Saturday, May 20, 2017

Candi Tugu di semarang, konon menjadi tapal batas dua kerajaan

candi tugu di semarang yang sunyi menyadi tempat memadu kasih
Seharusnya Negara yang besar itu tidak pernah melupakan dengan yang namanya sejarah. Apapun bentuknya benda peninggalan sejarah tersebut itu sangat penting nilainya di mata suatu Negara.
Salah satu benda peninggalan sejarah kuno di Kota Semarang adalah Monumen Tugurejo. Oleh masyarakat sekitar lokasi ini, situs ini sering disebut dengan Candi Tugu. 

Menurut cerita yang beredar, monumen tersebut merupakan salah satu benda peninggalan purbakala yang menjadi tapal batas Kerajaan Majapahit di Jawa Timur dan Pajajaran di Jawa Barat. Candi Tugu tersebut berlokasi di Jalan Walisongo Km 10 Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu, lebih tepatnya berada di sekitar 300 meter arah barat RSUD Dr Adhyatma. Tidak ada papan petunjuk jalan yanag akan memandu pengunjung untuk sampai di lokasi ini. 
Akses jalannya hanya berupa jalan kampung. Situs tersebut berada di atas bukit dengan candi yang menghadap ke barat. Untuk sampai ke atas yang merupakan lokasi candi pengunjung harus melalui kurang lebih 65 anak tangga. Terdapat lima bangunan yang berupa candi terdapat di kawasan Candi Tugu ini, yaitu Tugu Tapal Batas, Candi utama, sepasang candi pintu gerbang, dan gua semedi. 
Jika dilihat dari tulisan prasasti yang ada, yang bertuliskan dalam bahasa Belanda dan bahasa Jawa beraksara Jawa menyatakan bahwa Candi Tugu tersebut didirikan kembali oleh Dinas Purbakala pada 1938. Pemugaran ini dilaksanakan atas usulan ahli sejarah berkebangsaan Belanda J Knebel.  Memungkinkan bahwa bangunan candi tersebut dulunya sudah pernah rusak atau terbengkalai dan tidak terawat.
Pada tahun 1980, Pemerintahan Kotamadya Semarang melakukan pemugaran lagi situs purbakala ini, sampai akhirnya waktu itu menjadi lokasi yang sangat diminati para pelancong. Tidak hanya tugu dan bangunan candinya yang memukau, pemandangan dari atas bukit tersebut juga tidak kalah indah. Dari atas bukit tempat Candi Tugu berdiri, pengunjung bisa melihat pemandangan ke arah pantai utara Laut Jawa, jalur kereta api di pantai utara Jawa, jalan raya Mangkang- Ngaliyan yang merupakan bagian dari jalur pantura. Juga bisa melihat penataan sebagian wilayah Kota Semarang yang terletak di pantai utara. Sungguh sebuah panorama unik yang sulit ditemukan di tempat lain.
Sayang seribu sayang kondisi Candi Tugu saat ini sedikit memprihatinkan, bahkan cenderung tidak terurus. Banyak coret coretan menghiasi sepanjang tangga menuju lokasi candi. 
Sampai candi dan tugu tapal batas pun tidak lepas dari coretan tangan tangan iseng orang orang yang tak bertanggung jawab. Bahkan sering pula terlihat pengunjung di lokasi candi terlihat banyak muda-mudi yang dimabuk asmara memanfaatkan kesunyian tempat situs ini untuk memadu kasih. Sejumlah pasangan pada umumnya masih muda dan cenderung masih sekolah menengah atas bahkan tak jarang siswa siswi sekolah menengah tingkat pertama juga ikut ikutan. 

sering juga terlihat sejumlah remaja yang sedang asyik minum-minuman keras. Menjelang senja, anak-anak Tugurejo juga memanfaatkan kawasan Candi Tugu untuk bermain.
Selain kesan kesan di atas tadi, situs ini juga pernah dimanfaatkan untuk tempat syuting video klip atau foto prewedding. Kesadaran warga sekitar sebenarnya sudah mulai muncul guna mengembalikan Candi Tugu sebagai aset negara yang bisa menjadi kebanggaan nasional serta bisa memperkokoh kesadaran jati diri bangsa. 
Menurut pernyataan warga sekitar, sebenarnya warga sekitar sudah ada upaya untuk melestarikan situs ini, kegiatan yang dilakukan warga adalah dengan mengadakan bersih bersih dan berbagai pagelaran budaya. “Tahun 2010 kemaren pernah dilakukan bersih bersih”  Namun sayang, bertahun tahun setelahnya tidak melakukan hal seperti itu lagi sehingga kondisi Candi Tugu kembali tidak terurus. Sebenarnya yang mempunyai peran penting adalah pemerintah dalam pelestarian situs Tugu, dan di bantu warga sekitar tentunya. Sayangnya perhatian dari pemerintah masih kurang dalam pelestarian situs peninggalan purbakala jaman kuno tersebut.
Alamat Candi Tugu semarang
Candi Tugu ini berlokasi di Jalan Walisongo Km 10 Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu, lebih pasnya berada di sekitar 300 meter arah barat RSUD Dr Adhyatma.
Candi Tugu semestinya bisa dimanfaatkan sebagai tempat wisata bersejarah. Selain hal itu letaknya yang di atas bukit juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana wisata alam. Semua itu bisa dimanfaatkan agar eksistensi dari situs Tugurejo tetap terjaga. 
Selain itu, pengembangan bangunan dari Candi Tugu ini mungkin bisa juga dimanfaatkan untuk menumbuh kembangkan kesadaran dari masyarakat luas agar selalu menjaga dan merawat benda peninggalan sejarah bangsa. 
Rute menuju Candi Tugu semarang
Akses jalannya hanya berupa jalan kampung. Situs tersebut berada di atas bukit dengan candi yang menghadap ke barat. Untuk sampai ke atas yang merupakan lokasi candi pengunjung harus melalui kurang lebih 65 anak tangga.

kampung pelangi di semarang yang ngehits di mancanegara

Kampung Pelangi di Semarang Sampai ke Media Internasional
Bagi kebanyakan masyarakat mempunyai kampung yang rapi dan bersih tentu dambaan semua komponen, tidak terkecuali anak kecilpun akan merasa nyaman bila hidup diatas di lingkungan yang nyaman dan bersih. Oleh sebab itulah para warga wonosari semarang menyulap kampung mereka yang dulunya di anggap kumuh menjadi kampung yang indah dan bersih, dengan hasil coretan coretan tangan para warga yang mempunyai jiwa seni yang cukup tinggi menjadikan kampung mereka menjadi kampung yang berwarna warni dan di idam-idamkan semua masyarakat, Kampung Pelangi namanya.
Bagi sebagian warga mungkin kampung berwarna-warni seperti ini bukan hal asing karena sebelumnya sudah didengar ada Kampung Jodipan di Malang dan Kampung Code di Yogyakarta. Akan tetapi beberapa minggu belakangan media-media luar negeri gemar sekali mengupas tentang kampung warna-warni yang berada di Kampung Wonosari, Kelurahan Randusari, Semarang Selatan, Jawa Tengah. Situs manshabe bahkan tidak ragu menyatakan, "Kampung Pelangi di semarang harus menjadi bagian dari kampung paling berwarna di dunia, khususnya di Indonesia."

Kalau melihat dari dalamnya, memang terlihat sekali perubahan yang terjadi pada kampung pelangi ini. Karena awalnya kampung ini terlihat sangat kumuh dan tidak tertata, akan tetapi dengan adanya seorang kepala sekolah (Slamet Widodo) (52) yang berinisiatif untuk mengubah warna kampung tersebut agar supaya jadi elegan. Dengan dibantu oleh pemerintah Kota Semarang, berjumlah 232 rumah di lokasi ini disulap menjadi lebih bernilai dan bermakna.
Proyek renovasi yang fenomenal ini sampai menghabiskan dana sekitar Rp300 juta, tidak hanya menampilkan motif, tapi di beberapa dinding juga dilukis mural dengan berbagai warna, panel polkadot, dan juga relief 3 dimensi pun ada.
Dengan penampilan yang baru serta unik, tak heran banyak pengunjung berbondong-bondong datang ke Kampung pelangi Wonosari untuk berfoto ria, serta keramahan warganya membuat pengunjung betah untuk berlama-lama.
Kalau sedang banyak pikiran serta galau, mungkin inisiatifnya hanya datang ke kampung ini yang bisa untuk meredamnya dan jadi bahagia terobati. Bukan tanpa alasan, seperti yang telah terlihat dulunya kampung ini begitu "abu-abu" dan setelah dapat sentuhan sedikit menjadi warna-warni, warga kampung sekitar tampak lebih senang.
Anak kecil warga kampung inipun banyak yang suka kalau kampungnya sekarang menjadi indah dan tidak kumuh lagi, mereka sangat senang dengan perubahan lingkungan kampung tempat tinggalnya dan menganggapnya sebagai hadiah Ramadhan bagi kampungnya. mereka juga berpendapat kalau kini kampungnya menjadi ramai.
Sekarang ini banyak yang berkunjung ke lokasi ini hanya untuk berfoto ria, karena penasaran, dan juga ingin melihat perubahan yang di tawarkan kampung, kampong pun menjadi ramai, tidak seperti dahulu yang sepi sekali.

Tidak hanya warna dalam perubahannya, kampung ini juga merubah dalam kebersihannya, terutama di bagian sungai. Warga kampung Pelangi kini amat bersemangat untuk membangun kampungnya, dalam semua kegiatan mereka sampai bergotong-royong demi menjaga kebersihan kampung.
Semangat warga Kampung Wonosari mengajarkan kita untuk mencintai lingkungan tempat tinggal kita sendiri dengan membuatnya menjadi indah, nyaman, dan bersih. Walikota Semarang Hendrar Prihadi juga mengatakan, "Proyek ini akan mendorong warga untuk terlibat dalam pengembangan tempat tinggalnya."
Alamat Kampung Pelangi Semarang
Kampong Pelangi yang indah ini berada di Kampung Wonosari, Kelurahan Randusari, Semarang Selatan, Jawa tengah.
Kampung Pelangi di Jawa Tengah kini jadi pusat perhatian dunia. Media-media internasional memberitakan pesona Kampung Pelangi yang terletak di Kampung Wonosari di Kelurahan Randusari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Jawa Tengah. Banyak yang kagum atas keindahan kampung yang awalnya permukiman kumuh di pinggir sungai ini. Lebih-lebih, kampong tersebut bisa menjadi destinasi wisata yang instagrammable abis. Di mana ada tempat yang instagrammable maka tempat itu akan cepat ngehits dan jadi pemberitaan di media sosial.
Kampung Pelangi Semarang kini jadi pembicaraan oleh banyak orang karena keindahan warna warni kampungnya. Tak cuma media lokal, bahkan media asing pun ramai-ramai memberitakan kampung pelangi ini. Nah penasaran dengan keindahan kampung pelangi? Mari kita ramai ramai berkujung ke kampuong pelangi.
Penginspirasi Perubahan Kampung Pelangi
Adalah Slamet Widodo, seorang kepala sekolah yang mempunyai inspirasi kampung bantaran sungai ini menjadi berwarna warni seperti ini. Sebuah inspirasi yang ia temukan dari beberapa kampung bantaran sungai seperti Code di Jogja atau Jodipan di Malang
Kampung pelangi telah menghidupkan kembali nafas kehidupan masyarakat bantaran kali yang sebelumnya identik dengan kemiskinan. Keindahannya tidak cuma untuk pengunjung yang datang, tapi juga memberikan pundi-pundi penghidupan untuk mereka warga kampung yang telah gigih berjuang. Berjuang untuk perubahan yang mencerahkan kampung pelangi mereka.

Friday, May 19, 2017

masjid besar semarang, kemegahan penyebaran islam di semarang

Masjid Besar Kauman Semarang, Kemegahan Bangunan Masjid
Masjid Agung Kauman Semarang adalah sebuah nama Masjid yang begitu megah yang terletak di pusat kota semarang dan lebih di kenal oleh masyarakat luas dengan sebutan itu ketimbang nama Masjid Besar Kauman, walaupun sebenarnya nama tersebut sudah di ganti menjadi Masjid Besar Kauman Semarang, sesuai dengan nama yang tertulis di pintu gerbang Masjid dan tertulis di fasad depan masjid. Tulisan dengan huruf arab yang cukup besar, namun masyarakat  sekitar lebih mengenal masjid ini dengan sebutan Masjid Agung Kauman Semarang.

Lokasi Masjid Besar Kauman Semarang ini dulunya memang berdiri megah tepat di depan alun alun kota Semarang. Namun seiring dengan bergulingnya waktu, yaitu sejak tahun 1938 alun alun tadi beralih fungsi menjadi kawasan komersil yaitu dengan diadakannya Pasar Johar, Pasar Yaik, gedung BPD dan juga Hotel Metro yang melaju untuk menjadikan area Kawasan tersebut menjadi kawasan Perdagangan serta pusat perbelanjaan di kota Semarang. 
Masjid ini berada di kota Semarang lebih tepatnya terletak di Jl alun alun barat no 71 Semarang atau sebelah barat pasar Johar Semarang.
Masjid Besar Kauman Semarang saat ini berada di antara bangunan bangunan menjulang tinggi yang mengepung masjid ini. Sekarang Masjid Kauman atau Masjid Besar Semarang letaknya tidak lagi berada dalam wilayah Kampung (Kelurahan) Kauman, tetapi masuk dalam wilayah Kelurahan Bangunharjo Semarang Tengah.
Sejarah MASJID Besar Kauman SEMARANG
sebutan Masjid Besar Kauman Semarang itulah yang sering di ucapkan masyarakat tentang nama Masjid ini,. Masjid Kauman ini merupakan rangkaian perkembangan dari sejarah pembangunan masjid di Semarang. Masjid pertama di Semarang ini dulu terletak di daerah mugas yang didirikan oleh Kyai Ageng Pandan Arang. Ketika beliau hijrah ke kota Semarang, beliau mendirikan masjid sebagai tempat ibadah. Pembangunan masjid yang terletak di komplek alun-alun Semarang itu merupakan suatu masjid paling besar di Semarang ( dulunya ) yang akhirnya mengabadikan nama Kyai Adipati Surohadimenggola II sebagai pendiri pertama Masjid Besar Kauman Semarang.
masjid ini Dibangun pada tahun 1170 Hijriah, bertepatan dengan tahun 1749 M. Hal ini didasarkan dengan adanya inskripsi berbahasa dan berhuruf jawa yang terpatri di batu marmer tembok bagian dalam gerbang masuk ke Masjid Besar Kauman Semarang, masjid ini dibangun pada tahun 1170 Hijriah atau bertepatan dengan tahun 1749M. lengkapnya inskripsi tersebut berbunyi seperti berikut :

“Pemut kala penjenengane Kanjeng Tuwan Nikolas Harting hedelir gopennar serta sarta Direktur hing tanah Jawi gennipun kangjeng Kyahi Dipati Surahadimanggala hayasa sahega dadosse masjid puniki kala Hijrat 1170”
artinya: “Tanda peringatan ketika kanjeng Tuan Nicoolass Hartingh, Gubernur serta Direktur tanah Jawa pada saat Kanjeng Kyai Adipati Surahadimanggala membangun hingga jadinya masjid ini pada tahun 1170 Hijrah”
Tuan Nicoolass Hartingh adalah tokoh utama penggerak lahirnya perjanjian Giyanti pada tahun 1755. Hasil dari perjanjian ini mengakibatkan pecahnya wilayah Kesultanan Mataram atau dikenal dengan Palihan Nagari menjadi wilayah kesultanan Ngayokyakarta Hadiningrat berpusat di Yokyakarta dan Kasunanan Surakarta. Nicoolas Hartingh kemudian dihadiahi rumah dinas oleh pemerintah penjajahan Belanda (VOC) di daerah tugu muda dengan nama De Vredestein atau Wisma Perdamaian.
Lokasi Masjid Besar Kauman Semarang
Pada tahun 1983, Masjid Besar Kauman Semarang masih berhalaman depan Alun Alun Kota Semarang. Alun alun kota Semarang sendiri kini sudah beralih fungsi sejak tahun 1938.
Tradisi Ramadhan di Masjid Besar Kauman
Ketika waktu dhuhur menjelang bulan Ramadhan, lebih tepatnya setelah shalat dzuhur hingga menjelang ashar, masjid Besar Kauman ini akan dipenuhi oleh banyak orang yang mendengarkan pengajian Al Qur’an. Pembacaan tersebut akan dipimpin oleh Al Hafiz. Al Hafiz yang juga mampu menafsirkan inti dari setiap kata dan ayat Al Qur'an, yang disampaikan dalam bahasa Jawa. Masjid ini selalu ramai dikunjungi oleh umat islam dari berbagai penjuru.
Prosesi Pawai Dukderan
Untuk menyambut bulan suci Ramadhan, kebiasaanya  terdapat tradisi pawai Dugderan. Pawai ini sekarang digabungkan kegiatannya bersama tiga masjid besar di kota Semarang, yakni Masjid Agung Semarang atau lebih dikenal Masjid Kauman, Masjid Raya Baiturrahman Simpanglima, dan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).
Pawai dugderan yang telah direncanakan biasanya mengambil dua garis start, di Masjid Kauman yang dipimpin Wali Kota Semarang dan Masjid Baiturrahman yang dipimpin Gubernur Jateng. Kemudian kedua rombongan pawai yang berangkat dari dua masjid berbeda kemudian dipertemukan Jl Ahmad Yani. Selanjutnya berangkat bersama-sama menuju MAJT. Awalnya pelaksanaan pawai dugderan berangkat dari halaman Balai Kota menuju Masjid Kauman. Tetapi beberapa tahun terakhir, rute pawai diteruskan hingga ke MAJT.
Perubahan konsep itu juga mencakup lokasi pasar malam yang selalu menyertai tradisi dugderan yang memiliki ikon unik, yakni karakter warak ngendhog. Pasar malam dugderan ini sejak tahun 2008 ditempatkan di sekitar MAJT. Sementara tahun-tahun sebelumnya selalu di sekitar Masjid Kauman. Upaya pengembangan pawai dugderan ini untuk lebih menyemarakkan kegiatan tradisi budaya yang sudah ada sejak lama.

Thursday, May 18, 2017

Wisata Mistis Bangunan Tua Lawang Sewu Semarang, Peninggalan Belanda

Wisata Mistis Lawang Sewu, Gedung Tua Peninggalan Belanda
Semua warga semarang dan sekitarnya tentu pernah mendengar ketenaran tentang bangunan tua peninggalan belanda Lawang Sewu, nama tersebut begitu tersohor dengan keangkerannya. begitu banyak kejadian yang tidak masuk akal, dan mungkin sudah tidak asing dengan cerita kisah kisah mistis yang pernah terjadi di lokasi gedung tua tersebut.
Lawang Sewu merupakan salah satu tempat wisata mistis yang ada di Kota Lunpia. Yang mana bangunan tersebut adalah salah satu peninggalan belanda. Bangunan yang berbau mistis ini konon ceritanya mempunyai pintu yang jumlahnya seribu. Walaupun kalau dihitung pun pintunya tidak sampai benar-benar berjumlah seribu. Namun jika kita menghitung jumlah dari daun pintunya maka hanya mencaapai 600 daun pintu. Akan tetapi, jika kita menghitungnya beserta dengan pintu-pintu besar, serta jendela jendela yang terdapat dilokasi ini, maka baru jumlahnya bisa mencapai seribu.
Satu dari sekian banyak tempat yang menyeramkan di lokasi Lawang Sewu adalah Lorong bawah tanah, memang tempat ini terlihat menyeramkan apabila melihat betapa gelap dan pengapnya lorong bawah tanah tersebut. Namun sebenarnya lorong itu berfungsi sebagai saluran air di masa colonial belanda. Maka tidak heran apabila suasana di dalam lorong itu ‎pengap dan juga gelap.

jaman dahulu Orang Belanda ketika membuat bangunan mereka memperhatikan sekelilingnya. Misalnya di Semarang ini kan dekat dengan laut dan panas. Lorong bawah tanah selain untuk saluran air juga agar bangunan di atasnya sejuk.
Tidak hanya itu saja, konon bahwa sebenarnya lorong bawah tanah tersebut juga menghubungkan dengan beberapa bangunan kuno di Kota Lumpia semarang. Memang banyak sekali bangunan-bangunan tua peninggalan Belandadi semarang seperti di kawasan Kota Tua dan juga beberapa bangunan yang sekarang menjadi sekolah dan juga rumah sakit.
Memang sebenarnya lorong bawah tanah tersebut menghubungkan antara bangunan tua di Semarang. Yang sudah ketahuan seperti yang terdapat di daerah Kota Lama. Kawasan Kota Lama sendiri dari Lawang Sewu berjarak sekitar 4-5 kilometer. Namun menurut cerita katanya lorong-lorong tersebut tidak sembarangan bisa dimasuki oleh masyarakat umum. Sebab selain gelap, dikhawatirkan adanya gas beracun yang bisa membahayakan.
Lorong tersebut hanya berukuran tinggi tak lebih dari 2 meter. Di beberapa tempat malah terkadang pengunjung harus membungkukkan diri. Sementara itu lantainya selalu tergenangi air, makanya pengunjung harus memakai sepatu boot. Memang lorong tersebut tidak akan kering, Karena di bawah tanah kan memang selalu lembab. Kalau mau lihat kering mungkin saat kemarau panjang yang benar benar panas.
Satu lagi kisah yang membuat mistis lorong bawah tanah yang menyelimuti lorong ini yaitu ketika negara Jepang berhasil menduduki Semarang. Pada waktu itu Jepang menggunakan lorong tersebut sebagai penjara. Padahal di masa kependudukan Belanda, Lawang Sewu difungsikan sebagai kantor per-kereta-apian.

Di masa pemerintahan Jepang, semua tahanan baik dari pribumi maupun orang Belanda dikurung di dalam lorong bawah tanah tersebut. Ada dua jenis ruang tahanan yaitu penjara (jongkok) dan penjara (berdiri). Penjara jongkok itu berada di lorong bawah tanah yang bentuknya seperti kolam ukuran tinggi 0,5 meter. Para tahanan harus jongkok di dalamnya dan diisi air hingga sebatas leher lalu kolam tadi ditutup dengan teralis besi. 
Sementara penjara berdiri itu hanya berukuran sekitar 1 meter x 1 meter. Kemudian para tahanan yang jumlahnya sekitar 7-8 orang akan berdiri berhimpitan di dalam lokasi itu. Memang penjara itu tidak dimaksudkan untuk menahan namun untuk menyiksa para tahanan hingga kemudian tewas dan dilempar ke sungai di belakang Lawang Sewu.
Sejarah Asal Usul Lawang Sewu Semarang
Banyak sekali orang-orang yang ingin tahu tentang asal usul dan sejarah Lawang Sewu yang terkenal dengan suasana mistik. Secara bahasa lawang sewu sendiri berartikan seribu pintu. Tempat ini dimulai pembangunannya pada tahun 1904, dan rampung pada tahun 1907, yang dibuat oleh pemerintah kolonial belanda yang menduduki kota tersebut. Sebenarnya tempat ini adalah sebuah kantor NIS atau Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij. NIS yaitu kantor per-kereta-apian swasta kepunyaan pemerintah Belanda di zaman itu.
Setelah kepergian belanda dari Semarang, akhirnya Lawang sewu menjadi milik pemerintahan jepang pada tahun 1940-an. Akhirnya gedung megah tersebut diubah menjadi tempat peristirahatan para tentara jepang. Kemudian untuk ruangan yang terdapat di bawah tanah, diperuntukan untuk lokasi pembantaian para tawanan pribumi dan belanda yang hidup pada masa itu.
Tak heran, apabila kita sering mendengar kisah mengerikan dari tempat bangunan ini, dikarenakan kejadian kejam pada masa lalu dari tempat ini. Lawang Sewu sendiri menjadi salah satu saksi bisu dari kekejaman pemerintahan jepang yang kejam menyiksa para tahanan, penduduk pribumi, bahkan kepada orang-orang yang tidak bersalah.


Setelah keluarnya Jepang dari indonesia, akhirnya tempat bangunan ini menjadi resmi milik indonesia, yaitu pada tahun 1945. Bahkan diresmikan menjadi kantor dari beberapa institusi indonesia. Diantaranya (DKARI) atau Djawatan Kereta Api Republik Indonesia. Sekarang lebih dikenal dengan sebuta PT KAI. Serta juga pernah menjadi tempat Kantor dari Prasarana Komando Daerah Militer atau (Kodam IV/Diponegoro).
Serta pernah juga menjadi Kantor Kementrian Perhubungan yang ada di Jawa Tengah. Terlepas dari semua kisah horror yang ada ditempat ini. Gedung Lawang Sewu sekaligus menjadi salah satu icon dari kota Semarang.
Alamat Wisata Lawang Sewu Semarang
Alamat wisata paling angker di Jawa Tengah ini berada di Jalan Pemuda, Komplek Tugu Muda, Semarang, Jawa Tegah.
Rute Menuju Wisata Lawang Sewu Semarang
Jika hendak menuju ketempat wisata lawing Sewu, anda bisa memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi menuju ke arah Simpang Lima Semarang. Setelah sampai anda bisa mencari arah yang menuju kalibanteng / Jakarta dan turun di depan bangunan tua Lawang Sewu, karena lawang sewu berada dipinggir jalan itu. Dan anda juga bisa menggunakan angkutan umun dari terminal manapun dan turun di Simpang Lima semarang setelah anda bisa jalan kaki, karena wisata lawang sewu dekat dengan Simpang Lima.
Tiket Masuk Wisata Lawang Sewu Semarang
Untuk bisa masuk ketempat wisata Lawang Sewu Semarang, setiap pengunjung di wajibkan membayar biaya masuknya sekitar Rp.10.000 saja, dan jika pengunjung juga ingin mengunjungi ruang bawah tanah maka dikenakan biaya Rp.30.000. Wisata Lawang Sewu buka pada setiap hari, pada pukul 06.00-18.00.

Wednesday, May 17, 2017

Wisata Taman Lele semarang, sebuah wisata keluarga yang menyenangkan

Kampueng Wisata Taman Lele, Obyek Wisata Keluarga yang Unik di Semarang
Semarang merupakan daerah yang cukup banyak memiliki tempat tempat indah yang bisa dijadikan tempat untuk me-refresh pikiran yang sedang terganggu, terbukti dengan banyaknya para pelancong yang datang kewilayah tersebut. Satu dari sekian banyak tempat wisata yang mengasyikkan di semarang adalah Kampung Wisata Taman Lele.

Taman Lele di Semarang bisa menjadi tempat yang pas untuk menghabiskan masa liburan anda bersama keluarga. Di sana, Anda bisa mengajak serta buah hati ke kebun binatang, taman bermain atau sekedar bersantai duduk dipinggir danau buatan.
Kampung Wisata Taman lele merupakan salah satu obyek wisata yang cukup unik di Semarang. Obyek wisata tersebut tidak kalah mengasyikkan dengan wisata keluarga lainnya. Tempat wisata di Kota Smarang ini mempunyai beragam wahana permainan keluarga mulai permainan darat maupun permainan air.
Sejarah dan Panorama Kampung Wisata Taman Lele Semarang
Taman Lele dulunya adalah sebuah area kebun binatang yang kemudian dipindahkan ke dalam taman wisata Tegalware pada tahun 1985. Sekarang sampai saat ini tempat tersebut sudah berubah fungsi menjadi tempat wisata Wonderia yang dijalankan Sriwijaya Semarang.
Semua tadi dikarenakan tempat itu berdekatan dengan tempat hiburan malam yang akhirnya menjadi lahan hewan-hewan mengecil dan menyempit. Selain itu juga dengan polusi yang disebabkan oleh kotoran dari hewan yang ada di Kebun Binatang Tegalware telah menyebabkan kesehatan warga terganggu.
Dari sanalah penyebab terjadinya perpindahan tempat wisata tersebut. Pada akhirnya Kebun Binatang Tegalware harus dipindahkan ke dua lokasi baru. Yang pertama adalah Taman Lele dan yang kedua adalah bertempat di kawasan Taman Wisata Tinjomoyo Semarang. namun pada akhirnya Taman Wisata Tinjomoyo harus dipindahkan lagi ke tempat Taman Margasatwa Mangkang.
Dari Taman Margasatwa Mangkah itulah yang menjadi cikal bakal terbentuknya Taman Lele. Pada dasarnya taman tadi ada sebuah pohon beringin yang ukurannya cukup besar sedangkan di bawahnya pohon tadi terdapat sumber mata air, yang terdapat banyak sekali ikan lele.
Untuk luasnya sendiri, taman ini mencapai 22.173 hekter serta dihiasi oleh danau buatan yang dikelilingi oleh gazebo. Selain itu di bangun juga wahana air dan darat yang bermaksut untuk wisata keluarga.
Menikmati Kenyamanan Kampung Wisata Taman Lele Semarang
Begitu sampai di lokasi gapura yang bertuliskan "Kampoeng Wisata" lengkap dengan udara segar sejuk serta nyaman akan langsung menyambut Anda. Jejeran pepohonan rindang yang berbaris rapi siap menemani keasyikan berwisata anda bersama keluarga.
Taman Lele memang bukan sekedar tempat untuk berduduk santai bersama keluarga, tetapi juga untuk menambah pengalaman. Taman ini memiliki kebun binatang mini. Cocok untuk memperkenalkan sang buah hati dengan aneka satwa seperti iguana, buaya, kelinci, dan burung cendrawasih, dan ada juga yang lainnya
selesai dari kebun binatang mini tersebut, ajak serta buah hati anda untuk bermain ria di kolam renang. Meski tidak terlalu besar, namun kolam tersebut bisa menjadi tempat yang asyik  untuk menghabiskan waktu bersama keluarga.

Capek berkeliling di kebun binatang dan bermain ria di kolam renang, Anda bisa duduk-duduk santai di taman bermain atau danau buatan dan juga bisa di gazebo yang sudah tersedia, bahkan anda juga bisa menggelar tikar dan menikmati santap siang bersama.
Perihal permainan di taman kanak-kanak, taman bermain di Taman Lele ini memiliki arena permainan yang cukup banyak. Ayunan dan aneka jenis perosotan telah disediakan untuk menghibur sang buah hati.
Di danau buatan, wisatawan yang datang bisa menikmati keindahan danau dengan menaiki perahu bebek. Cukup hanya Rp 10.000 / satu perahu, pengunjung bisa mengelilingi danau buatan ini.
Alamat Kampung Wisata Taman Lele
Alamat Wisata Taman Lele ini berada di Jalan Siliwangi, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia.
Jika anda dari Jakarta maka bisa melalui jalur Pantura untuk sampai ke tempat wisata ini. Tidak usah takut jika anda berasal dari luar pulau jawa karena di tempat wisata taman lele ini, terdapat beberapa penginapan dan hotel yang dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas.
Anda bisa menghabiskan liburan dengan berbagai macam hiburan air maupun darat yang terdapat Taman Lele ini. Setidaknya anda dapat memperoleh sebuah liburan yang menyenangkan dan sangat cocok bersama orang tercinta.
Biaya Untuk Tiket Masuk Kampueng Wisata Taman Lele
Berwisata di Wisata Taman Lele tidaklah terlalu menguras saku dalam-dalam. Karena hanya cukup membayar sekitar Rp.3000 saja / orangnya, harga ini ketika hari senin sampai sabtu. Namun apabila anda mengunjungi lokasi ini pada hari Minggu, maka tiketnya berubah menjadi Rp. 3.500 / orangnya.
Sedangkan bagi anda yang hendak berkunjung ke wisata Kampueng Taman Lele pada saat libur lebaran maka harga tiket untuk masuknya sebesar Rp.6.000 / orangnya. Di Kampung Wisata Taman Lele Semarang ini pengunjung juga bisa menikmati keindahan wisata air dengan menjajal untuk naik perahu bebek yang disediakan pengelola. Untuk penyewaan perahu bebek tersebut cukup hanya membayar Rp.10.000 saja untuk satu perahunya.
Penginapan Terdekat Kampueng Wisata Taman Lele
Bagi pengunjung yang ingin bermalam di tempat kampueng wisata Taman Lele ini, tidak perlu khawatir. Taman Lele sendiri telah menyediakan hotel dengan harga sewa permalamnya yang cukup murah, yaitu Rp 120.000 per malam. Pemandangan yang ada di sekitar hotel juga sangat menenangkan hati dan yang pasti indah mempesona. Kamar yang anda tempati akan dihadapkan ke danau buatan. Terdapat juga sebuah gazebo yang diperuntukan untuk duduk-duduk menikmati malam sambil berinternet ria melalui fasilitas Wifi gratis yang tersedia.

Tuesday, May 16, 2017

Kemegahan Masjid Agung Jawa Tengah

Masjid Agung Jawa Tengah di Semarang, Dengan Arsitektur Jawa, Islam dan Romawi

Bagi anda yang menyukai wisata religi, mungkin Masjid Agung jawa tengah ini bisa menjadi alternative yang tepat untuk disinggahi, selain digunakan sebagai tempat beribadah untuk umat islam masjid ini juga sering di jadikan tempat untuk wisata religi. Bangunan Masjid Agung Jawa Tengah ini sangat megah nan indah mempesona. Masjid Agung ini dibangun sejak tahun 2001 dan selesai secara keseluruhan pada tahun 2006. Kalau dilihat dari lamanya masa pembuatan, tidak heran bila Masjid yang berdiri di atas lahan 10 hektare ini menjadi bangunan masjid yang sangat megah.
Masjid Agung Jawa Tengah ini diresmikan oleh Presiden ke 6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 14 November 2006. Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) adalah sebuah masjid provinsi bagi provinsi Jawa Tengah yang terletak di Semarang. Keberadaan dari bangunan masjid ini tidak lepas dari Masjid Besar Kauman di Semarang.
Sejarah Masjid Agung Jawa Tengah
Pembangunan ( MAJT ) sebutan dari Masjid Agung Semarang ini, bermula dari kembalinya tanah banda (harta) wakaf yang dimiliki Masjid Besar Kauman Semarang yang sekian lama sudah tidak menentu nasibnya. Hilangnya tanah wakaf milik Masjid Besar Kauman Semarang berawal dari proses tukar guling dari tanah wakaf Masjid Kauman yang seluas 119.127 ha dan dikelola oleh BKM (Badan Kesejahteraan Masjid) tim tersebut terbentuk dari Bidang Urusan Agama Depag Jawa Tengah, KeMeNag.
Dengan alasan karena tanah itu tidak produktif, oleh BKM tanah tersebut di tukar guling dengan lahan tanah seluas 250 ha yang berada di Demak lewat PT. Sambirejo. Kemudian berpindah tangan ke PT. Tensindo miliknya Tjipto Siswoyo.
Hasil perjuangan dari banyak pihak untuk mengembalikan tanah wakaf milik Masjid Besar Kauman Semarang tersebut akhirnya berbuah manis setelah melalui banyak perjuangan panjang. ( MAJT ) kemudian dibangun di atas salah satu petak tanah tanah wakaf milik Masjid Besar Kauman Semarang yang sudah kembali tersebut.
Arsitektur Masjid Agung Jawa Tengah
Masjid Agung Jawa Tengah dirancang dengan gaya arsitektur campuran dari Jawa, Islam dan juga Romawi. Diarsiteki oleh Ir. H. Ahmad Fanani yang berasal dari PT. Atelier Enam Jakarta yang telah memenangkan tender sayembara desain MAJT pada tahun 2001.
Bangunan utama dari masjid yang beratapkan limas khas dari bangunan Jawa namun dibagian ujungnya juga dilengkapi dengan kubah besar yang berdiameter 20 meter ditambah lagi dengan 4 menara yang masing masing setinggi 62 meter pada tiap penjuru atapnya sebagai bentuk dari bangunan masjid universal Islam lengkap dengan satu menara yang terpisah dari bangunan masjid setinggi 99 meter.
Gaya Romawi juga terlihat dari bangunan 25 pilar yang ada dipelataran masjid. Pilar pilar yang bergaya koloseum Athena di Romawi dihiasi dengan kaligrafi kaligrafi yang indah, dan menyimbolkan 25 Nabi dan Rosul, pada gerbangnya juga dituliskan dua kalimat syahadat, pada bidang datar tertuliskan huruf Arab Melayu "Sucining Guno Gapuraning Gusti".
fasilitas Masjid Agung Jawa Tengah
Di dalam area MAJT juga terdapat Menara Asma Al-Husna Setinggi 99 Meter yang terdiri dari : lantai 1 difungsikan untuk Studio Radio DAIS MAJT, lantai 2 difungsikan untuk museum Perkembangan Islam Jawa Tengah, Lantai 18 sebagai rumah makan berputar, lantai 19 sebuah Gardu pandang kota Semarang dan pada lantai 19 adalah Tempat rukyat al-hilal.

Pada area serambi Masjid Agung Jawa Tengah ini dilengkapi dengan 6 payung raksasa otomatis seperti yang di miliki Masjid Nabawi Madinah, Tinggi dari masing masing payung otomatis tersebut adalah 20 meter dengan diameter 14 meter. Payung elektrik tadi akan dibuka kalau ada kegiatan shalat Jumat, Idul Fitri dan Idul Adha dengan catatan kondisi angin tidak melebihi 200 knot, tetapi apabila para pengunjung berminat hendak melihat proses dari mengembangnya payung elektrik tersebut bisa menghubungi pihak pengurus Masjid Agung.
MAJT juga memiliki koleksi Al Quran raksasa yang berukuran 145 x 95 cm². Ditulis tangan oleh Drs. Khyatudin, dari Pondok Pesantren Al-Asyariyyah, Kalibeber, Mojotengah, Wonosobo. Lokasinya berada di dalam ruangan utama tempat shalat. Disini juga terdapat bedug raksasa yang berukuran panjang 310 cm, dengan diameter 220 cm. Merupakan replika dari bedug Pendowo Purworejo. Dibuat oleh para santri dari pondok pesantren Alfalah, Tinggarjaya, Jatilawang, Banyumas, asuhan dari KH Ahmad Sobri, menggunakan kulit lembu Australia.
Yang tidak kalah menarik adalah tongkat khatib yang di gunakan berkhotbah saat acara shalat jumat atau shalat idul fitri dan idul adha, tongkat khatib tersebut adalah tongkat pemberian Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei Darusalam.
Alamat dan Rute Menuju Masjid Agung Jawa Tengah
Masjid Agung Jawa Tengah terletak di pinggiran Kota Semarang, tepatnya di Jl. Gajah Raya No. 128, Sambirejo, Gayamsari, Semarang, Jawa Tengah. Dari Simpang Lima yang merupakan pusat Kota Semarang, anda bisa menyusuri jalan Brigjend Sudiarto menuju ke arah Perempatan Lamper dengan pusat perbelanjaan Lottemart sebagai penanda. Dari daerah situ anda kemudian ambil arah menuju Jalan Gajah Raya, lurus saja sampai anda menemukan bangunan yang megah yang berupa masjid di pinggir jalan agak jauh, itu lah masjid Agung Jawa Tengah.
Kompleks Masjid Agung Jawa Tengah ini dikelilingi oleh lokasi persawahan yang sangat luas sehingga terlihat hijau segar. Anda bisa mencapai masjid dengan naik angkutan umum atau kendaraan pribadi. Masjid berjarak cukup jauh dari pintu gerbang utama, sehingga apabila anda naik angkutan umum harus berjalan kaki terlebih dulu.
Tiket Masuk ke Masjid Agung Jawa Tengah
Sebagai tempat ibadah, kamu tidak perlu membayar bea masuk jika hendak berkunjung ke kawasan ini. Kamu hanya cukup membayar biaya parkir kendaraan. Namun jika ingin naik ke menara alias Tower Al Husna, kamu harus merogoh kocek sebesar Rp 7.000 per orang. Sedangkan jika ingin menggunakan teropong di atas menara kamu harus memasukkan koin seribuan.
Jam Buka Masjid dan Tower Al Husna
Masjid Agung Jawa Tengah buka setiap hari, namun untuk aktivitas wisata dibatasi dari pukul 08.00 – 21.00 WIB. Sedangkan Menara Al Husna akan ditutup pada saat sholat. Berikut ini daftar jam buka Tower Al Husna: 08.00 – 11.00 WIB, 12.30 – 14.30 WIB, 15.45 – 17.00 WIB, 18.30 – 21.00 WIB. Jadi pastikan kedatanganmu pada saat jam ibadah sehingga anda bisa beribadah dan juga setelah itu bisa naik ke atas menara, dan menikmati teropong Toser Al-Husna.

Monday, May 15, 2017

gumuk pasir di pantai morodemak, fenomena alam yang langka

Pantai Morodemak yang Semakin Diburu Para Pelancong
Fenomena alam memang selalu menimbulkan mata orang yang melihatnya akan terbelalak kagum / kaget, dan tak jarang akan menimbulkan kesan yang mendalam, tak terkecuali fenomena yang terjadi di daerah pantai di demak lebih tepatnya terjadi di Morodemak, kecamatan Bonang, Kabupaten Demak. Munculnya gumuk atau gundukan pasir (sand dune) di wilayah pesisir Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Morodemak Desa Purworejo Kecamatan Bonang, dan ini mulai di perhatikan warga, dan mulai mengundang perhatian para pecinta pemandangan alam apalagi pemandangan yang sangat unik dan langka. Warga setempat tertarik menjadikan gumuk sebagai lahan rekreasi baru dan juga yang pasti murah.
Munculnya Gumuk Pasir tersebut merupakan kejadian alam yang langka dan jarang terjadi di daerah tropis, khususnya di Kabupaten Demak. Lokasi kejadian alam langka atau gumuk ini muncul di muara sungai Tuntang Lama yang bertemu dengan perairan pantai Bonang.

Menurut tokoh masyarakat Desa Purworejo H Ismail, sudah sejak belasan tahun kemaren gumuk pasir muncul di lokasi dekat pelabuhan. “Kemungkinan sekitar tahun 2000, awalnya gumuk belum begitu luas, namun sekarang hingga 2.000 meter persegi,” ungkap Ismail, selaku tokoh masyarakat.
Warga sekitar atau pelancong luar sering mengunjungi gumuk tersebut untuk melihat pemandangan yang sangat langka dan unik ini, apalagi kalau mengunjungi tempat tersebut pada waktu sore menjelang malam, anda akan dapat memanjakan mata anda dengan pemandangan yang sangat mempesona yaitu langit yang berwarna kuning keemasan berkolaborasi dengan birunya warna langit yang ada di sekitarnya, karena sunset di lokasi ini sangat jelas dan terang, disamping berada di laut lepas juga karena memang pantai ini posisinya menghadap ke barat, jadi sangat cocok untuk menikmati pemandangan sunset yang sangat fenomenal.
Di lokasi laut itu, sebagian pengunjung juga bisa melakukan aktifitas seperti memancing ikan, duduk duduk di pinggir pantai sambil berfoto bersama keluarga, atau jalan jalan menikmati semilirnya angin laut jawa yang sejuk.
GUMUK PASIR MORODEMAK, LOKASI WISATA BARU YANG LANGKA
Usahakan datang pada saat pagi hari sehingga sinar matahari tak terlalu terik, dan juga biar waktu untuk menikmati fenomena alam ini bisa lebih lama dan merasa puas. 
Dalam perkembangannya, gumuk pasir ini cukup menarik minat para pengunjung, selain berekreasi sekaligus untuk mengenalkan kepada anak-anak akan udara laut yang mengandung unsur kesehatan. Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) (Heru Budiono) mengakui kemunculan gumuk pasir mengundang perhatian warga. Banyak pengunjung berwisata di lokasi gumuk, bahkan beberapa pedagang kerap menjajakan makanan dan minuman dilengkapi dengan tenda, untuk menyediakan para pengunjung yang mungkin sudah merasa lapar dan haus biar tidak jauh jauh untuk mencari minuman dan makanan
Heru menambahkan, gumuk pasir tersebut sebenarnya tanah labil dan bukan tanah timbul (akresi). “Gumuk muncul karena ombak laut yang selalu membawa material pasir hingga menumpuk bertahun-tahun. Karena lapisan pasir sangat tebal, pengunjung yang berdiri di atasnya tak merasakan pergerakan pasir,” ungkapnya.
Namun lapisan pasir di atas akan tergerus ombak, ketika arah gelombang laut berubah-ubah. Ketika ditanya untuk didirikan bangunan, Heru tak berani mengatakan bisa, karena posisi gumuk yang labil dan tidak padat, kurang baik untuk pondasi.

Tetapi Heru setuju bila lokasi gumuk sebagai ajang wisata laut, namun harus ada petugas yang selalu mengawasinya terkait keselamatan pengunjung serta pelestarian gumuk tersebut. Karena lokasi gumuk berada di laut dalam.
Pantai Morodemak ini bisa di katakana sebagai destinasi wisata yang baru dan semakin banyak dikunjungi para wisatawan. Hal tersebut terlihat dengan adanya kunjungan berbagai rombongan wisata baik dari SD, SMP bahkan sampai PAUD pun juga mengadakan rombongan ke pantai morodemak yang terdapat gumuk pasir, untuk mengenalkan kepada mereka tentang hal tersebut.
Sesekali akan ada rombongan anak-anak beserta guru pembimbingnya jalan-jalan menikmati keindahan pemandangan di pelabuhan perikanan pantai Morodemak. Untuk sampai di lokasi tersebut wistawan harus menyewa perahu nelayan untuk jalan-jalan ke tengah laut serta ke pantai Morodemak.
ALAMAT WISATA BARU PANTAI MORODEMAK
Pantai morodemak yang terdapat gumuk pasirnya ini bertempat di desa purworejo, morodemak, kecamatan Bonang, kabupaten Demak, jawa tengah.
RUTE MENUJU WISATA PANTAI MORODEMAK
Bila anda mulai dari semarang maka yang perlu anda lakukan adalah melajukan kendaraan anda menuju demak dan sesampainya di stadion pancasila beloklah kekiri dan menuju makam pahlawan yang ada di desa mangunjiwan / kalicilik, setelah itu anda belok ke kiri lagi dan lurus saja dan ikuti jalan tersebut sampai di lokasi pantai morodemak, sedangkan jarak dari makam ke pantai kurang lebih 15km.
Dan apabila dimulai dari kudus maka langsung saja menuju jalan arah semarang, setelah sampai di pasar demak bintoro belokkan kendaraan anda kekanan dan menuju makam pahlawan di kali cilik, setelah itu lakukan seperti yang dari semarang.
TIKET MASUK KE WISATA BARU MORODEMAK
Untuk menikmati pemandangan yang sangat langka ini wisatawan tidak di pungut biaya sepeserpun alias gratis, tetapi yang menjadi masalah adalah untuk sampai di lokasi gumuk pasirnya, para wisatawan harus naik perahu yang di sewakan warga sekitar untuk transportasinya.
Sedangkan untuk sampai ke Gumuk Pasir, wisatawan harus naik perahu warga dengan ongkos Rp 10.000 pulang-pergi per orang.