Tuesday, July 25, 2017

Taman Meneteri Supeno, Taman indah berada di jantung kota semarang

TAMAN (KB), TAMAN YANG TERLETAK DI PUSAT KOTA SEMARANG 
Semarang yang merupakan Ibukota Jawa Tengah ini bisa dibilang padat sekali. Baik penduduk maupun jumlah bangunannya. Apalagi saat ini sedang dibangunnya beberapa gedung-gedung pencakar langit yang sedang dikembangkan. Namun tak hanya gedung-gedung pencakar langit saja yang sedang dikembangkan oleh Pemerintah Kota Semarang. Beberapa fasilitas umum seperti hal nya taman kota juga terus diperbaiki bahkan ada yang baru saja diresmikan adalah Taman Pandanaran Semarang. Untuk mengenal lebih jauh lagi tentang Wisata Semarang. Berikut ini ada beberapa fasilitas umum seperti taman kota yang ada di Semarang.
Taman Menteri Supeno (KB)
Taman Menteri Supeno ini terletak di Jl. Menteri Supeno. Taman ini lebih dikenal dengan sebutan Taman KB. Di Taman ini terdapat banyak tanaman dan pepohonan yang cukup menjulang agak tinggi sehingga bisa dijadikan tempat singgah dan berteduh dari panasnya siang hari. Terdapat pula kolam yang berada di tengah-tengah taman. Juga hampir setiap malam di Taman Menteri Supeno ini sering kali dijadikan sebagai tempat diadakannya event di Semarang. Di sekeliling Taman ini berjajar pula kuliner dan jajanan khas Semarang yang mungkin saja bisa menjadi pilihan.
Bagi masyarakat kota Semarang, Taman Menteri Supeno atau yang lebih dikenal dengan taman KB memiliki daya tarik yang besar, khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah. Saat ini taman KB disulap menjadi taman yang lebih menarik dan aktraktif dengan penataan mulai dari soft material dan hard material. Terdapat deretan pepohonan rindang, tanaman-tanaman hias, Sclupture Keluarga Berencana (KB) di tengah taman, tempat duduk dan juga berbagai permainan anak anak, semuanya membuat suasana di taman tersebut indah dan nyaman.
Seperti hutan di tengah kota, taman ini ditumbuhi pohon-pohon besar dengan daun yang lebat, bercabang ke berbagai arah. Pagi hari, banyak masyarakat yang menghabiskan waktu di sana. Ada yang berolah raga, bermain bersama anak-anaknya, atau sekadar duduk-duduk di bangku taman.
Sejarah Taman Menteri Supeno (KB)
Taman Menteri Supeno dibangun oleh pemerintah daerah dari tahun 1973 sampai dengan tahun 1975. Tujuan pembangunan taman ini adalah untuk memanfaatkan areal kosong yang tercipta karena pertemuan jalur lalu lintas disekitar taman. Taman ini menjadi taman aktif ditengah kota sebagai paru-paru kota sekaligus sebagai taman rekreasi.
Taman kota tidak boleh terlepas dari fungsinya sebagai ruang terbuka hijau (RTH). Oleh karena itu, berbagai tanaman keras harus ada. Taman jangan hanya berisi bunga-bungaan. Kedua jenis tanaman ini harus disandingkan serasi. Kalau taman berisi bunga semua, fungsi penyerapan air dan penghasil oksigen tidak akan berjalan optimal. Sebaliknya, kalau berisi pohon keras saja, taman berkesan menyeramkan, tidak nyaman. Apalagi, jika tidak ada penerangan yang memadai. Bisa-bisa disalahgunakan saat malam.
banyak warga yang menghabiskan pagi di lokasi ini dengan melakukan aktivitas jalan santai, olahraga atau pun sekedar menikmati sarapan di luar rumah. Tempat terbuka ini bisa berfungsi sebagai ruang publik, makanya tamana KB ini menjadi tujuan warga untuk sekedar menghabiskan minggu pagi. Bahkan banyak warga memanfaatkannya sebagai tempat pertemuan serta tempat istirahat saat rehat di kantor untuk sekedar makan, minum dam beristirahat sejenak menjernihkan pikiran.

Tentu akan Sangat menyenangkan bila dapat menyaksikan aktivitas warga yang begitu hidup di taman KB ini. Di mulai dari pagi hari sampai malam menjelang larut kita akan dapat melihat begitu banyak aktivitas mulai anak sekolah, orang kantoran, pengemis pengamen sampai para pedagang kaki lima semua datang untuk manikmati Taman KB ini. Memang jika dibandingkan dengan taman yang ada di Semarang, taman ini sangat jauh bedanya. Namun yang menjadi nilai plus dari taman KB ini adalah kemudahan akses bagi siapa saja untuk memanfaatkannya selain lokasi yang strategis sekaligus gratis. Inilah yang menyebabkan masyarakat memilih tempat ini sebagai area titik pertemuan ataupun arena menghabiskan pekan.
Taman KB ini bisa sebagai tempat berhenti untuk sekedar duduk, bersantai, sambil menikmati kesejukan taman. Fungsi taman sebagai tempat rekreasi, bermain dan refreshing,hal ini terlihat jelas dengan adanya fasilitas untuk bermain bagi anak-anak. Fungsi rekreasi ini juga terlihat dari adanya berbagai acara yang digelar di taman ini. Mulai dari pameran seperti pameran flora dan fauna, ajang perlombaan sampai dengan konser musik.
Untuk lebih menarik orang memanfaatkan taman ini, mungkin ada baiknya dilengkapi dengan fasilitas lain seperti adanya taman bacaan atau perpustakaan gratis yang menyediakan bacaan untuk anak-anak, remaja dan dewasa. Bahkan area hotspot seperti yang bisa dijumpai di taman kota kota lain. Dengan adanya fasilitas tersebut, tentu fungsi sosial dan edukasi sebuah taman bisa tercapai. Setidaknya unsur edukasi jadi terlihat di tempat ini disamping tempat makan dan tempat kongkow.
Alamat Taman Menteri Supeno (KB)
Taman Menteri Supeno ini terletak di Jl. Menteri Supeno, semarang, jawa tengah.
Ruet Menuju Taman Menteri Supeno (KB)
Untuk mengakses menuju ke lokasi taman ini Anda bisa melalui Jalan Mugas atau kalau dari arah Yogyakarta melalui jalan Pahlawan. Bisa juga langsung menuju Jalan Menteri Supeno. Jika menggunakan kendaraan pribadi Anda bisa memarkir kendaraan di depan SMA Negeri 1 Semarang.

Monday, July 24, 2017

Bukit Selo Arjuno, wisata ngehits di Kendal

Bukit Selo Arjuno, Batu Raksasa yang Menyeramkan
Ngeri dan menyeramkan itulah kata yang pas disandang untuk Bukit Selo Arjuno, Bukit yang terletak di kabupaten Kendal ini lagi ngehits di kalangan masyarakat Kendal dan semarang dan sekitarnya. Kalau anda berkunjung ke tempat ini andabisa  membayangkan seperti anda memanjat Tugu Muda yang tegak lurus dengan ketinggian 3 kali lipat, dengan tumpuan tangga besi yang menempel, tanpa harness atau kernmantle sebagai pengaman. Bagi anda yang bernyali tipis, lututnya pasti sudah lemas di tengah jalan.
Bukit Batu Selo Arjuno, bisa dikatakan sedang ngehits dan jadi buah bibir anak muda Kendal dan Semarang yang punya hobi treveling  dan suka dengan pemandangan alam. Namun, bagi anda yang takut ketinggian jangan coba coba naik ke bukit tersebut.
Petualangan yang sebenarnya baru dimulai ketika menemui tangga besi yang menempel di dinding batu tebing tanpa alat pengaman. Tingginya sekitar 15 meter lebih dan kemiringan 90 derajat, alias tegak lurus. Di ujung tangga ada sebuah tali dan akar akar pohon untuk berpegangan. Banyak pengunjung yang langsung balik kanan, mereka mengurungkan niat untuk naik setelah melihat tangga besi dan membandingkan dengan kekuatan badan masing-masing. Nyalinya menciut.

Tantangan belum usai, masih ada 2 tangga besi lagi yang harus dilalui untuk sampai di puncak, setelah sampai di atas, rasa capek dan keringat pun akan hilang seketika. Panas terik matahari di atas ubun-ubun pun seperti tak terasa, karena tersapu oleh semilir angin dan indahnya pemandangan alam berupa hijaunya perbukitan yang menyumbul yang bergelombang naik turun. Aliran sungai Genting menjalar bagaikan ular yang melata di lembah dusun Cening. Rasanya betah berlama lama di sini. Jangan lupa abadikan suasananya, lukis pemandangan dengan mata dan kameramu.
SEJARAH BUKIT SELO ARJUNO
Kabarnya, dahulu terdapat 4 bukit batu tinggi menjulang yang menjadi pintu gerbang ke dusun di bawahnya, sehingga dinamakan Dusun Watulawang (batu pintu). Berdasarkan peta geografis, desa yang berada di bawahnya adalah Desa Cening. Sedangkan asal mula terbentuknya bukit masih simpang siur, belum ada informasi yang akurat, sehingga banyak bermunculan cerita dan mitos fiktif berbau mistis.
ALAMAT BUKIT SELO ARJUNO
Bukit Selo Arjuno ini terletak di desa Kedungboto, Dusun Watu Lawang Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal. Sekitar 35 kilometer dari pusat kota Semarang.
RUTE MENUJU BUKIT SELO ARJUNO
Jika berangkat dari Kalibanteng Semarang, ambil jalur menuju BSB dan lurus ke arah Boja sampai bertemu dengan sebuah Tugu berwarna merah di pertigaan. Jika ke kiri menuju Limbangan dan lurus ke Boja, maka belok kiri ke Jl. Limbangan. Setelah melewati pasar dan Kantor Pos Limbangan akan ada percabangan, ambil jalur yang kanan lurus sekitar 7 km menuju Biting. Kamu masih berada di jalur yang benar jika melewati Perkebunan Biting Kendal. Nah, mulai dari sini medan yang dilalui cukup menantang, naik turun dengan kondisi jalan yang tidak mulus. Bukit Selo Arjuno sudah terlihat pucuknya dari sini. Santai saja, nikmatilah pemandangan sepanjang perjalananan, gak usah buru buru nikmati saja pemandangan yang indah tersebut.
Walaupun jalurnya terbilang sulit, tetapi tidak membuat para pelancong untuk enggan datang. Buktinya, banyak anak muda mudi dari luar daerah yang jauh-jauh datang kemari.
TIKET DAN PARKIR DI BUKIT SELO ARJUNO
Untuk menikmati pemandangan yang mengagumkan tersebut anda harus membayar Tiket masuk sebesar Rp 3,000 /orang dan untuk parkiran motor sebesar Rp 2,000 /motor. Anda akan di berikan dua (2) tiket berwarna merah untuk tiket parker dan yang berwarna biru untuk tiket masuk.
Selo Arjuno ini dikelola secara swadaya oleh warga sekitar dan sedang diupayakan oleh pemerintah desa sebagai tempat wisata. Demi keamanan pengunjung, sudah dipasang tangga besi dan tali untuk mendaki tebing batu, Besi besi pipa sebagai pegangan dan pembatas juga terpancang kokoh demi keselamatan. Sebagai sarana kenyamanan, juga disediakan tempat parkir, 2 toilet, warung untuk istirahat juga mushola. Jadi jangan lupa bayar tiket wisatanya supaya fasilitasnya makin bagus dan tentunya lebih aman lagi.
LARANGAN KETIKA BERADA DI BUKIT SELO ARJUNO
“Bagi Perempuan Yang Sedang Berhalangan, DILARANG NAIK!” Imbauan di papan peringatan di persimpangan jalan di kaki bukit batu.
Lagi lagi demi keamanan dan kenyamanan pengunjung, perempuan yang sedang menstruasi dilarang untuk naik. Secara logika ada benarnya juga, ketika wanita sedang datang bulan, kondisi fisiknya cenderung lemah dan emosinya kurang stabil, jadi sangat berbahaya. Karena untuk mendaki Selo Arjuno butuh fisik dan mental yang kuat.

Sunday, July 23, 2017

Perumahan (BSB) Bukit Semarang Baru, Danau Buatan Di Semarang

Bukit Semarang Baru (BSB)
Menikmati hari libur dan akhir pekan dengan jalan jalan santai ditemani keluarga tercinta dengan pemandangan yang sangat indah bersama udara yang sangat sejuk tentu itu semua yang di impikan setiap manusia yang hidup di dunia yang indah ini, terlebih negara indonesia yang sudah terkenal dengan keindahan alamnya. Di semarang terdapat sebuah tempat yang bisa di jadikan rujukan seperti seperti yang tertera di muka, dengan keindahan dan kesejukan yang nyaman dan mempesona. Sebut saja Bulit Semarang Baru (BSB)
BSB adalah singkatan dari (Bukit Semarang Baru) merupakan sebuah kawasan perumahan sekaligus lahan penghijauan yang dikembangkan dengan konsep kawasan kota terpadu. BSB ini Terletak di Jalan Semarang -> Boja, BSB cukup dekat dengan Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, jadi sangat wajar kalao lokasi ini menjadi incaran banyak orang yang mau mengembangkan usahanya.

Saat anda memasuki gerbang BSB, anda akan disambut dengan rumput hijau yang membentang rapi dan juga rimbunnya pepohonan yang berada di samping kanan kiri jalan membuat suasana semakin menyenangkan. Untuk mencapai danau buatan, anda masih harus masuk ke arah utara, melewati sebuah pos satpam. Kira-kira setelah 100 meter dari pintu gerbang, disitulah danau yeng menawan berada.
Banyak pengunjung yang datang ke lokasi ini hanya untuk sekedar jalan-jalan pagi bersama keluarga. Banyak juga yang datang dengan bersepeda ataupun bersepatu roda. Di lokasi ini tidak diberlakukan car free day layaknya simpang lima pada waktu Minggu pagi, memang lalu lintas di sini masih cenderung lengang dan sepi. Mungkin karena berada di kawasan perumahan.
pengunjung bisa melakukan aktifitas jogging di sepanjang jalan setapak yang mengintari danau. Atau hanya ingin sekedar bersantai dan juga berfoto narsis. Danau buatan dengen background perbukitan di seberangnya sangat cantik untuk dijadikan sebagai latar foto Anda.
Danau buatan di BSB Semarang mampu dijadikan tempat alternatif bagi anda yang hendak liburan yang sudah bosan dengan keramaian di kota dan lalu lalang kendaraan. Tak jauh dari sini juga ada BSB Sport Center yang menyediakan kolam renang, gym, dan resto. Kolam renangnya bersih dan fasilitasnya pun lengkap, sangat cocok untuk dewasa maupun anak-anak.
PESAN-PESAN KETIKA BERKUNJUNG KE (BSB) SEMARANG
Jika Anda berkunjung ke danau BSB ini, jangan lupa kode etik para pencinta alam. Jangan mengambil apapun kecuali foto dan jangan meninggalkan apapun kecuali tapak kaki atau jejak. Supaya keindahan alam di tempat ini tetap terjaga selamanya, seberapa banyaknya orang yang sudah menyinggahinya akan tetap sama keindahannya dan semakin mengesankan.
ALAMAT BSB SEMARANG
BSB ini Terletak di Jalan Semarang -> Boja, BSB tersebut cukup dekat dengan Bandara Internasional Ahmad Yani. Dan jaraknya dengan pusat kota Simpang Lima (sekitar 14 km dari simpang lima).
Perumahan Bukit Semarang Baru ( BSB ) ini dikembangkan oleh PT Karyadeka Alam Lestari dengan luas lahan terbesar di Kota Semarang yaitu seluas 1000 hektar. Perumahan ini terdiri dari berbagai cluster, dari cluster yang paling mahal di Puri Arga Golf yang harganya sampai miliaran rupiah, kemudian Graha Taman Pelangi yang di seberang cluster terdapat danau buatan, hingga yang paling kecil di Jatisari Mijen dengan harga seratus jutaan. Perumahan ini dengan Visi Terdepan dalam Mewujudkan sebuah Kota Baru Terpadu dan Misi Menyediakan kawasan hunian yang terencana, berkualitas dan berwawasan lingkungan.

Thursday, July 20, 2017

Kampung Arab di Semarang mempunyai Masjid Tertua

Masjid Tertua di Semarang, Masjid Menara

Masjid Layur merupakan salah satu bangunan kuno berupa masjid tua di kota Semarang ini disebut pula Masjid Menara Kampung Melayu, dan merupakan peninggalan pedagang dari tanah Arab dan Gujarat yang pernah singgah di Semarang.

Bangunan Masjid sendiri tidak bergaya Arab sepenuhnya, tetapi memiliki lebih banyak unsur lokal. Lantai bangunan setangkup tersebut dinaikkan dan hanya dapat dicapai dengan tangga yang terdapat pada sisi muka. Walaupun sudah dimakan usia namun masjid ini masih kokoh dan masih digunakan oleh masyarakat sekitar untuk beribadah. Sampai sekarang masjid ini masih terus dirawat oleh yayasan masjid setempat sebagai upaya pelestarian sejarah dan sebagai masjid tua kebanggaan kota Semarang. Secara menyeluruh Masjid Layur masih asli seperti pertama kali dibuat, hanya ada sedikit perbaikan seperti penggantian genteng dan penambahan ruang untuk pengelola terdapat sisi kanan kompleks masjid.
Dinamakan Kampung Melayu karena sudah merupakan tempat hunian pada tahun 1743 yang sebagian besar orang yang mendiami kawasan tersebut adalah orang melayu. Pada masa tersebut di kampung ini terdapat tempat untuk mendarat kapal dan perahu yang membawa barang dagangan.
Lokasinya yang sangat strategis mengundang orang untuk bertempat tinggal disitu. Seperti  kota lain di Indonesia, kota Semarang, Jawa Tengah juga memiliki daerah yang dahulu didiami mayoritas warga pendatang berdarah Arab dan Melayu.
Di daerah yang letaknya dekat dengan Pasar Johar dan tak jauh dari stasiun tua Semarang Tawang itu juga berdiri Masjid Layur, masjid tertua di Semarang yang dibangun para pedagang dan ulama dari Yaman  dan Gujarat sekitar pertengahan abad ke 17.
Tercatat bahwa orang-orang dari Arab kemudian menempati kampung tersebut. Pada masa itulah kiranya masjid yang telah ada dikembangkan lagi dan memperoleh pengaruh yang dapat dilihat sampai sekarang. Berpengaruhnya orang Arab di situ diperkuat oleh catatan Liem (1930) yang menyebutkan bahwa usaha pendirian klenteng oleh masyarakat Cina yang tidak begitu banyak jumlahnya di kampung tersebut ditentang habis-habisan oleh penduduk keturunan Arab pada tahun 1900. Penambahan menara pada bagian depan masjid menyebabkan masjid juga terkenal dengan nama masjid menara.
Sejarah Masjid Menara (layur)
Di masa pendudukan Jepang dan Belanda, masjid tersebut juga difungsikan untuk membuat rencana perlawanan pemuda-pemuda Indonesia berdarah Arab melawan penjajah. Seiring berjalannya waktu, saudagar-saudagar pedagang dari Melayu itu membentuk sebuah perkampungan sehingga membutuhkan tempat ibadah.
Yang menjadi banyak perhatian dari para wisatawan ketika menyusuri jalan jalan menuju masjid Menara tersebut tidak lain adalah banyaknya orang yang berketurunan arah masih tinggal di sekitar area kampung Masjid Menara.
Memang banyak yang membenarkan bahwa di tempat ini dulunya banyak di huni masyarakat yang berketurunan Arab dan Melayu. Seseorang warga membenarkan kalau dahulu lokasi ini banyak didiami orang dari jazirah Arab, saat ini warga keturunan Arab yang tinggal di daerah ini sudah sedikit jumlahnya.
Mereka mulai meninggalkan Kampung Melayu ini pada awal tahun 90-an, ketika banjir rob mulai melanda daerah ini. Wajar, karena daerah ini persis berada di sisi Sungai Mberok, yang bermuara ke pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.
Semenjak tahun 80-an daerah kampung ini mulai kerap di hampiri oleh air laut, makanya penduduk warga arab satu persatu mulai meninggalkan tempat ini, dan sampai saat ini jumlahnya tinggal sedikit sekali.
Arsitektur masjid ini kental bergaya Timur Tengah, hal ini terlihat pada menara yang berdiri di depan pintu masuk masjid. Sementara itu, bangunan utama masjid bergaya khas Jawa dengan atap masjid susun tiga.
Namun, secara keseluruhan Masjid Layur merupakan percampuran dari tiga budaya yakni, Jawa, Melayu, dan Arab. Masjid Menara masih sama seperti pertama kali dibuat. Hanya ada sedikit perbaikan dan penggantian pada bagian genteng dan penambahan ruang untuk pengelola di sisi kanan masjid.
Alamat Masjid Menara (layur)
Alamat Masjid Menara (layur) ini berada di Kelurahan Dadapsari Kecamatan Semarang Utara .
Ruet Menuju Masjid Menara (layur) Semarang
Lokasi Masjid Menara (Layur) ini berada di Jalan Layur dan mudah dijangkau, dari pasar johar ke arah Kota Lama melalui kantor pos jalan pemuda, sebelum jembatan berok belok kiri.
Jika menemui kendala untuk sampai ke lokasi jangan sungkan untuk bertanya kepada warga sekitar. Maklum, tempat ini tidak setenar kawasan Kota Tua Semarang, atau pun kawasan Simpang Lima. Lokasinya pun harus melewati gang-gang yang tidak terlalu lebar.

Tuesday, July 18, 2017

Water Blaster, Wahana Wisata Air di Semarang yang Terlengkap

Water Blaster Semarang
Water Blaster Semarang adalah sebuah tempat rekreasi disemarang yang cukup lengkap. Jadi buat anda yang bingung mau rekreasi di mana dan kemana ketika di Semarang, langsung saja disarankan pilih Water Blaster. Wahana  Waterpark yang menyediakan banyak sekali permainan dan atraksi seru yang semuanya bisa anda coba. Dengan jumlah keseluruhan permainan yang lebih dari 20 wahana air semuanya siap untuk memberikan pengalaman yang menantang buat pecinta wahana air.
Wahana yang Tersedia di Water Blaster Semarang
Bendulan, Blaster Warior, Jungle Tree, Great Wall sedikit dari puluhan wahana lain yang bisa anda mainkan. Dan semua tentu sudah dipenuhi dengan fasilitas yang lengkap seperti Gazebo, Family Gazebo, Vip Court, dan lain sebagainya. Semua wahana dan fasilitas yang ada hanya untuk menambah kenyamanan setiap wisatawan yang akan bermain di Waterpark kota lumpia tersebut.
Harga Tiket Masuk di Water Blaster Semarang
Buat anda yang sudah tidak sabaran untuk mengunjungi Waterpark yang fenomenal ini, alangkah baiknya kita lihat dahulu informasi harga tiket masuknya. Biar lebih mudah dan tidak ribet kita sampai di Water Blaster Semarang.

Kalau anda berniat mengunjungi Water Blaster di Semarang pada hari biasa yakni Senin – Jumat, maka harga tiket masuknya bisa anda beli dengan harga Rp 60.000.
Sedangkan untuk akhir pekan (Sabtu dan Minggu) harga tiket masuk Water Blaster Semarang Rp 80.000. Untuk hari libur Nasional Harga Tiket masuk akan disesuaikan kembali.
Pada musim liburan seperti Desember dan Juli, biasanya harga tiket masuk tempat wisata mengalami penyesuaian, ada baiknya langsung menghubungi waterpark untuk kepastian harga tiket masuk.
Jam Buka di Water Blaster Semarang
Sedangkan untuk jam operasional di wisata wahana Waterpark ini mulai dibuka:
hari Senin, dibuka pukul 13: 00 – 17:30
hari Selasa – Jumat. dibuka pukul 10.00 – 17.00 
Dan sedangkan untuk akhir pekan yakni Sabtu – Minggu dan Hari Libur Nasional waterpark mulai dibuka pukul 07.00 pagi sampai jam 17.30 Wib Sore.
Wahana Menarik di Water Blaster Semarang
Sesuai dengan namanya Water Blaster Semarang yaitu mengusung konsep waterpark dengan beragam kegiatan yang berhubungan dengan permainan air. Wahana-wahana dengan banyak pilihan disajikan untuk kecerian setiap pengunjung yang datang ke waterpark ini. Beberapa wahana yang layak untuk dicoba antara lain:
Slider : Wahana yang memiliki 2 seluncuran, dengan ketinggian dan panjang lintasan yang akan menguji andrenalin. Salah satu seluncuran merupakan yang terpanjang dan tertinggi di Water Blaster Semarang.
Slide Race : Wahana yang sangat cocok buat kamu yang suka peluncuran dengan kecepatan tinggi. Meluncur dari ketinggian 12 meter meluncur dilintasan sepanjang 60 meter pasti akan seru sekali. Kamu juga bisa balapan dengan pengunjung lain untuk menguji jiwa kompetitif kamu.
Family Slide : Sangat cocok dimainkan keluarga yang membawa anak-anak. Seluncuran air yang tidak terlalu tinggi hanya 3,5 meter serta panjang 18 meter pasti akan membuat anak-anak akan ceria ketika memainkan wahana ini.
Beach : Lazy River sepanjang 250 meter, kamu bisa mengarungi sugai buatan ini dengan beberapa kejutan menarik tentunya. Atau kalau kamu sudah terlalu lelah bermain di berbagai wahana kamu juga bisa bersantai di sungai buatan ini.
Wahana wisata permainan lain juga masih banyak dan tentu semua bikin penasaran dan layak untuk dimainkan. Baik untuk anak-anak maupun yang sudah dewasa.
Ketentuan tiket masuk Water Blaster Semarang :
1. Gratis menikmati semua wahana Water Blaster kecuali Flying Fox.
2. Gratis Pelampung atau Ban permainan selama persediaan masih ada
Alamat Water Blaster Semarang
Alamat Water Blaster Semarang ini berada di Jl.Bukit Candi Golf no.1, Semarang 50274, Indonesia, No Telp : (024) 850-0030, Fax : (024) 850-1123, dan email : info@waterblasterindonesia.com.

Monday, July 17, 2017

Stasiun Tawang, Peninggalan Belanda yang Mengesankan

Stasiun Tawang Semarang
Stasiun Tawang, Peninggalan Kolonial Belanda yang Mengesankan.
Sahabat yang pernah berkunjung ke jawa terlebih di Semarang yang naik kereta api lewat jalur utara Jawa maka tentu akan melewati dan mengenal Stasiun Tawang Semarang. Stasiun tua yang ada di Semarang yang penuh dengan sejarah. Stasiun ini menurut cerita adalah stasiun tertua di semarang bahkan di Indonesia.
Semua kereta penumpang yang melintas di jalur utara jawa, baik kelas eksekutif, bisnis, maupun ekonomi pasti berhenti atau pun sekedar melewati stasiun Tawang ini. Stasiun yang berada di wilayah Tanjung Mas, Semarang Utara, Kota Semarang ini ternyata menyimpan banyak sejarah tentang perkeretaapian Indonesia jaman dahulu.

Sejarah Stasiun Tawang Semarang
Stasiun Tawang tersebut didirikan oleh perusahaan kereta api swasta Nederlansch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) dan diarsiteki oleh seorang arsitek terkenal Belanda Mr Sloth Blauwboer. Setelah rancangan gambar disetujui, sesi upacara peletakan batu pertama pembangunan pun baru dimulai pada 29 April 1911.
Tiga tahun setelah peletakan batu pertama tanda pengerjaan di mulai maka stasiun baru NISM rampung pengerjaanya dan diresmikan pada 1 Juni 1914. Sedangkan untuk namanya di sesuaikan dengan  nama wilayahnya, stasiun tersebut dinamakan Stasiun (Semarang) Tawang NIS. Sejak peresmian itu stasiun lama semarang lebih dikhususkan untuk stasiun bongkat muat barang dan Stasiun Tawang hanya melayani kereta api penumpang.
Saat masa kemerdekaan, Stasiun Tawang Semarang pernah menyelenggarakan perjalanan Kereta api Luar Biasa (KLB) sebanyak dua kali. Pertama ialah pada saat para pemuda dan pekerja kereta api di Semarang Tawang melakukan perjalanan jurusan Bandung untuk pertama kalinya. Perjalanan pada 10 September 1945 itu untuk membuktikan kepada para pimpinan Indonesia di kantor pusat Bandung bahwa perkeretaapian di seluruh Jawa Tengah sudah berhasil dikuasai rakyat Indonesia.
KLB kedua terjadi pada akhir bulan Oktober pada tahun1945, yaitu pada saat kedatangan Presiden Soekarno bersama dengan Sekneg (Sekretaris Negara) Gafar Pringgodigdo di Stasiun Tawang guna untuk perundingan gencatan 'Pertempuran Lima Hari Semarang' pada saat peristiwa pertempuran itu sendiri, awak Stasiun Tawang Semarang dan terkhusus semua warga semarang dengan semangat yang membara siap membantu pemerintah dengan mengungsikan 15 lokomotif kiriman dari Stasiun Poncol untuk diteruskan menuju Kedungjati.
Selain memiliki cerita sejarah yang menarik untuk diketahui, Stasiun Semarang Tawang memiliki keunikan tersendiri yaitu jika umumnya stasiun kereta di Indonesia memakai nada Westminster Chime sebagai penanda kedatangan kereta, maka tidak dengan Stasiun Tawang. Stasiun ini menggunakan melodi bel pertanda datang-perginya KA selalu menggunakan lagu tradisional khas daerah Semarang yang berjudul "Gambang Semarang".
Jika anda datang berkunjung atau ingin menggunakan jasa transportasi kereta api di stasiun tawang ini, maka anda juga bisa menikmati pemandangan bangunan masa lalu pada jaman kolonial belanda yang masih aktif dan bisa di nikmati sampai saat sekarang ini.
Alamat Stasiun Tawang Semarang
Alamat: Jl. Taman Tawang No 1 Semarang
Stasiun Semarang yang bernama Tawang merupakan stasiun induk di Kota Semarang yang melayani kereta api eksekutif dan bisnis, serta ekonomi. Stasiun ini merupakan stasiun kereta api besar dan tertua di Indonesia. Sejak pertama kali di bangun, tak banyak terjadi perubahan di Stasiun Tawang. Hampir seluruh bagian di stasiun ini masih tetap sama. Lapangan di depan Stasiun Tawang (sekarang menjadi Polder) juga mempunyai nilai historis yang tinggi yaitu sebagai ruang terbuka di kawasan kota lama yang difungsikan sebagai tempat upacara, olah raga, pertandingan dan sebagainya.

Tuesday, June 27, 2017

Simpang Enam Demak, Wisata Yang Lagi Ngehits di Demak

Alun alun Depan Masjid Agung Demak Menjadi Simpang Enam Demak
Simpang Enam Demak adalah salah satu lokasi yang menjadi tujuan para pecinta suasana romantis, maka dari itulah tempat ini selalu penuh di kunjungi oleh pemuda pemudi yang ingin menghabiskan waktu libur bersama teman dan keluarga dan bahkan alun alun kepunyaan demak ini sudah menjadi ikon bagi kota wali tersebut.
Kemudahan akses menuju tempat ini serta banyaknya souvenir yang di jajakan serta berbagai tempat kuliner di sekitar kawasan alun alun membuat Simpang Enam Demak menjadi tempat wisata yang banyak di datangi oleh pemuda pemudi serta keberadaannya di jantung kota atau pusat keramaian di kota Demak membuat lokasi ini semakin banyak di gemari masyarakat.
Di Simpang Enam Demak ini berada di lapangan besar yang sangat strategis, saat senja mulai datang saat itulah tempat alun alun Simpang Enam ini mulai tampak ramai di kunjungi oleh masyarakat sekitar untuk menghabiskan waktu malam bersama kekasih, keindahan alun alun Simpang Enam Demak ini akan sangat terlihat ketika malam tiba, suasana romantis nya membuat semua pengunjung terbuai di padu dengan lampu lampu yang menghiasi pinggir jalan pantura yang berlafadhkan asmaul husna (nama nama Allah yang berjumlah 99) menjadikan alun alun ini semakin tampak menawan.

Bukan hanya ramai di kunjungi warga sekitar untuk menghabiskan malam minggu dan hari libur, tetapi alun alun Simpang Enam Demak juga ternyata sering dijadikan tempat berlangsungnya kegiatan islami seperti pengajian akbar HAUL Raden Fatah, Istighosah dan lain lain sebagainya.
Keberadaanya yang berada di pusat kota demak membuat lokasi ini semakin ramai pengunjung, di tambah lagi keberadaanya pas di depan Masjid Agung Demak yang melegenda sampai Nusantara, serta dekat dengan makam dari pemimpin pertama kerajaan Demak Bintoro membuat alun alun ini semakin banyak di kunjungi wisatawan.
Masjid Agung Demak
Sejarah mencatatkan bahwa alun alun ini berada di depan masjid agung yang merupakan pusat kota Demak dan masjid ini menjadi tempat berkumpulnya para wali yang juga disebut wali songo. Dibangun pada masa kekuasaan Raden Fatah pada abad ke-15, secara politik masjid agung ini menjadi pusat pemerintahan pada waktu itu, mulai dari ibadah, mengatur strategi perang bahkan sampai hal belajar mengajar.
Secara arsitekturalnya, Masjid Agung Demak memiliki ukuran dan ciri khas seperti yang di miliki kerajaan Majapahit, dan juga memiliki keunikan tersendiri. Sedikitnya ada empat keunikan Masjid Agung Demak, yakni sebagai berikut:
1. Saka Tatal
2. Atap Berundak Tiga
3. Lawang Bledeg
4. Kolam Wudlu
Museum Masjid Agung
Museum Masjid Agung Demak adalah sebuah museum yang terletak di dalam kompleks Masjid Agung Demak, terdapat di lingkungan alun-alun kota Demak. Museum ini buka tiap hari mulai dari hari Senin hingga Minggu pada jam kerja. Museum ini menyimpan berbagai barang peninggalan Masjid Agung Demak. Jumlah koleksi benda bersejarah di museum ini mencapai lebih dari 60 koleksi benda-benda bersejarah Masjid Agung Demak, bahkan benda zaman Kerajaan Majapahit hingga Kesultanan Demak Bintoro.
Kuliner dan Souvenir di Simpang Enam Demak
Untuk urusan perut ketika berada di lokasi Simpang Enam Demak ini anda dan keluarga tidak usah khawatir karena semua jajanan berbentuk apapun baik yang berjenis makanan ringan maupun makanan berat semua tersedia di lokasi ini.
Keramaian Simpang Enam Demak ini dapat anda temui ketika malam hari terutama hari sabtu sore atau malam minggu, serta hari minggu pagi di lokasi alun alun Simpang Enam ini banyak orang yang menghabiskan waktu untuk melakukan Car Free Day dan juga bisa berolah raga lari lari kecil mengelilingi alun alun bersama keluarga maupun sahabat dekat. Sementara itu berbagai souvenir, alat sekolah sampai alat rumah tangga, sandal sampai hiasan rambut, semuanya juga dijual di area alun-alun Simpang Enam Demak.
Alamat alun alun Simpang Enam Demak
Alun alun Simpang Enam Demak ini berada di depan Masjid Agung Demak yang merupakan pusat kota Demak, yakni di jalan sultan fatah, kelurahan Bintoro / kauman, kecamatan Demak, provinsi jawa tengah.
Rute Menuju alun alun Simpang Enam Demak
Sedangkan akses yang dapat anda lakukan untuk menuju Simpang Enam Demak sangat mudah, apabila anda memulai perjalanan dari semarang maka langsung saja menuju jalan yang akan mengantarkan anda menuju Surabaya, sebelum sampai di lokasi anda akan menemukan lampu merah, teruskan saja setelah anda melihat lampu merah tersebut. Jaran dari lampu merah tadi ke Simpang Enam sekitar 3 km saja. Setelah itu anda akan menemukan alun alun yang sangat luas dan indah yang bertuliskan Simpang Enam Demak, itu pertanda anda sudah sampai di tujuan anda yaitu Simpang Enam Demak. Karena alun alun ini pas di depan Masjid Agung Demak.