan Wana Wisata Penggaron
Hutan Penggaron terletak di kabupaten Semarang. Bisa ditempuh dengan waktu sekitar 30 menit dari pusat kota Semarang. Petunjuk untuk menuju lokasi juga sudah terpampang dengan jelas. Kawasan Hutan Penggaron dikelola oleh Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah. Menurut rencana, kawasan hutan Penggaron akan dikembangankan menjadi Jateng Park. Sejenis kebun binatang dengan konsep seperti Taman Safari di Bogor dan Jatim Park di Jawa Timur. Namun belum ada kabar lagi tentang kelanjutan rencana tersebut.
Pada waktu sore biasanya tempat ini sepi hanya beberapa kendaraan yang hilir mudik di kawasan Wana Wisata. Mungkin warga yang tinggal di sekitar kawasan hutan Penggaron ini. Dan sesekali terlihat bapak-bapak mencari kayu untuk keperluan memasak di dapurnya menambah suasana lebih alami di area hutan Penggaron.

Usahakan datang mengunjungi tempat ini pada sore hari. Karena di samping Suasana hutan ketika sore akan terasa lebih sejuk dan adem, juga akan menambah kesan tersendiri bagi pengunjung. Untuk menyusuri hutan tersebut sebaiknya anda lakukan dengan berjalan kaki atau trekking. Tentu saja hal ini kalau anda suka yang namanya trekking. Karena dengan trekking anda bisa lebih menikmati sejuknya udara hutan. Selain itu, anda juga akan terasa leluasa untuk mengeksplore setiap sudut bagian hutan. Banyak lokasi yang bisa dicapai dengan berjalan kaki. Tetapi pengunjung juga bisa menggunakan sepeda, motor, bahkan mobil untuk menyusuri hutan ini. Banyak sekali jenis tanaman dan pepohonan yang tumbuh di hutan Penggaron semarang.
Hutan Penggaron sering dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, seperti camping, trekking, outbond, latihan SAR, dan untuk penelitian. Bahkan hutan Penggaron juga sering digunakan sebagai lokasi foto prewedding. Cocok untuk tempat foto preweddingdengan konsep outdoor. Terdapat beberapa tempat bermain anak-anak. Namun, tempat bermain nampak telah rusak dan tak terurus. Teman-teman Backpacker Semarang juga pernah mengadakan acara camping ceria di hutan Penggaron. Acara yang diberi nama TripHore itu dikemas dengan berbagai games, api unggun, dan trekking.

Curug Benowo, Keindahan Tersembunyi di Lereng Gunung Ungaran

Curug Benowo, Air Terjun Indah di Lereng Gunung Ungaran
Semarang adalah sebagian kota yang cukup terkenal dengan wisata yang berbau alami, karena kota ini berada di lereng gunung ungaran. Memang lereng gunung atau bahkan gunungnya sendiri selalu menyajikan berbagai tempat yang indah yang pantas untuk di jadikan tempat berpariwisata bersama keluarga, tak terkecuali di ungaran. Ungaran juga mempunyai berbagai macam wisata alam yang bisa di jelajahi oleh para pengunjung dan wisatawan yang datang ke kota ini. Dari sekian banyak destinasi yang dapat di pilih oleh para pelancong. Salah satu di antaranya yaitu Curug Lawe dan Curug Benowo, yaitu sebuah air terjun yang menyimpan ke indahan yang cukup luar biasa yang terdapat di kota lumpia Semarang.

Berada di satu sisi lereng gunung Ungaran, Curug Benowo merupakan salah satu air terjun yang bisa dibilang masih alami, air terjun ini menyajikan pemandangan yang sangat menawan. Lebih Tepatnya berada di Desa Kalisidi lah air terjun ini keberadaanya, ikut Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.
Dalam bahasa jawa curug berarti air terjun. Dahulu kala pesona keindahan air terjun ini benar benar tidak di ketahui masyarakat luas, juga medan jalan yang benar benar sulit membuat syurga ini semakin terasingkan, namun sedikit demi sedikit tampaknya sudah mulai dibuatkan jalan yang semakin memudahkan para pecinta petualangan. Meski sudah relatif mudah, namun tetap jauh dari tempat parkir kendaraan. Tetapi jauhnya tempat ini akan terbayar saat sampai di lokasi air terjun, dengan pemandangan yang menawan. Tidak jauh dari Curug Benowo yang indah ini juga terdapat curug lainnya, yaitu Curug Lawe yang tak kalah indahnya.
Sejarah Sebuah Nama Curug Lawe
Ternyata keindahan yang di miliki oleh Curug Benowo ada tandinganya, seperti keindahan yang di miliki Curug Lawe, Curug Lawe ini masih dalam satu luang lingkup dengan Curug Benowo.
Curug Lawe dan Curug Benowo adalah sebuah air terjun yang masih dalam satu kawasan dan keduanya masih terjaga akan ke aslian alamnya. Ketika berkunjung di air terjun ini, setiap pengunjung akan menemukan berbagai hal yang sangat menarik. Karena pemandangannya sangat istimewa nan indah di dukung dengan suasana lingkungan yang sejuk menyegarkan, angin yang sejuk membuat siapa saja datang akan terpana dengan keindahan alamnya.
Nama dari Curug Lawe sendiri, di ambil dari sebuah kata bahasa jawa yang berarti “selawe” atau di dalam bahasa indonesia di artikan ( 25) dua puluh lima buah. Konon dahulu kala, jumlah air terjun yang berada disini berjumlah 25 buah, baik itu air terjun yang kecil, maupun yang besar sekalipun.
Jika wisatawan yang budiman ingin mengunjungi tempat yang popular di Semarang ini, maka akan sedikit memerlukan usaha yang ekstra untuk menggapainya. Perjalanan yang akan anda lalui akan melewati berbagai macam trek tanjakan dan turunan yang sudah di mulai sejak dari pintu masuk di depan pos utama tadi. Walaupun perjalanan yang harus di lakukan untuk sampai di tempat tujuan itu, bagi sebagian orang cukup memberikan kesan yang melelahkan, namun semuanya akan terbayar lunas ketika sudah mencapai tempat air terjun Benowo.

Selama perjalanan para wisatawan akan selalu di suguhkan oleh banyaknya hal-hal serta pemandangan yang bisa menyejukkan mata, Perpaduan warna antara hijau dedaunan, serta dengan warna coklat dari ranting dan batang pohon, akan membuat sebuah lukisan alami.
Perpaduan warna tersebut, menjadi tampak sempurna dengan tambahan embusan angin yang begitu memberikan ketentraman jiwa. Bukan cuma itu saja, para pengunjung juga akan bisa merasakan sensasi yang begitu luar bisa dari aroma ke alamian pegunungan.
Setelah menelusuri sungai irigasi, selanjutnya wisatawan akan melewati jembatan yang terbuat dari besi. Jembatan ini membentang dari ujung ke ujung lainya dan melewati sungai irigasi tersebut.  Berada di area ini pengunjung dapat melakukan sedikit berfoto-foto ria untuk mengabadikan momen yang begitu indah dengan background pemandangan yang indah juga yang terdapat di sana.
kemudian setelah para wisatawan melewati jembatan besi ini tadi, maka saatnya akan menemukan sebuah percabangan jalan, jika anda mengikuti jalan yang satu maka akan sampai ke area Curug Benowo dan jika mengikuti yang satunya lagi anda akan sampai ke Curug Lawe.
Alamat  Curug Benowo Semarang
Lokasi dari Curug Benowo ini beralamatkan di sekitar kawasan daerah Gunung Ungaran. Secara administratif berada di Gunung Pati. Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
Rute Menuju Curug Benowo
Untuk menuju ke Curug Benowo. Dari arah alun alun Ungaran mengambil jalan ke arah Gunungpati, sesampai pada gapura “Selamat datang Kampus Unnes Sekarang Gunungpati” sekitar 1.700m lagi, pada sisi kanan jalan akan ditemui Makam Darul Mukminin Siplaosan Sumurgunung, nah dari sini ambil jalan yang belok kiri masuk Jalan Dukuh Sumur Gunung. Terus saja, dan makin jauh makin berbatu jalan serta bergelombang, cukup banyak papan tanda lokasi menuju Curug Benowo. Sampai lokasi posko tempat dimana kendaraan diparkir, untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki. Dari sini perjalanan jalan kaki selama kurang lebih 2 hingga 3 jam tergantung kecepatan jalan. Jika kesulitan bisa minta penduduk setempat untuk jadi pemandu. Wisata alamnya, nuansanya benar benar alami, jalan yang jauh namun pemandangan sekitar sangat luar biasa indah.
Beberapa saat setelah anda melewati jalan setapak di pinggiran sungai tersebut. Maka selanjutnya para wisatawan akan mendengar suara-suara gemericik air terjun, yang begitu sejuk dan terdengar alami. Sekaligus menjadi tanda bahwa tempat yang akan di tuju sudah tidak jauh lagi.
Tiket Masuk Curug Lawe dan Curug Benowo
Untuk biaya masuk ke tempat wisata alam yang indah ini pengunjung di haruskan membayar tiket Rp 4,000 / orang, mungkin bisa menjadi penghibur tersendiri bagi orang yang menikmatinya.
Lalu untuk parkir kendaraan roda dua sebesar Rp.2.000/motor. Sedangkan untuk kedaraan roda empat adalah Rp.5.000/mobil.

curug Lawe, alam indah yang tersembunyi di lereng gunung ungaran

Curug Lawe di Lereng Gunung Ungaran
Ungaran masih termasuk dalam wilayah kabupaten Semarang adalah sebuah kota yang mungkin sebagian orang hanya sebagai kota lintas yang akan atau sesudah dari kota Semarang. Jangan salah, Kota Ungaran memiliki banyak destinasi wisata yang tak kalah indah dari kota-kota lain disekitarnya. Karena terdapat banyak perbukitan dan gunung disana, destinasi pegunungan merupakan salah satu destinasi yang ditonjolkan di daerah ini. Selain candi Gedong songo dan Umbul Sidomukti, Ungaran ternyata mempunyai destinasi wisata yang terpendam dan keindahanya sayang kalau tidak untuk di kupas dan tidak di kunjungi. Curug Lawe bisa menjadi pelengkap keindahan destinasi wisata Kota Ungaran saat ini.

Keindahan di Air Terjun Curug Lawe
Curug Lawe adalah daerah yang masih dalam kawasan Gunung Ungaran di Kabupaten Semarang. Curug ini berada di tengah tengah hutan ungaran jawa tengah di wilayah perkebunan cengkeh, dilereng pegunungan dan di dalam hutan yang masih terjaga keasliannya. Curug Lawe ini merupakan salah satu hulu dari kali banjir kanal timur atau Kali Garang Di Semarang. Nama Curug Lawe menurut cerita konon diambil dari jumlah air terjun yang ada di lokasi ini baik dari yang besar sampai yang terkecil semua berjumlah 25 buah, dalam bahasa jawa berarti (selawe).
Perlu sedikit perjuangan memang untuk sampai ke air Terjun yang sempurna ini. Dari pos pintu masuk, pengunjung sudah diajak untuk berjalan melewati trek trek pegunungan yang sedikit sulit naik turun. Tetapi dalam perjalanan yang kebanyakan orang menganggap cukup melelahkan ini, tetapi bagi sebagiannya lagi justru akan terasa menantang, disepanjang perjalanan pengunjung akan disuguhkan pemandangan perpaduan warna dedaunan yang hijau subur dan coklatnya kayu yang sedang basah terkena embun bahkan kena hujan yang turun.
Perpaduan yang sempurna tadi membuat suasana menjadi sedikit segar walau terkadang terik matahari menyengat sampai menembus diantara dedaunan yang rindang. Sebagai perjalanan awal, pengunjung akan menyusuri sungai irigasi buatan dan berbatasan dengan jurang yang menjadi jalur air bersih mengaliri sawah-sawah warga diarea tersebut. Setelah menyusuri sungai irigasi, pengunjung akan sampai di tanan lapang milik perhutani ungaran jawa tengah dan akan melewati sebuah jembatan besi yang juga berfungsi sebagai jembatan air irigasi yang berada dibawahnya. Jangan lupa untuk berfoto di jembatan ini, karena pemandangan jembatan ini sangat mengagumkan. Setelah dari jembatan, pengunjung akan menemukan percabangan jalan yang menunjuk ke arah Curug dan sampai lah anda berada di Curug Lawe. 
Masih dalam satu wilayah dengan Curug Lawe ini ada sebuah pemandangan yang indah berupa air terjun yang bernama Curug Benowo, dan Biasanya para wisatawan terlebih dahulu memilih untuk ke Curug Benowo ini, tidak tahu dengan alasa apa namun sama indahnya. Dari percabangan akan menempuh perjalanan sekitar 1 jam dengan melewati beberapa tanjakan, jembatan kayu dan sungai yang airnya begitu jernih sepertinya menggoda para wisatawan untuk segera menceburkan diri. Dari kejauhan searah dengan sungai, Curug Benowo akan nampak indahnya dengan derasnya air yang jatuh dari atas.

Setelah puas menikmati keindahan dan berbasah basahan di Curug Benowo. Perjalanan anda harus berlanjut ke Curug Lawe. Dengan menempuh sekitar 30 menit atau sekitar 1 km melewati rute tanpa harus kembali ke percabangan jalan tadi. Rute yang dilewati berupa jalan setapak berpasir yang basah dan menyusuri sungai yang dangkal. Sepanjang sungai yang dipenuhi dengan batang kayu yang hanyut menambah kesan kealamian. Setelah melewati sungai, suara gemericik Air Terjun Curug Lawe sudah terdengar pertanda tidak jauh lagi anda akan sampai di Curug Lawe.
Keindahan Curug Lawe sangatlah mempesona. Air Terjun utama yang cukup tinggi dan sekitarnya terdapat air terjun yang berukuran lebih kecil nampak sejuk dimata. Curug Lawe berada di tebing bebatuan yang melingkar dan semua dinding batu dilintasi oleh air terjun nampak seperti dekorasi alam yang eksotik. Disekitar sungai dibawahnya berserakan kayu dari pepohonan yang mati dan terbawa oleh air terjun. Jadi walaupun anda bersama keluarga sedang bersenang-senang dibawah air terjun tersebut, anda harus tetap berwaspada dan hati hati.
Alamat Air Terjun Lawe Semarang
Curug Benowo dan Curug Lawe berlokasi di kawasan Gunung Ungaran yang secara administratif terletak di Gunung Pati, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Propinsi Jawa Tengah
Rute Menuju ke Air Terjun Lawe Semarang
Berjarak 12 km dari kota Semarang atau 7 km dari kota Ungaran. Dari Ungaran (alun-alun) mengambil arah ke Mapagan melalui jalan tembus arah ke Boja. Sesampainya di Boja ambil belokan ke kiri di desa Sumur Gunung. Selanjutnya dari pertigaan Sumur Gunung tersebut diteruskan ke arah selatan hingga perkebunan cengkeh zanzibar sekitar 3 kilometera dengan kondisi jalan menanjak. Sesampai di perkebunan ini bagi yang membawa kendaraan dapat memarkirkan kendaraannya di dekat perkampungan.
Tiket Masuk ke Air Terjun Lawe
Bagi pengunjung yang hendak menikmati Air Terjun yang indah ini maka akan di kenai biaya yang sangat murah hanya Rp 4,000 / orangnya. Denga duit segitu anda bisa mendapatkan pemandangan yang sangat mempesona.
Fasilitas dan Akomodasi di Air Terjun Lawe
Fasilitas di area curug masih terbilang sangat minim karena mungkin tidak di kelola dengan baik, padahal kalau mau mengelola dengan baik pasti bisa menjadi tempat wisata yang sangat mengangkat martabat buat daerahnya, hanya ada satu toilet di area wisata. Disarankan untuk mempersiapkan bekal dan keperluan pribadi selama berkunjung ke area curug Lawe, karena tidak terdapat warung makanan. Untuk masalah penginapan bisa mencari di Kota Ungaran.