Sunday, May 7, 2017

pantai parangkusumo, mitos tempat bertemunya raja mataram dengan ratu laut kidul

Pantai Parangkusumo Bantul, Tempat Pertemuan dengan Ratu Laut Kidul
Pantai Parangkusumo merupakan kawasan pantai yang dikeramatkan dan disakralkan oleh masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya karena konon pantai ini sebagai tempat bertemunya Sultan Yogyakarta dengan Ratu Penguasa Laut Selatan. Pantai ini berada di sebelah barat kawasan Pantai Parangtiris yang menjadi tujuan utama wisata di sekitar Yogyakarta.
Lokasi Pantai Parangkusumo masih dalam Kompleks Pantai Parangtritis. Akses jalan menuju ke Pantai Parangkusumo dapat melalui jalan penghubung Pantai Parangtritis dengan Pantai Depok yang berada di bibir pantai atau menyusuri jalan berpaving Pantai Parangtritis ke arah barat. Kawasan Pantai Parangkusumo ditandai dengan gapura kraton yang di dalamnya merupakan Cepuri Parangkusumo.

Pemandangan alam Pantai Parangkusumo nyaris sama dengan kawasan Pantai Parangtritis karena masih satu kompleks. Pasir Pantai Parangkusumo berwarna kecoklatan khas pasir pantai yang berada di pesisir pantai kabupaten Bantul. namun kondisi Pantai Parangkusumo terlihat lebih sepi dibanding Pantai Parangtritis karena sebagian besar wisatawan diarahkan untuk berwisata ke Pantai Parangtritis.
Cepuri Parangkusumo yang konon merupakan tempat bertemu antara Raja atau Sultan Yogyakarta dengan Penguasa Laut Selatan atau Ratu Kidul. Kompleks Cepuri ini dibangun menyerupai kraton dengan gapura pada bagian depan, halaman, pendopo, balai peristirahatan, masjid, dan pagar berlubang setinggi satu meter yang mengelilingi kompleks. Khususnya Cepuri Parangkusumo dibangun tembok keliling 10 x 8 meter dengan pintu menghadap ke selatan.
Pantai Parangkusumo dianggap sebagai gerbang utama atau jalan tol menuju Keraton Gaib Laut Selatan, sebuah kerajaan Nyi Roro Kidul yang menguasai Laut Selatan (Samudera Hindia). Berbagai acara labuhan, baik dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat maupun dari masyarakat setempat digelar di pantai Parangkusumo. Ritual Labuhan Keraton di Pantai Parangkusumo merupakan simbol ikatan dan kekuasaan antara keraton dan penguasa laut selatan.
Sejarah Pantai Parangkusumo
Berdasarkan cerita almarhum Mbah Nono panggilan akrab RP Suraksotarwono juru kunci sekaligus sesepuh warga Pantai Parangkusumo yang baru meninggal dunia, labuhan kepada Kanjeng Ratu Kidul merupakan sebuah ritual yang penting bagi Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Ratu Kidul berjanji untuk mengayomi Panembahan Senopati dan seluruh keturunannya dan Kerajaan Mataram ketika berada dalam kesulitan. Berdasarkan nasehat dari Ki Juru Mertani, Panembahan Senopati bermeditasi di Pantai Parangkusumo, sebuah pantai kecil di pinggiran Laut Selatan.

Meditasi yang luar biasa tersebut mengakibatkan “goro-goro” atau menimbulkan kekacauan di Kerajaan Segara Kidul (laut selatan). Kanjeng Ratu Kidul pun mendatangi penguasa Mataram tersebut dan mengatakan bahwa harapannya telah dikabulkan oleh Sang Maujud Agung. Kemudian perjanjian antara Panembahan Senopati dan Kanjeng Ratu Kidul dibuat. Hubungan antara raja-raja Mataram dan Kanjeng Ratu Kidul telah memperkokoh legitimasi kebudayaan kepada Sri Sultan Hamengkubuono.
Cerita tersebut sampai sekarang masih dipercayai oleh masyarakat Yogyakarta. Sehingga masyarakat masih melakukan ritual di kawasan Cepuri sebagai tempat pertemuan antara Ratu Kidul dengan Panembahan Senopati dan juga di Kawasan Pantai Parangkusumo yang dipercaya merupakan keratonnya Ratu Kidul.
Meski hanya sebuah cerita yang turun temurun, masyarakat tetap melakukan semedi di Pantai Parangkusomo kata Mbah Nono. Pada tahun 1973 ketika akan diberi limpahan jabatan dari ayahnya, dia didampingi ayahnya melakukan semedi Pantai Parangkusmo. Saat itu tiba-tiba air laut surut dan terlihat adanya sebuah kerajaan. Saat dia masuk, dari depan kerajaan terlihat seperti ada gerbang yang megah. Melewati gerbang terlihat bangunan seperti pendapa yang dilengkapi tiga tangga yang terbuat dari batu yang sangat indah dan sangat bersih.
Nuansa sakral akan segera terasa sesaat setelah memasuki kompleks Pantai Parangkusumo, pantai yang terletak 30 km dari pusat kota Yogyakarta dan diyakini sebagai pintu gerbang masuk ke istana laut selatan. Wangi kembang setaman akan segera tercium ketika melewati deretan penjual bunga yang dengan mudah dijumpai, berpadu dengan wangi kemenyan yang dibakar sebagai salah satu bahan sesajen. Sebuah nuansa yang jarang ditemui di pantai lain.
Kesakralan semakin terasa ketika anda melihat taburan kembang setaman dan serangkaian sesajen di Batu Cinta yang terletak di dalam Puri Cepuri, tempat Panembahan senopati bertemu dengan Ratu Kidul dan membuat perjanjian. Senopati kala itu duduk bertapa di batu yang berukuran lebih besar di sebelah utara sementara Ratu Kidul menghampiri dan duduk di batu yang lebih kecil di sebelah selatan.
Tapa Senopati yang membuahkan hasil juga membuat banyak orang percaya bahwa segala jenis permintaan akan terkabul bila mau memanjatkan permohonan di dekat Batu Cinta. Tak heran, ratusan orang tak terbatas kelas dan agama kerap mendatangi kompleks ini pada hari-hari yang dianggap sakral. Ziarah ke Batu Cinta diyakini juga dapat membantu melepaskan beban berat yang ada pada diri seseorang dan menumbuhkan kembali semangat hidup.
Selain melawati Batu Cinta dan melihat prosesi labuhan, anda juga bisa berkeliling pantai dengan naik kereta kuda. Anda akan diantar menuju setiap sudut Parangkusumo, dari sisi timur ke barat. Sambil naik kereta kuda, anda dapat menikmati pemandangan hempasan ombak besar dan semilirnya angin yang menyegarkan jiwa dan hati setiap wisatawan yang berkunjung.
Alamat Pantai Parangkusumo
Pantai Parangkusumo terletak di Komplek Pantai Parangtritis, Dusun Mancingan, Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta.
Akses menuju pantai parangkusumo
untuk akses menuju pantai parangkusumo ini maka yang dapat dilakukan adalah menuju pantai parangtritis yang sangat terkenal itu, kemudian menuju pantai parangkusumo yang terletak di sebelah barat dari pantai parangtritis.
Kuliner di Sekitar Pantai Parangkusumo
Setelah aktifitas dalam berwisata anda tampak melelahkan saatnya anda mengisi stamina dengan makanan dan minumam, Parangkusumo memiliki sejumlah warung yang menjajakan makanan. Banyaknya jumlah peziarah membuat wilayah pantai ini hampir selalu ramai dikunjungi, bahkan hingga malam hari. Hal tersebut dimanfaatkan warga sekitar untuk mengais rejeki dengan berdagang makanan dan minuman.

pantai wediombo gunungkidul, kolam renang alami di sebelah pantai

Unik, ‘Kolam Renang’ alami hanya ada di Pantai Wediombo, Yogyakarta
Dibandingkan Pantai Parangtritis, Pantai Wediombo mungkin masih terdengar asing di telinga para penggemar berwisata yang sering jalan-jalan bahkan sampai ke Yogyakarta. Wajar sekali karena Pantai Wediombo baru beberapa tahun silam dibuka untuk umum sebagai obyek wisata. Kalo anda tidak suka dengan keramaian dan mungkin suka suasana hening, inilah tempat yang mungkin bisa anda kunjungi buat menyegarkan pikiran sambil menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa.
Pantai Wediombo masih dalam wilayah Desa Jepitu, Girisubo, Kabupaten Gunungkidul dan nama ‘Wediombo’ adalah sebuah istilah dalam bahasa Jawa yang berarti ‘pasir (wedi) yang luas (ombo)’. Meski demikian jangan dipikir kalau pasir di Pantai Wediombo sama luas atau bahkan lebih luas dari pantai parangtritis atau pantai indrayanti, Panjang garis Pantai Wediombo lebih sempit, suasana sekitarnya lebih sunyi, pasir pantainya lebih bersih dan nyaris nggak ada sampah plastik berceceran di lokasi ini.

Ciri khas Pantai Wediombo adalah gugusan batu karang di beberapa titik sekitar pantai. Batu karang yang kokoh tadi bentuknya unik dan kerap dimanfaatkan wisatawan untuk berfoto-fotoan bahkan memancing. Seperti pantai selatan lainnya, ombak Pantai Wediombo memang agak garang. Tingginya hampir 3-4 meter, itu pun kalau belum lagi pasang, melihat keganasan ombaknya sudah jelas kalau aktivitas berenang atau bermain air di pantai tidak disarankan untuk dilakukan di Pantai Wediombo, kecuali kamu benar-benar mahir berenang.
Kolam Renang Alami di Pantai Wediombo
Tetapi anda tidak usah khawatir karena ada semacam kolam alami tidak jauh dari Pantai Wediombo dan anda bisa menyegarkan diri di sini buat menenangkan me-refresh diri tanpa khawatir terseret ombak. Kolam renang alami ini kayaknya terbentuk dari air laut yang menerjang masuk ke daratan dan terjebak di antara sekumpulan batu karang. Anda  dapat melihat ikan-ikan kecil penghuni kolam kejar kejaran, Semua tampak jelas karena air kolam alami Pantai Wediombo ini jernih banget dengan warna hijau kebiruan.
Kalau tidak ingin basah-basahan anda bisa bermain pasir di pantai, atau juga jalan-jalan ke bukit hijau yang mengapit Pantai Wediombo di sisi kanan dan kiri. Saat yang paling pas buat ke Pantai Wediombo adalah menjelang sore supaya anda tidak kehilangan momen matahari terbenam di pantai ini. 
Selain memiliki ombak yang asyik digunakan untuk berselancar, Pantai Wediombo juga dikenal memiliki panorama sunset sangat fenomenal dibandingkan dengan pantai-pantai Gunungkidul lainnya. Hal ini dikarenakan Pantai Wediombo menghadap ke barat dan bukannya ke selatan. Pada bulan November hingga Mei, anda bisa menyaksikan matahari yang tenggelam tepat di horizon. Pemandangannya dijamin mengesankan!

Katanya hidup akan semakin seru jika kita mau mencoba hal-hal yang baru. Jika selama ini kunjungan ke pantai hanya dihabiskan dengan berenang, bermain pasir, atau bersantai sembari menikmati kelapa muda, kini saatnya anda mencoba melakukan sesuatu yang menguji nyali yakni surfing. Tak harus jauh-jauh ke cimaja, Banyuwangi, atau Bali. Anda cukup datang ke Pantai Wediombo yang terletak di Gunungkidul.
Sejak satu tahun terakhir Pantai Wediombo ini berkembang menjadi salah satu tempat berkumpulnya para “pemburu ombak”. Tiap akhir pekan mereka berdatangan ke Wediombo guna bercengkrama dengan ombak yang katanya paling baik di Yogyakarta. Berbeda dengan ombak di Pantai Parangtritis yang lokasinya berpindah-pindah, tipe ombak di Pantai Wediombo cenderung stabil dan tidak berubah-ubah karena pantai ini berbentuk menyerupai teluk yang dikelilingi bukit karang.
Untuk mencapai bibir pantai anda harus menuruni puluhan anak tangga dari lokasi parkir. Pantai Wediombo memang dipeluk oleh perbukitan. Pohon-pohon yang tumbuh di sekitar pantai menjadikan pantai ini sejuk dan tidak gersang. Gugusan karang yang ada di Pantai Wediombo merupakan fenomena geologi yang berasal dari batuan Gunung Berapi Purba.
Setiap setahun sekali, di Pantai Wediombo diadakan ritual Ngalangi. Upacara adat ini merupakan perwujudan rasa syukur kepada Sang Pencipta atas hasil panen yang melimpah serta untuk memohon rejeki di tahun-tahun yang akan datang. Selain melarung sesaji ke laut, dalam ritual Ngalangi ini juga ada aktivitas menangkap ikan menggunakan gawar (jaring dari pohon wawar). Ikan-ikan tersebut kemudian akan dimasak dan dimakan bersama pada acara kenduri besar.
Alamat Pantai Wediombo Gunungkidul
Pantai Wediombo terletak di Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Gunungkidul. Pantai ini terbilang cukup jauh jika dibandingkan pantai-pantai lainnya.
Akses Menuju Pantai Wediombo

Ada dua jalur yang bisa anda pilih buat mendatangi Pantai Wediombo. Cara pertama adalah dengan menyusuri jalan penghubung pantai-pantai Gunungkidul, teruskan saja sampai Tepus, kemudian akan sampai Girisubo. Kalau udah melewati daerah Girisubo artinya anda sudah hampir sampai di Pantai Wediombo.
Terus cara kedua lewat Wonosari (ibukota Kabupaten Gunungkidul), terus akan sampai ke Semanu dan Jepitu. Tetapi kedua jalur ini hanya bisa anda jalani menggunakan kendaraan sewaan atau pribadi aja.
Kalau anda mau menggunakan transportasi umum juga bisa. Dari mana saja langsung cari bus tujuan Yogyakarta. Sesampainya di Terminal Bus Giwangan, Yogyakarta ganti bus jurusan Yogya-Wonosari. Setelah sampai di Wonosari anda harus ganti bus lagi jurusan Wonosari - Jepitu. Bilang saja ke pak kernet bus kalau mau turun di pertigaan Jepitu. Setelah sampai di pertigaan ini anda naik lagi ojek dan akan mengantarkan anda sampai tujuan yaitu Pantai Wediombo.
Harga Tiket dan Terkait di Pantai Wediombo
Tiket masuk: Rp 5.000
Parkir motor Rp 2.000: menginap Rp 4.000
Parkir mobil Rp 5.000: menginap Rp 10.000
Surfing: Rp 100.000 (surf board, pemandu, foto)
Snorkeling: Rp 30.000 (lokasi di area pantai), Rp 80.000 (lokasi agak ke tengah laut dan harus naik kapal. Minimal peserta 6 orang).
Sewa motor trail: Rp 100.000
Sewa surfboard: Rp 50.000
Sewa body boot: Rp 20.000
Sewa payung: Rp 15.000
Sewa tenda kapasitar 4 orang: Rp 35.000

Thursday, May 4, 2017

pantai depok bantul, sebuah alam yang mempesona

Pantai Depok Bantul, sebuah pantai yang indah mencengangkan

Wisata Pantai Depok Jogja, memang dikenal sebagai lokasi dengan keindahan pantainya. Selebihnya, pantai ini juga terkenal akan rancangan wisata kuliner yang berberbeda dengan Pantai Slili yang terkenal akan snorkeling yang sama-sama menggoda. Bila wisatawan sudah di lokasi ini, pasti akan menemui pemandangan yang langka yaitu sederetan warung atau rumah makan yang menyediakan berbagai macam makanan aneka seafood.
Rumah makan – rumah makan tersebut sengaja dihadapkan selatan, selain pengunjung bisa menikmati makanannya, mereka juga akan dapat menikmati keindahan panaroma alam pantai depok. Sungguh asyik di pandang, bahkan asyik dilidah. Kuliner Pantai Depok Yogyakarta ini semua hidangan seafoodnya disajikan dalam keadaan segar ketika di masak. karena langsung diambil dari pantai.
Kuliner Pantai Depok umumnya disajikan dengan dimasak bila tidak dibakar yaa digoreng. jika ingin memesannya, datang saja ke tempat pelelangan ikan. Silahkan memesan ikan atau tangkapan laut lainnya yang anda inginkan. Biasanya, akan ada penjual yang kemudian mengantarkan anda menuju warung makan. Tidak perlu khawatir, harganya sangat ramah kok, seramah orang-orangnya. 1/2 kilo ikan cakalang plus minuman, dengan bonus ongkos masaknya dapat anda nikmati cukup dengan uang sekitar Rp 22.000-25.000.
Sejarah Pantai Depok Bantul
Sejarah Pantai Depok Parangtritis bermula dari pecahnya Kerajaan Majapahit. Perpecahan ini mengakibatkan prajurit melarikan diri ke sebuah tempat, dimana mereka akan mendirikan sebuah padepokan di sana. Maka diberilah nama Depok di daerah tersebut.
Depok selanjutnya dikuasai oleh Tunggul Wulung, yang saat itu memiliki anak angkat bernama Aris Baya. Anak inilah yang berperan mengelola Dusun Depok. Saat Tunggul Wulung meninggal, sehingga wilayah Depok menjadi kawasan rebutan Grogol. Sampai akhirnya terbagi menjadi dua bagian yaitu 24 ruah – nyadran Depok, dan 25 ruah – nyadran grogol.
Dikarenakan adanya otonomi daerah, Pada tahun 1947 kelurahan Sono dan kelurahan Grogol bergabung menjadi kelurahan Tirtoarjo, kelurahan Tirtoarjo inilah yang kemudian berubah menjadi kelurahan Parangtritis. Jadilah pantai Depok seramai pantai parangtritis.

Pantai Depok diadakan memang seperti untuk mengembangkan tempat pelelangan ikan dan wisata kuliner seafood. Nuansa khas warung makannya diiringi kesibukan para nelayan Pantai Depok yang sudah berkembang dari 10 tahun silam. Menurut cerita, sekitar tahun 1997, sebagian nelayan yang datang dari Cilacap menemukan tempat pendaratan yang cukup lumayan di Pantai Depok. Hasil drag bike Pantai Depok membuat para nelayan itu membawa hasil tangkapan yang cukup banyak sehingga menarik dan menggugah warga Pantai Depok untuk mencari ikan juga. 
Alamat Pantai Depok Bantul
Sesuai namanya, lokasi Pantai Depok Jogja terletak di Bantul dan termasuk kawasan wisata Bantul. Tepatnya di di Jl. Raya Pasir Putih, Sawangan, Depok. Di sana juga ada Kawasan Waterpark, sebuah taman wisata Pasir Putih Depok yang menjadi salah satu tempat wisata yang terkenal dan menarik untuk dikunjungi.
Tiket Masuk ke Pantai Depok Bantul
Tiket masuk Pantai Depok Jogjakarta ini sangatlah murah meriah. Hanya dengan uang Rp. 5000 kamu dapat berkeliling sepuasnya menikmati keindahan kuliner Pantai Depok Yogyakarta itu.
Kuliner di sekitar Pantai Depok Bantul
Harga ikan di Pantai Depok pun sangat murah. Dijamin selera makan anda akan digugahkan oleh bermacam hidangan seafood yang dapat kamu cicipi semaumu. Hidangan yang paling popular juga murah ialah ikan cakalang, harganya sekitar Rp 8.000 per kilogram nya, biasanya dapat 5 sampai 6 ekor ikan. Jenis ikan lainnya yang dapat kamu nikmati adalah kakap putih lezat, ada juga kakap merah dengan harga sekitar Rp 17.000 – Rp 25.000 per kilogram.
Ada juga jenis Ikan yang harga nya cukup mahal adalah ikan bawal dihargai sebesar Rp 27.000, 00 – Rp 60.000 per kilogram. Tak hanya jenis ikan saja, wisatawan juga dapat menikmati udang, cumi-cumi dan kepiting.

Beberapa warga sekitar pantai juga menetapkan profesinya sebagai pencari ikan. Mereka menyebutnya “Tekong”. Beberapa tekong melaut dengan modal perahu bermotor yang dilengkapi cadik. Akhirnya aktivitas menangkap ikan menjadi profesi tetap mereka yang dikerjakan nyaris sepanjang tahun, kecuali pada hari-hari tertentu yang dianggap keramat, seperti Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon. Jumlah hasil tangkapan itu cukup lumayan, asal di luar musim paceklik ikan sekitar bulan Juni – September.
Dengan jumlah tangkapan yang cukup besar itulah mereka mengembangkannya dengan membuka Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) dan dilengkapi dengan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang dinamai Mina Bahari 45. Selain itu, Tempat pelelangan ikan ini juga menerima setoran ikan dari tangkapan nelayan di pantai-pantai lain.
Bersamaan dengan itu, semakin banyak pula pengunjung pantai yang berjarak sekitar 1,5 km. dari Parangtritis ini, oleh masyarakat sekitar memanfaatkan peluang ini dengan membuka warung makan seafood. Nuansa tradisional menjadi lirikan pertama pembuatan warung ini agar kesannya lebih bersahabat dengan masyarakat setempat.
Semakin hari semakin ramailah warung-warung tersebut hingga menjadi wisata kuliner Pantai Depok seperti yang terlihat saat ini. Bangunan warung makannya dibuat sesimpel mungkin. Dengan atap limasan, tempat duduk dibuat lesehan memakai tikar serta meja-meja kecil. Walau simpel, tetap warung makan ini memperhatikan kebersihan sehingga terlihat bersih serta nyaman.
Landasan Pantai Depok biasanya digunakan untuk kegiatan atlet. Landasan ini akan diperpanjang hingga 800 meter agar lebih menggairahkan pecinta olahraga dirgantara, juga untuk memenuhi syarat taraf nasional maupun Internasional. Dengan perpanjangan landasan ini, juga akan semakin menambah daya tarik wisatawan terutama yang terkait dirgantara.
Di sana, anda akan menemukan panorama alam yang sangat langka dan menakjubkan, yakni Gumuk Pasir. Gumuk pasir yang ada di pantai ini hanyalah satu di lokasi Asia Tenggara dan merupakan satu fenomena yang langka didapati di daerah tropis. Di sini, anda dapat nikmati hamparan pasir luas, layaknya sedang berada di gurun.
Gumuk pasir yang berada di dekat Pantai Depok terbentuk sejak berapa ribu tahun lalu melalui proses yang cukup unik. Dulu, ada bermacam jenis yang terbentuk, yakni barchan dune, comb dune, serta longitudinal dune. Sedang saat ini hanya sebagian saja yang ada, yakni barchan serta longitudinal. Angin laut dan bukit terjal di samping timur menerbangkan pasir hasil aktivitas Merapi yang mengendap di dekat sungai menuju daratan, menjadi bukit pasir atau gumuk. Sehingga banyak gambar Pantai Depok Gunung Kidul yang tersebar di media social. 
Di pantai Depok juga ada taman wisata letaknya terpencil jauh dari jalan raya utama, saat ini jalanannya sedikit berlobang kurang bagus jadi harus agak hati-hati di jalan. waterpark ini terdapat tiga kolam renang disesuaikan dengan katagori usia.
Hotel dan Penginapan di Pantai Depok Bantul
Untuk soal penginapan nggak jauh sama yang ada di pantai gunungkidul. Penginapannya kelas Melati, dengan Fasilitas satu pondok dan empat gubuk. Untuk tarifnya sekitar Rp 50.000,- s.d. Rp 200.000.
Ternyata surutnya pantai Kecil ini menjadi peluang untuk bisa snorkeling tanpa alat dan bisa melihat keindahan warna warni batu-batu karang dan beberapa biota laut yang tertinggal di darat saat air pasang.

keunikan dan keindahan Pantai Sadeng di wonosari yogyakarta

Panorama Keindahan dan Sejarah Pantai Sadeng di Wonosari
Pantai Sadeng yang berada di Gunung Kidul, Yogyakarta, adalah satu dari sekian banyak pantai indah yang ada di yogyakarta. Pantai Sadeng berbeda dari pantai kebanyakan karena pantai ini  mempunyai sejarahnya yang unik dan langka. Selain menjadi destinasi yang menawarkan suasana pantai yang indah dan mengagumkan, ada juga kepercayaan bahwa dahulunya pantai ini adalah muara Sungai Bengawan Solo purba yang mengalir ke arah selatan. Kepercayaan tersebut muncul disertai pula dengan bukti-bukti yang masih bisa ditemukan hingga saat ini. Dari bukti tersebut, terlihat bahwa Sungai Bengawan Solo Purba yang mengalir tenang ke sebelah utara Jawa pernah bermuara di Pantai Sadeng.

Sejarah Pantai Sadeng Wonosari
Sungai Bengawan Solo Purba yang mengalir ke arah Pantai Selatan itu diperkirakan terjadi kurang lebih sekitar 4 juta tahun yang lalu. Sampai akhirnya, aliran tersebut berbalik arah ke utara Laut Jawa yaitu ketika lempeng Australia mulai menghujam di bawah Pulau Jawa yang akhirnya menyebabkan dataran Pulau Jawa terangkat. Terangkatnya dataran ini menyebabkan arus Sungai Bengawan Solo Purba menjadi tidak bisa melewati jalur yang ada. Jalur semula Bengawan Solo Purba ini akhirnya hanyalah tinggal jejak yang berupa perbukitan kapur di dekat Pantai Sadeng. Meskipun begitu, sisa aliran sungai Bengawan Solo purba ini menjadi jejak geologi yang sangat berharga untuk digunakn sebagai objek penelitian.
Banyak hal di sepanjang perjalanan menuju Pantai Sadeng yang dapat wisatawan nikmati, salah satunya adalah keindahan pemandangan Telaga Suling. Telaga Suling ini merupakan telaga yang diyakini sebagai sisa genangan air Sungai Bengawan Solo Purba. Jalur sisa aliran air Sungai Bengawan Solo Purba ini akan terlihat setelah anda memasuki kota kecamatan Girisubo. Bila anda ingin menikmatinya usahakan berjalandengan perlahan lahan bahkan sesekali berhenti sebentar di tepi jalan untuk melihat pemandangan Telaga Suling. Secara perlahan, amati dan nikmati sisa aliran Sungai Bengawan Solo Purba yangsekarang berubah menjadi Telaga Suling.
Disitu, akan terlihat dengan jelas dua buah perbukitan kapur memanjang, yang di tengahnya terdapat sebuah lembah. Semula, tempat itu merupakan jalur aliran dan dasar dari Sungai Bengawan Solo purba. Namun, sekarang ini lembah tersebut digunakan warga sebagai tempat bercocok tanam palawija karena tanahnya yang subur. Totalnya panjang lembah tadi sepanjang 7 km, berbelok ke arah utara hingga memasuki wilayah Pracimantoro yang berada di Kabupaten Wonogiri. Kalau anda mengikutinya, akan bertemu Bengawan Solo dan lokasi pembalikan arah bengawan solo. Sementara, muara dari Sungai Bengawan Solo Purba sekarang ini berada di pantai sebelah timur yang sekarang dimanfaatkan sebagai pelabuhan perikanan.
Awal cerita berkembangnya pelabuhan di Pantai Sadeng ini dimulai pada sekitar tahun 1983. Ketika itu ada serombongan nelayan yang berasal dari Gombong Jawa Tengah, yang berlabuh di pantai ini. Kemudian mereka memutuskan untuk menetap dan bertahan hidup dari hasil tangkapan laut di Pantai Sadeng. Karena hasil tangkapan yang diperoleh para nelayan semakin berlimpah maka semakin banyak yang bertahan disini. Puncaknya adalah ketika pada tahun 1986 didirikan sebuah pelelangan ikan dan dibangun juga mercusuar untuk mendukung aktivitas nelayan sekitar.
Selain tempat wisata pantai Sadeng juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekitar. Sebagian pantai memang dimanfaatkan sebagai salah satu pelabuhan perikanan di Yogyakarta. Menariknya lagi, ini adalah salah satu pelabuhan ikan yang paling maju di Yogyakarta. Lebih sering dikenal dengan sebutan Pangkalan Pendaratan Ikan ( PPI ). Aktifitas yang terlihat sehari – hari di pelabuhan ini begitu hidup. Di tempat ini terlihat banyak perahu motor berukuran besar, rumah pondokan, pelelangan ikan dan koperasi, hingga terminal pengisian bahan bakar untuk Kapal Nelayan.

Selain menikmati keindahan sekitar Pantai Sadeng, cobalah untuk berkeliling di sekitar pelabuhan. Amati aktivitas sehari – hari warga yang terjadi di pelabuhan dekat Pantai Sadeng ini. Akan sering dijumpai beberapa nelayan sedang membersihkan perahu, membawa ikan hasil tangkapan ke tempat pelelangan ikan, hingga menggiling es batu yang digunakan untuk mengawetkan dan membuat ikan tetap segar. Tidak jarang pula terlihat ibu-ibu yang sedang mengasuh anak di pondokan sekitar pantai melengkapi betapa harmonisnya suasana sekitar Pantai Sadeng.
Alamat Pantai Sadeng Wonosari
Pantai Sadeng terletak di Desa Pucung, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Jarak sekitar 50 Km dari Wonosari. Koordinat GPS - lokasi: S8°11'31" E110°47'45". Lokasi berada di ujung Timur dari deretan wisata pantai Gunungkidul.
Pantai Sadeng ini adalah sebuah bukti nyata proses evolusi, mulai dari sisa – sisa sungai Bengawan Solo purba yang sekarang berubah menjadi ladang penghasilan masyarakat sekitar. Hingga cerita perkembangan sebuah desa nelayan kecil menjadi Pelabuhan perikanan yang ramai dan salah satu yang terbesar di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, jadi mungkin tempat wisata Pantai Sadeng ini menjadi tujuan destinasi wisata anda selanjutnya.
Rute Menuju Pantai Sadeng Wonosari
Rute Pantai Sadeng dari Jogja:
Jogja - Piyungan - Patuk - Sambipitu - Lanud TNI AU Gading - Siyono - Wonosari - Semanu - Rongkop - Girisubo - Desa Pucung Girisubo - Pantai Sadeng
Tenang saja, Pantai Sadeng tidak terlalu jauh dari pusat kota Yogyakarta kok. Pantai ini lokasinya berada di Desa Songbanyu dan Desa Pucung, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunung kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jaraknya sekitar 46 km dari Wonosari atau sekitar 80 km dari pusat kota Yogyakarta.
Tiket Masuk ke Pantai Sadeng
Dengan harga tiket masuk menuju Pantai Sadeng yang cukup murah, yaitu Rp5.000 per orang, ternyata fasilitas di sekitar pantai cukup lengkap. Karena sekitar pantai ini adalah sebuah pantai pelabuhan yang aktif, fasilitas seperti tempat parkir yang luas, kamar mandi, warung kelontong, warung makan yang menyediakan berbagai masakan seafood banyak tersedia. Pokoknya, fasilitas di Pantai Sadeng ini lengkap.

Wednesday, May 3, 2017

pantai Ngrenehan gunungkidul, pantai yang indah fenomenal

Pantai Ngrenehan Gunung Kidul Yogyakarta, keindahan yang tersembunyi
Terkenal akan jajaran pantainya dan juga wisata lainnya itulah Gunungkidul, kabupaten Gunungkidul mempersembahkan wisata alam yang indah dan masih asri alami contohnya seperti pantai Ngrenehan ini. Pantai Ngrenehan ini terletak di desa Kanigoro, kecamatan Saptosari, kabupaten gunungkidul. Pantai Ngrenehan sangat terkenal sekali dengan hasil lautnya karena di pantai ini banyak aktifitas nelayan yang sedang menangkap ikan, di pantai ini juga ada TPI (tempat pelelangan ikan), pantai Mgrenehan ini pengunjung bisa berbelanja ikan segar dan juga bisa menikmati keindahan laut bersama keluarga tercinta.

Pantai Ngrenehan selain cocok untuk wisata keluarga juga cocok sekali untuk menenangkan dan me-refresh pikiran sambil minum air kelapa muda di bawah pohon dan menikmati suasana yang ada di lokasi pantai ini, karena sedikit masih cenderung sepi tetapi hal tersebut sama sekali bukan karena pemandangan yang kurang bagus bahkan bisa dikatakan sangat indah mempesona.
Pantai ngrenehan begitulah para pecinta alam menyebutnya, Pantai Ngrenehan ini menawarkan wisata alam yang sangat indah yang terletak di daerah Gunung Kidul Yogyakarta. Selain itu, jika anda sedang mengharapkan untuk melakukan wisata ke pantai Gunungkidul yang indah mempesona juga sekaligus menawarkan wisata kuliner yang menawan dan lezat, maka pantai Mgrenehan inilah tempat yang terbaik dan pas untuk anda kunjungi. Anda bisa menyaksikan aktifitas nelayan yang mencari ikan di laut kemudian anda bisa menikmati sajian ikan segar sambil menikmati hembusan angin laut. Berbeda sekali pemandangan yang ada di Pantai lainnya yang perpaduan air terjun dan laut, hal semacam itu tidak bisa pengunjung dapatkan di sembarang tempat.
Keindahan Wisata Pantai Ngrenehan
Pantai ngrenehan berada di deretan pantai pantai yang memanjang di sekitar gunung kidul. Anda bisa berkunjung ke pantai ini sekalian juga dengan berbagai pantai pantai wisata di yogyakarta. Lokasi pantai yang paling dekat dari pantai Ngrenehan ini adalah pantai ngobaran yang akan menyajikan panorama keunikan pasir putih. Belum lagi terdapatnya candi yang tak bisa pengunjung temukan di pantai pantai selain ini. Bisa juga pengunjung dapat mengambil rute perjalanan ke pantai ngobaran terlebih dahulu baru kemudian pengunjung ke pantai Ngrenehan ini untuk mengisi perut, setelah itu baru merasakan sensasi yang di tawarkan pantai Ngrenehan yang fenomenal.
Sebagaimana di pantai ngobaran, di Pantai ngrenehan pun pengunjung dapat menemukan pasir putih yang indah. Itu merupakan pesona yang sangat indah untuk dinikmati terutama ketika disorot sinar matahari. Deburan ombak yang tinggi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka yang menyukai wisata alam. Selain dekat dengan pantai ngobaran, lokasinya juga dekat dengan pantai nguyahan. Di sini, pengunjung pasti akan terpesona pula melihat kebiasaan nelayan yang pergi melaut sehingga tempat wisata yang satu ini pun bisa dijadikan tempat wisata budaya yogyakarta pula selain murni wisata alam.

Tips  Berwisata di Pantai Ngrenehan
Untuk para wisatawan yang ingin mendapatkan sensasi lebih dengan berwisata ke Pantai ngrenehan ini, maka disarankan untuk memilih waktu yang pas. Misalnya wisatawan bisa datang ke pantai ini menjelang bulan purnama untuk melihat salah satu warisan budaya yang biasa dilakukan warga di pantai ngobaran. Di sana biasa dilakukan upacara melasti setiap bulan purnama khususnya pada saat hari raya nyepi. Karena jarak kedua pantai ini hanya sekitar satu kilometer maka anda bisa menyempatkan diri melihatnya di sana.
Alamat Pantai Ngrenehan Gunung Kidul

Pantai Ngrenehan ini terletak di desa Kanigoro, kecamatan Saptosari, kabupaten gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Rute Menuju Pantai Ngrenehan Gunung Kidul

Ada dua rute untuk menuju ke Pantai Ngrenehan ini, pantai ini jarak dari kota Yogyakarta kurang lebih 70km dan dapat di tempuh dengan kendaraan pribadi sekitar 1,5 jam perjalanan. Untuk kendaraan umum yang sampai di lokasi ini belum Anda untuk sampai saat ini.

Rute pertama, Yogyakarta > Piyungan > Gading > (ada lampu merah pertigaan ambil kanan) > Playen > Palian > Pasar Trowono > Kanigoro > Pantai Ngrenehan.

Rute kedua, Yogyakarta > Bantul > Parangtritis > Panggang > Saptosari > Pasar Trowono > Kanigoro > Pantai Ngrenehan.
Berikut titik koordinat Gpsnya S8°7'19.2" E110°30'48"
Kuliner dan Penginapan di Pantai Ngrenehan Gunung Kidul

Berada di pantai ini pengunjung tidak usah khawatir kalau kelaparan, dilokasi ini sudah banyak warung makanan dan minuman yang menyajikan berbagai menu, di samping itu pengunjung juga dapat membeli ikan hasil tangkapan nelayan yang masih segar di TPI kemudian dapat memasakannya di warung makan disekitaran pantai ini. 

Untuk urusan bermalam di sekitaran Pantai Ngrenehan ini, wisatawan tidak usah risau karena sudah banyak penginapan yang harganya cukup relatif murah berkisaran Rp 250.000 - 400.000, dan di pantai Ngrenehan juga sudah ada fasilitas yang memadai seperti  mushola, kamar mandi, dan juga parkiran kendaraan yang cukup luas.

Tuesday, May 2, 2017

pantai banron gunungkidul, menapak tilas kesaktian si bule Baron Skeber

pantai baron wonosari gunung kidul jogja,  mercusuar yang menjulang tinggi
Pantai Baron merupakan salah satu objek wisata alam yang berupa pantai yang tempatnya terletak di Desa Kemadang , Kecamatan Tanjungsari , Kabupaten Gunungkidul . Lokasi dari Pantai Baron ini dapat berjarak sekitar 40 km dari pusat kota Yogyakarta.

Obyek wisata Pantai Baron merupakan pantai yang membentuk cekungan / huruf U. Pantai Baron memiliki fasilitas berupa tempat pelelangan ikan, wahana permainan anak-anak, perahu bermesin, dan toko cinderamata. Buah sirkaya, pisang tanduk, sirsak, dan berbagai macam cinderamata yang terbuat dari kerang laut. Cinderamata berbahan kerang yang juga banyak sekali dijual di Pantai Baron adalah bros, tirai kerang, lampu hias, cermin berhias karang, figura, dan aneka karakter hewan yang juga terbuat dari kulit kerang laut.
Sejarah Pantai Baron
Nama Pantai Baron ini diambil dari nama seorang bangsawan asal Belanda yang konon bernama Baron Skeber . Bangsawan tersebut dulunya pernah mendaratkan kapalnya di pesisir pantai selatan yang tepatnya di pantai yang saat ini sudah terkenal dengan sebutan Pantai Baron ini.
Baron Skeber ini adalah seorang bangsawan Belanda (ada juga yang bilang Spanyol atau Portugis) dengan ilmu kesaktian tinggi, ia dulu pernah melawan Panembahan Senopati yang merupakan sang pendiri Kesultanan Mataram. pada tahun 1930 pantai ini juga digunakan sebagai tempat persembunyian dan penyimpanan senjata oleh Belanda, namun saat itu belum banyak warga lokal yang tinggal di sekitarnya . mungkin saja pantai ini dinamai Pantai Baron juga karena ada banyak sekali orang Belanda yang dulunya pernah tinggal di sana, lalu kemudian cerita trsebut disangkut-pautkan dengan legenda Baron Sekeber. Pantai ini pun akhirnya dinamai sebagai Pantai Baron untuk mengenang kisah si bule yag terkenal dengan kesaktiannya tersebut.
Terlepas dari berbagai cerita tentang pantai ini, pesona dari Pantai Baron tetap menyajikan sebuah pemandangan yang sangat sayang kita lewatkan. Di pantai ini juga memiliki sungai bawah tanah yang menambah keunikan dari pantai ini . Warna dari air sungai bawah tanah yang agak kehijauan berpadu sempurna dengan tanaman yang berwarna hijau alami di atasnya, sebelum akhirnya aliran air tersebut bertabrakan dengan air laut yang berwarna kebiruan. Pasir pantai ini memang tidak terlalu putih, namun jika kita lihat secara seksama , pantai ini tergolong cantik ketika pantai ini berpadu dengan dua bukit karang yang menjulang sangat tinggi yang ada sekitarnya. Ketika berkunjung di pantai ini, kita tidak disarankan untuk berenang dikarenakan besarnya ombak Samudra Hindia yang mampu menyeret kita ke tengah lautan. Namun jangan khawatir , jika kita ingin menikmati kindahan di sisi tengah pantai ,kita masih bisa menikmati birunya laut dari atas kapal sewaan untuk berkeliling area Pantai Baron yang asri ini.

Di pantai ini juga serig diadakan upacara adat oleh warga sekitar . Upacara ini disebut dengan upacara sedekah laut , Upacara sedekah laut dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur penduduk setempat atas melimpahnya tangkapan ikan di Pantai Baron , upacara sedekah laut adalah upacara yang masih sering dilakukan oleh masyarakat Gunungkidul. Upacara sedekah laut ini diselenggarakan setiap tanggal satu Syuro dalam penanggalan Jawa..pada awalnya, sebagaian besar penduduk di sekitar Pantai Baron bukanlah berprofesi sebagai nelayan melainkan mereka lebih banyak menjadi petani yang mengolah kebun. Dan pada suatu ketika ada seseorang memulai menangkap ikan hanya di pinggiran pantai dan kemudian ia pun mendapatkan banyak ikan, lalu banyak penduduk yang mengikuti jejak orang tersebut untuk menangkap ikan. Namun semakin lama , ikan hasil tangkapan di pinggir pantai semakin sedikit kemudian penduduk mencoba menangkap ikan ketengah laut menggunakan rakit yang terbuat dari kayu. suatu ketika terjadi tragedi yang membuat gempar karena ada nelayan yang saat menangkap ikan di tengah laut digigit oleh ikan hiu , Adanya kapal di pantai ini karena kabar ini pun tersiar di mana-mana shingga menjadikan pemerintah menyumbangkan perahu untuk nelayan Pantai Baron .

Lokasi dan Alamat Pantai Baron
Pantai Baron ini beralamat di jalan Kemadang, Tanjungsari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55881, Indonesia , adapun titik GPS dan peta sebagai berikut @-8.1288246,110.5465876
rute jalan menuju pantai baron
Anda yang ingin berkunjung ke pantai ini dengan memakai kendaraan umum , untuk menuju pantai ini dapat anda tempuh dimulai dari Stasiun tugu menuju ke Terminal Giwangan dengan bus TransJogja jurusan dengan kode 1A, sampai di shelter Bandara Adisucipto anda pindah ke jalur bus ke 2B yang menuju terminal Giwangan. Biayanya juga cukup murah yaitu sekitar Rp.3.000,- 
Setelah sampai di Giwangan anda mencari bus jurusan Yogyakarta Wonosari memakan waktu perjalanan sekitar 1-2 jam. Setelah sampai di Wonosari perjalanan dilanjutkan dengan memakai minibus menuju pantai Baron
harga tiket masuk ke pantai baron
Harga tiket masuk ke pantai baron ini adalah Rp 4.000 . tiket ini juga termasuk beberapa pantai yang ada di dalam kawasan pesisir pantai tersebut yaitu : Pantai Baron, Kukup, Sepanjang, Drini, Krakal, Sundak, Pulang Syawal
Kuliner di pantai baron
Seperti pantai lainnya, di Pantai Baron ini juga tersedia aneka macam ikan laut beserta olahannya. Ikan yang biasanya dijual di Pantai ini dan paling diminati oleh pengunjung adalah udang windu, kakap, bawal putih dan tongkol , jangan khawatir , harga makanan yang ada disini sangatlah terjangkau
Hotel di dekat pantai baron
hotel dan penginapan pantai baron sekarang ini sudah banyak , dan banyak diantaranya ber tarif cukup murah , disekitar pantai ini , dengan budget mulai 150.000 anda sudah bisa menginap di penginapan dengan fasilitas standart dan juga bersih .

Monday, May 1, 2017

pantai indrayanti yang punya keunikan di antara pantai gunungkidul

Wisata Pantai Indrayanti Jogja, Keunikan Alam Pantai di Gunungkidul

Kalo mendengar nama ‘Indrayanti’, tentu yang terlintas dalam benak anda nama perempuan bukan?. tetapi, tahukah anda kalau ini adalah nama sebuah pantai, Pantai Indrayanti adalah sebuah pantai yang berpemandangan cantik yang ada di selatan Yogyakarta. Nama ini sebenarnya bukan satu satunya nama pantai ini, bahkan ada yang memberi nama pulang syawal atau pulang sawal. Dan nama tersebut ternyata adalah nama sebuah restoran yang sangat terkenal di sekitar pantai ini, dahulu nama indrayanti adalah sebuah nama warung yang sangat rame pengunjung dan merupakan satu satunya warung yang ada di sekitar pantai ini. sehingga nama si resto lebih populer daripada nama pantai itu sendiri. Ada juga yang menyebut pantai ini dengan Pantai Pulsa, apakah karena banyaknya kios pulsa di sepanjang pantai? Bukan, kok. Pulsa adalah kependekan dari Pulang Sawal, nama resmi pantai tersebut.
KEUNIKAN PANTAI INDRAYANTI GUNUNGKIDUL
Di tahun 1980-an, Gunungkidul dikenal sebagai salah satu tempat yang sangat panas, kering dan sulit air bersih. Faktor ini membuat Kabupaten Gunungkidul menjadi salah satu daerah tertinggal di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Tapi, predikat ini tampaknya sudah mulai luntur sejak dipromosikannya Gunungkidul sebagai surga wisata buat pecinta pantai.
Jauh-jauh hari sebelum Pantai Indrayanti naik daun, di Gunungkidul ada Pantai Baron, Pantai Krakal, Pantai Sundak, Pantai Drini, Pantai Sepanjang, Pantai Kukup dan Pantai Siung yang udah terkenal lebih dulu dan letaknya berdekatan alias satu jalur dengan Pantai Indrayanti.

Pantai Indrayanti punya  pemandangan yang agak beda dengan pantai-pantai lainnya. Pasirnya yang putih dan air lautnya berwarna biru kehijauan. Beda dengan beberapa pantai yang airnya cenderung biru keabu-abuan. Bukan hanya itu saja, Dilibatkannya para warga juga cukup membantu memberikan suasana ‘lain’ di pantai yang juga kaya akan terumbu karang ini.
Untuk menikmati keindahan Pantai Indrayanti, pengunjung mungkin tak bisa berenang bebas di tepi pantai, karena ombaknya kerapkali sangat besar dan banyak sekali ubur-ubur yang akan menyengat kulit hingga menimbulkan efek melepuh. Meski begitu, masih banyak juga yang membangkang dengan mandi di laut. Nah, untuk itu ada sekitar 10 petugas pengawal pantai atau life guard yang mengawasi pengunjung. Mereka yang rutin mengingatkan pengunjung agar tak berenang di laut, dan untuk menghindari memegang ‘hewan seperti balon yang berwarna biru’ alias ubur – ubur. Tak hanya itu, para petugas life guard ini juga memberikan pertolongan pertama untuk mereka yang terlanjur tersengat ubur-ubur ataupun tak sengaja menginjak bulu babi.
Untuk para penikmat pantai yang suka menikmati angin dan pasir pantai yang lembut, tak perlu takut berpanasan. Ada banyak sekali payung pantai berwarna warni dan matras bersantai yang disewakan di kisaran harga 20 – 25 ribu rupiah yang dapat kamu gunakan seharian penuh, karena tak ada batasan khusus untuk waktu sewanya.
Bagi pecinta olahraga naik ataupun turun tebing, di Pantai Indrayanti terdapat juga tangga tangga kecil yang dapat digunakan untuk memanjat karang di bibir pantai. View dari atas karang tersebut sungguh sangat sepadan dengan rasa capek saat kita mendaki karang.
Bagi yang suka jet ski, di lokasi pantai indrayanti juga tersedia penyewaan jet ski untuk para wisatawan yang suka tantangan ini, dan menikmatinya. Selain itu, di Pantai Indrayanti juga berjejeran resto resto yang dapat anda gunakan untuk makan malam romantis bersama pasangan. resto di pantai ini adalah salah satu daya tarik tersendiri, karena pada malam hari pancaran lampunya akan gemerlap dan menjadi pemandangan yang unik serta memukau.
Makan malam bersama keluarga, ditemani hidangan seafood nikmat, diiringi semilir angin pantai nan sepoi sepoi dan deburan ombak adalah kombinasi yang sempurna.

LOKASI PANTAI INDRAYANTI GUNUNGKIDUL
Pantai indrayanti terletak di Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul. tepatnya di 47 km sebelah selatan pusat Kota Yogyakarta. Pantai ini bersebelahan dengan Pantai Sundak dan Somandeng yang berada di sebelah baratnya.
RUTE MENUJU PANTAI INDRAYANTI GUNUNGKIDUL
Untuk menuju Pantai Indrayanti ini sangat mudah. Ada beberapa rute yang dapat anda lakukan. Bisa dicapai dengan jalur utara, maupun jalur alternatif melalui Imogiri. Berikut rute lengkapnya, yang bisa anda pakai sebagai panduan jika berkendara ke Pantai Indrayanti dengan menggunakan kendaraan pribadi.
Rute Pantai Pulang Syawal atau Indrayanti dari Jogja
Jogja – Piyungan – Patuk – Sambipitu – Arah Hutan Bunder – Gading – Logandeng – Siyono – Bundaran Tugu BPD – Jl. Kyai Legi – Jalan Lingkar Selatan – Jl. KRT Djojodiningrat – Jalan Girisubo – Wonosari – Jalan Saptosari Tepus – Sebelum masuk kawasan Pantai Baron ke Timur menuju Pantai Sundak – Somandeng – Pulang Sawal (Indrayanti).
Rute Pantai Pulang Sawal atau Indrayanti dari Jogja (alternatif)
Jogja – Imogiri – Panggang – Jalan Saptosari  Tepus – Ikuti Arah ke Pantai Baron –  sebelum masuk kawasan Pantai Baron ke arah Timur  sampai pertigaan Pantai Sudak ke kiri (Timur) melewati kawasan Pantai Sundak dan Somandeng – Pantai Pulang Sawal atau Indrayanti.
Di kawasan Pantai Indrayanti memang berjejeran pantai pantai cantik dengan ombak yang cukup besar khas Pantai Selatan. Pengunjung pasti akan merasa sangat bersyukur saat berada di pantai Indrayanti, karena suguhan kecantikan khas pedesaan Tepus dan pemandangan bukit karst yang sangat memukau akan menemanimu sepanjang perjalanan.
BUANG SAMPAH DI PANTAI INDRAYANTI = DENDA RP 10.000 PER SAMPAH
Bagi para pengunjung yang sedang berkunjung ke Pantai Indrayanti, jangan coba-coba buang sampah sembarangan! Kalau anda lsedang nongkrong di pantai, atau di gazebo-gazebo sekitar pantai sambil ngemil, sebaiknya siapkan kantong sampah untuk menampung sampah sementara, atau terpaksa anda kantongi lagi sampahnya, Karena, siapa saja yang membuang sampah sembarangan di Pantai Indrayanti akan dikenakan denda Rp 10.000 PER SAMPAH setiap sampah yang di buang. Positifnya, pantai ini memang terlihat lebih bersih daripada pantai – pantai lainnya.