Tuesday, December 27, 2016

kemegahan Candi Borobudur di Magelang

CANDI BOROBUDUR Magelang, Jawa Tengah, Indonesia
Mahakarya Abad ke-9
Magelang merupakan sebuah kabupaten yang mempunya tempat wisata yang sangat banyak sekali dan selalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan sedangkan tempat wisata yang paling banyak di buru oleh para wisatawan adalah Candi BOROBUDUR.

Candi Borobudur merupakan bangunan  mahakarya monumen Buddha termegah dan merupakan kompleks stupa terbesar di Dunia yang sudah di akui UNESCO. Secara keseluruhan bangunan Candi Borobudur adalah suatu karya pemahat batu yang menjadi galeri yang sangat melegenda dan karya para pemahat batu itu yang menjadi mahakarya para pemahat jaman dahulu.
Bangunan Candi Borobudur di bangun jauh sebelum bangunan Angkor Wat di Kamboja bahkan bangunan Katedral-katedral agung yang ada di eropa. Candi Borobudur sudah berdiri megah di tanah jawa, bangunan candi Borobudur ini sudah di akui oleh UNESCO sebagai bangunan monumen terbesar dan kompleks stupa termegah di Dunia, sudah semenjak pertengahan abad ke 9 bahkan sampai awal abad 11 bangunan Candi Borobudur ini sudah ramai dikunjungi oleh para peziarah yang datang dari berbagai belahan dunia seperti india, Tibet, kamboja, dan cina terkhusus umat yang beragama Buddha yang berasal dari Negara-negara tersebut yang ingin mendapatkan pencerahan seputar keagamaan mereka datang ketempat Candi Borobudur. Candi Borobudur tidak hanya besar dan megah tetapi disetiap dinding yang berupa panel relief mencapai 2672 buah pahatan yang kesemuanya jikalau disusun bersejajar akan mencapai panjang 6 km, sungguh suasana karya yang sangat menakjubkan hal ini mendapat pujian sebagai ansambel relief Buddha terbesar dan juga terlengkap di dunia dan terdapat nilai seni yang tak tertandingi.
Relief yang terdapat di dinding candi terbagi menjadi 4 kisah utama yakni Karmawibangga, Lalita Wistara, Jataka dan Aswadana serta Gandawyuda. Selain menerangkan perjalanan hidup sang Buddha dan ajaran-ajarannya, dengan adanya candi tersebut juga bisa diartikan rekaman kemajuan masyarakat pada masa itu, pada waktu itu bangsa ini sebenarnya sudah pandai berlayar dan membuat kapal terbukti di sebagian relief ada bangunan kapal, salah satu relief kapal dicandi Borobudur dijadikan model dalam membuat replika kapal yang digunakan untuk mengarungi the Cinnamon Route dari jawa menuju Afrika, saat ini replika kapal yang disebut tadi sebagai kapal Borobudur sudah disimpan di Museum Samudra Raksa.
Untuk bisa mengikuti alur cerita kisah yang tertera di dinding candi maka pengunjung wajib berjalan menelusuri candi searah jarum jam atau yang dikenal dengan istilah pradaksina. Masuk kecandi dari pintu timur dan berjalan searah jarum jam sehingga posisi pahatan selalu berada di sebelah kanan hingga sampai dipintu semula dan melangkahkan kaki untuk naik ketingkat berikutnya, hal ini dilakukan berulang kali hingga semua tingkat bisa terlalui dan bisa sampai dipuncak candi yang berbentuk stupa induk. Setelah sampai dipuncak rasakan sensasi yang berbeda dan anda bisa layangkan pandangan disekeliling candi maka anda akan melihat beberapa gunung yang mengitari candi ini seakan gunung gunung tersebut seolah olah menjadi penjaga dan membentengi candi Borobudur.

SEJARAH BERDIRINYA CANDI BOROBUDUR
Berdasarkan prasasti yang tertera di Kayumwungan yang tertanggal 26 mei 824, candi Borobudur dibangu oleh raja Samaratungga antara abad ke 8 sampai abad ke 9, bersamaan dengan pembangunan candi Mendhut dan Candi Pawon, sedangkan proses pembangunan candi Borobudur berlangsung selama kurang lebih 75 tahun dibawah komando arsitek Gunadarma, meski belum mengenal alat yang canggih tetapi arsitek ini bisa menerapkan system interlock dalam pembangunan Candi. Pembangunan ini menggunakan sebanyak 60,000 meter kubik batu andesit dan berjumlah 2,000,000 batu balok yang diusung dari sungai Elo dan Progo kemudian dipahat dan dirangkai menjadi puzzle raksasayang akan menutupi sebuah bukit kecil dan akhirnya menjadi sebuah candi Borobudur yang megah.
Borobudur tidak hanya mempunyai nilai seni yang tinggi tetapi juga menjadi bukti peradaban manusia pada masa itu, karya agung ini penuh syarat akan filosofis, yaitu memakai konsep mandala yang merupakan lambang kosmologi alam semesta dalam ajaran Buddha, bangunan ini dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu yang pertama dunia hasrat atau nafsu (kamadhatu), kedua dunia betuk (rupadhatu) dan ketiga dunia tanpa bentuk (arupadhatu). Apabila candi ini dilihat dari ketinggian maka bangunan candi ini akan menyerupai ceplok teratai diatas bukit, dinding candi yang ditingkatan kamadhatu dan rupadhatu sebagai kelopak bunga, sedangkan deretan stupa yang melingkar di tingkatan arupadhatu sebagai benang sarinya, dan stupa induk melambangkan sang Buddha, sehingga secara keseluruhan candi Borobudur melambangkan Budha yang sedang duduk diatas kelopak bunga teratai.
Bila ingin menikmati keseluruhan pemandangan yang indah dan nilai sejarahnya tidak cukup hanya dengan menyusuri semua tingkatan sampai atas stupa, tetapi ada satu pemandangan yang tidak kalah menariknya yaitu menikmati sunset dan sunrise dari atas Candi. Sinaran matahari yang keluar dari peradabannya dan waktu matahari akan terbenam tanda bergantinya siang ke malam dengan suasana yang sangat menyejukkan jiwa.
10 CANDI YANG TERDAPAT DI SEKITAR CANDI BOROBUDUR 
Candi Ijo
Candi Barong
Istana Ratu Boko
Candi Plaosan
Candi Prambanan
Candi Borobudur
Candi Tara
Candi Pawon
Candi Mendut
Candi Sambisari
TIKET MASUK KE CANDI BOROBUDUR
Bagi pengunjung yang ingin menikmati semua keindahan pemandangan dan semua nilai sejarah yang dikandung Candi Borobudur Magelang harus membayar tiket sebesar Rp 30,000 /dewasa, dan Rp 12,000 /anak-anak. Tetapi bagi pengunjung yang datang dari mancanegara atau wisata asing dipatok harga U$D 20 WNA /orangnya.
Sedangkan untuk waktu jam buka, wisata alam mahakarya arsitek abad 9 dibuka setiap hari mulai jam 06,00 – 17,00 WIB.

No comments:

Post a Comment