Showing posts with label obyek wisata di wonosobo. Show all posts
Showing posts with label obyek wisata di wonosobo. Show all posts

Monday, January 16, 2017

5 tempat wisata di Dieng yang selalu ramai dikunjungi wisatawan

5 Tempat Wisata Di Dieng Wonosobo yang terindah

Dieng adalah sebagian dari banyaknya dataran tinggi di indonesiai yang memiliki keindahan tersendiri dan daya tarik yang patut untuk diperhitumgkan. Berada di daerah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo, lebih kurang 30 km dari kota Wonosobo. Dataran tinggi Dieng terletak di bagian barat komplek Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.
Menurut sejarah dataran tinggi Dieng disebut sebut oleh masyarakat merupakan tempat para dewa dewi tinggal. Nama Dieng sendiri di ambil dari bahasa Kawi “di” yang berarti tempat atau pun gunung dan “Hyang” yang berarti Dewa.sehingga bisa di berikan arti Dieng adalah daerah pegunungan tempat bersemayamnya para dewa dewi.

Sedangkan ada juga sejarah lain yang menyatakan jika sebenarnya nama Dieng berasal dari bahasa sunda “di hyang” karena di perkirakan pada abad ke -7 masehi dearah tersebut masih berada di dalam wilayah kawasan politik kerajaan Galuh. Selain keistimewaan tempat wisatanya, Dataran Tinggi Dieng juga terkenal dengan mistis dan spiritualnya, karena di lokasi Dieng banyak terdapat Candi candi kuno yang bercorak hindu dengan menggunaka arsitektur yang unik.
Berada di dataran tinggi dengan ketinggian 2.093 mdpl, membuat badan akan terasa kedingginan tentunya bahkan sering kita jumpai kabut di saat matahari tidak muncul di langit, satu lagi suasana di area ini sangat sejuksegar dan dingin sekali karena suhu udara dataran tinggi Dieng berkisaran 15 sampai 20 derajat celcius.
Di kawasan dataran tinggi Dieng ada beberapa tempat wisata yang indah mempesona yang bisa membuat setiap pengunjung terkagum kagum akan kecantikannya, berikut adalah tempat wisata yang masih dalam kawasan dataran tinggi Dieng:
1. Telaga Warna

Telaga Warna
Telaga Warna adalah salah satu tempat faforit dari wisata kawasan Dieng wonosobo. Nama Telaga Warna sebenarnya di ambil dari warna air telaga tersebut yang wananya berbeda beda dan telaga ini memiliki legenda atau cerita tersendiri.
Menurut cerita masyarakat sekitar bahwa warna yang berbeda beda dari telaga tersebut dari cerita jaman dahulu di sebabkan ada cincin milik bangsawan yang jatuh di telaga tersebut itulah sebab nya warna air telaga menjadi cantik berwarna warni. Tetapi Secara ilmiah, warna yang berbeda dari telaga tersebut karena adanya pembiasan cahaya pada endapan belerang di dasar telaga.
Dominasi warna dari telaga ini adalah hijau, biru laut dan putih kekuningan. Jika ingin melihat keindahan warna dari telaga, Anda dapat mendaki ke puncak bukit yang mengelilingi telaga tersebut. Di daerah tepian telaga, terdapat balkon yang dapat digunakan untuk duduk bersantai menikmati keindahan telaga ini.
2. Bukit Sikunir

Bukit Sikunir
Ingin menikmati sunrise yang indah menawan?  Di sinilah tempatnya, Anda bisa datang ke Bukit Sikunir. Bukit ini adalah bukit yang terkenal di kalangan wisatawan sebagai tempatnya berburu sunrise. Bukit Sikunir terletak di Desa Sembungan yang merupakan desa tertinggi di Jawa Tengah.
Bukit Sikunir berada pada ketinggian 2.200 mdpl. Dinamakan bukit Sikunir karena bukit ini banyak membuat wisatawan ketagihan berburu sunrise. Warna sinar matahari yang kekuningan seperti kunir membuat masyarakat setempat menamainya sikunir. Kunir adalah bahasa Jawa dari kunyit. 
3. Sumur Jalatunda

Sumur Jalatunda
Sumur Jalatunda berlokasi di Desa Pekasiran, Kecamatan Bantur, Kabupaten Banjarnegara, kurang lebih sekitar 12 km di sebelah barat lokasi utama wisata Dieng. Sumur Jalatunda ini dulunya adalah sebuah rekahan kawah yang kemudian digenangi oleh air dengan diameter 90-100 meter dan kedalaman lebih dari 200 meter/ tanpa dasar. Karena air yang menggenang ini ceruk tersebut tampak seperti sumur.
Mencapai Sumur Jalatunda ini, Anda harus menyiapkan fisik untuk menaikai 257 anak tangga. Pada anak tangga terakhir, Anda akan menemukan tumpukan kerikil beralaskan karung beras, Menurut mitos masyarakat setempat, barang siapa yang dapat melempar kerikil dari seberang sumur ke seberang yang berlawanan, maka harapannya bisa terkabul.
Oleh karena itu, ketika Anda mengunjungi sumur ini, Anda akan menemukan para penjual batu kerikil. Harga yang dipatok untuk batu kerikil tersebut sebesar 500 rupiah. Banyak wisatawan yang mencoba peruntungannya dengan melempar batu kerikil ini.
4. Kawah di Dieng

Kawah Sikidang
Dataran tinggi Dieng Wonosobo memiliki beberapakawah yang indah, yaitu Kawah Sikidang, Kawah Candradimuka, dan Kawah Sileri yang masih aktif.
Kawah Sikidang adalah salah satu kawah yang dijadikan andalan tempat wisata di Dieng dan berlokasi di wilayah Dieng timur. Pemandangan di sekitar kawah ini sangat indah, perpaduan hamparan bukit hijau dan tanah kapur di sekitar tanah kawah.
Diberi nama Sikidang karena kolam magma di kawah ini sering berpindah-pindah seperti Kidang (bahasa Jawa untuk hewan Kijang). Gejolak magma di kawah ini juga cukup tinggi, antara setengah hingga satu meter.
Kawah Sileri merupakan salah satu kawah terbesar di dataran tinggi Dieng dengan luas sekitar 4 hektar. Anda dapat mencapai kawah ini dengan perjalanan sejauh 7 km dari kawasan wisata utama Dieng.
Kawah Sileri masih masih mengeluarkan asap putih. Diberi nama Sileri karena warna air kawah ini putih dan aromanya seperti air bekas mencuci beras (dalam bahasa Jawa disebut leri).
Sedangkan Kawah Candradimuka adalah kawah yang terkenal di dalam cerita legenda pewayangan. Dalam legenda diceritakan, kawah ini adalah tempat di mana Gatotkaca dijedi (dimandikan dalam bahasa Jawa) sehingga memiliki kesaktian yang luar biasa. Letak kawah ini kurang lebih 6 km dari pusat wisata Dieng.
5. Candi Dieng

Komplek Candi Arjuna
Candi adalah sebuah simbol kepariwisataan di Dieng. Candi jugalah yang membuat Dieng menjadi tempat yang sakral. Di sini terdapat banyak Candi Hindu yang tersebar di berbagai lokasi.
Candi-candi yang terdapat di Dieng diberi nama sesuai dengan tokoh Mahabarata. Ada Candi Bima, Arjuna, Gatot Kaca, Srikandi, dan lain-lain. Model bangunan candi di sini mengikuti bentuk candi di India dengan ciri khas arca dan relief yang menghiasi bangunan candi.



Thursday, January 12, 2017

Telaga Cebong, danau eksotis di dataran tinggi Dieng Wonosobo

Hamparan Telaga Cebong Wonosobo
Saat berada di Wonosobo tidak lengkap bila tidak merasakan dataran tinggi puncak Dieng atau Dieng Plateau, dan bila berada di Dieng Plateau tidak sempurna apabila tidak mengunjungi Telaga Cebong, Tempat Wisata Alam Telaga Cebong ini terletak di desa Sembungan. Telaga Cebong merupakan tempat wisata andalan dataran Tinggi Dieng yang saat ini sudah banyak para pelancong dari berbagai pelosok yang datang ke tempat ini untuk menikmati pemandangan yang disuguhkan Telaga Cebong ini, dan pemandangan yang pasti ditunggu oleh wisatawan adalah Sunrise yang ada di puncak yang letaknya tidk jauh dari lokasi Telaga Cebong dan pemandangan seperti ini juga sangat di kenal dengan sebutan Golden Sunrise Sikunir, dari puncak yang berada di dekat Telaga Cebong ini para wisatawan bisa melihat gunung gunung tinggi yang saling berjejeran.

Berada di lokasi tempat wisata yang notabennya berupa telaga dengan penduduk sekitar yang sangat ramah pasti sangat menyenangkan ditambah dengan pemandangan yang masih asri dan mempesona, selain itu sesekali di sekitar Telaga akan diselimuti kabut tipis membuat sejuk suasana dan akan terlihat indah bila dilihat dari Puncak Sikunir. Ditambah keramahan dan kehangatan penduduk desa yang akan di rasakan para wisatawan akan menambah betah berwisata ke Telaga Cebong. Keindahan alam dan udara sejuk yang dipadu keramahan dan kehangatan penduduk Desa Sembungan inilah yang membuatnya tak pernah sepi dari wisatawan.
Tempat Wisata Telaga Cebong Dieng
Saat anda berada di kawasan puncak Dieng tidak sempurna rasanya kalau anda tidak mengunjungi tempat wisata yang sangat mempesona yang letaknya tidak jauh dari bukit. Tidak lain adalah Telaga Cebong. Nama Telaga Cebong diberikan karena telaga ini jika dilihat dari atas puncak yang disebut Puncak Sikunir terlihat seperti cebong atau berudu. Sebelum mendaki Bukit Sikunir Anda pasti akan langsung berjumpa dengan Telaga Cebong yang indah dan jernih ini. Anda bisa menikmati indahnya pemandangan telaga Cebong dengan cara menyusuri tepinya. Atau Anda juga bisa dengan cara menyewa sampan yang di sediakan penduduk desa agar keindahannya lebih tereksplore. 

Memandang Deretan Gunung-Gunung Tinggi Di Pulau Jawa
Lanskap deretan beberapa gunung tinggi di Pulau Jawa juga menjadi salah satu spot yang diburu pengunjung, terutama dari kalangan pecinta fotografi. Dari Telaga Cebong  pengunjung bisa memandang Gunung Sindoro yang berselimut kabut tipis berdampingan dengan Gunung Kembang dan Gunung Sumbing. Tidak jauh dari ketiga gunung itu akan terlihat Gunung Merbabu, Gunung Merapi, dan Gunung Ungaran yang menjulang tinggi. Penampakan gunung-gunung ini akan lebih indah saat matahari berada di atasnya saat pagi hari.
Hamparan Lahan Pertanian Dan Kearifan Lokal Desa Sembungan
Kawasan Telaga Cebong juga terkenal dengan hamparan lahan-lahan pertanian penduduk Desa Sembungan. Lahan-lahan pertanian yang didominasi oleh tanaman kentang dan carica (tanaman khas Dieng menyerupai pepaya) tersebut menghiasi kaki dan lereng puncak yang di dekat Telaga Cebong. Para pengunjung bisa menjadikan lahan-lahan pertanian penduduk tersebut yang berjenjang rapi sebagai obyek foto yang menarik. Pemukiman penduduk dengan ciri khas bangunan pegunungan tinggi juga sangat menawan untuk di pandang. Keramahan dan kehangatan yang dimiliki penduduk Desa Sembungan tempat Telaga Cebong berada akan melengkapi wisata Anda kali ini di dataran Tinggi Dieng. Kesan bersahabat yang disuguhkan penduduk Desa Sembungan membuat pengunjung betah berlama-lama dan untuk bercengkrama dengan mereka. Penduduk desa yang umumnya berprofesi sebagai petani ini dengan ramah akan menyapa Anda. Tidak jarang ajakan untuk mampir akan sering Anda dengar dari mereka.
Sapalah petani-petani Dieng yang sedang bekerja jika Anda melewati lahan-lahan pertanian penduduk. Mereka akan dengan senang hati menyambut Anda. Anda juga akan bertemu dengan petani Desa Sembungan yang menjual kentang di jalan-jalan desa. Sungguh kearifan lokal yang akan membuat Anda akan selalu merindukan perjalanan ke Telaga Cebong.

Obyek wisata lain yang lokasinya juga dekat dengan Telaga Cebong adalah Curug atau Air Terjun Sikarim. Perbincangan tentang keindahan air terjun setinggi 24 meter ini mulai tersebar dikalangan wisatawan. Namun begitu, belum banyak orang yang mendatanginya karena akses menuju air terjun cukup sulit. Namun, bagi Anda yang tertarik jangan khawatir. Anda bisa menyewa jasa guide lokal untuk memandu Anda ke Air Terjun Sikarim. Dengan berbekal pengalaman dan profesionalisme, guide lokal yang lebih mengetahui tentang akses menuju air terjun akan membantu Anda.
Letak Dan Lokasi Telaga Cebong Dieng
Wisata Telaga Cebong berada di desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
Desa Sembungan sendiri merupakan desa tertinggi di Pulau Jawa.
Jalur Akses Dan Tiket Masuk Ke Dieng
Jalur akses dan rute perjalanan menuju Desa Sembungan tempat Telaga Cebong berada cukup mudah. Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan sewaan seperti angkot atau ojek. Jarak dari kota Wonosobo (star di Alun-alun Wonosobo) ke Dieng memakan waktu sekitar 50 menit dengan kendaraan.
Dari Dataran Tinggi Dieng ambil jalur ke arah Desa sembungan yang berjarak sekitar 4 km. Jalan ke Desa Sembungan memang agak menanjak dan berkelok-kelok. Jadi Anda perlu berhati-hati saat berkendara. Setelah 15 menit perjalanan dengan kendaraan Anda akan berjumpa dengan gerbang masuk desa yang mirip candi dengan tulisan “Welcome to SEMBUNGAN VILLAGE”. Memasuki Desa Sembungan Anda akan disuguhi pemandangan Telaga Cebong dan rumah-rumah penduduk dengan mesjid-mesjid berkubah tinggi yang menarik. Di dekat wisata alam Telaga Cebong terdapat area parkiran yang cukup luas untuk para pengunjung memarkirkan kendaraannya.
Penginapan/Homestay Dekat Telaga Cebong Dieng
Ketika anda ingin menginap maka jangan khawatir anda bisa melakukan alternatifnya sebagai berikut: Alternatif pertama adalah camping di kawasan Telaga Cebong. Cukup jarang yang menggunakan alternatif ini mengingat suhu udara Desa Sembungan yang sangat dingin. Tidur di tenda di suhu udara yang pada musim kemarau bisa minus akan membuat Anda kedinginan bahkan hipotermia. Alternatif kedua adalah menginap di Desa Sembungan. Anda bisa menyewa rumah-rumah penduduk untuk beristirahat sebelum mendaki karena jarak Telaga Cebong dari Desa Sembungan sangat dekat. Anda cukup beristirahat dengan tenang dan nyaman.

Sunday, January 1, 2017

Kawah Sikidang Dieng Wonosobo

Kawah Sikidang Dieng Wonosobo, Wisata Unggulan di Dieng
Kota Wonosobo yaitu sebuah kota yang terdapat di jawa tengah yang berhawa sangat dingin dan juga mempunyai tempat tempat yang sangat indah mempesona, salah satu tempat yang menjadi tempat buruan para wisatawan adalah kawasan Dieng, dan di kawasan Dieng sendiri terdapat sebuah tempat yang menjadi unggulan wisata di Dieng sebut saja Kawah Sikidang. Kawah Sikidang masih termasuk di dalam kawasan Dieng Plateau, tempat wisata yang indah ini merupakan tempat wisata yang banyak diminati oleh para petualang yang datang dari berbagai wilayah untuk menikmati keindahan keseluruhan kawasan Dieng, selain Candi Arjuna dan juga Telaga Warna.

Kawah Sikidang di Dieng Wonosobo ini sudah menjadi destinasi wisata andalan di kawasan wisata Puncak Dieng Plateau, Kawah Sikidang adalah sebuah cekungan berisi kawah yang di timbulkan dari aktifitas gunung berapi yang ada di kawasan dataran Tinggi Dieng. Lokasi dari kawah Sikidang tersebut berada di tanah yang cukup datar, sehingga anda dan pengunjung yang lain dapat melihat secara langsung gumpalan asap yang di keluarkan oleh Kawah yang dinamakan Sikidang ini. Hal tersebut lah yang menjadi daya tarik tersendiri dari kawah Sikidang ini, karena para wisatawan dapat secara langsung melihat fenomena langka dan aneh yang mungkin saja tidak di temukan di tempat lain selain di Kawah Sikidang.
Namun juga sekiranya perlu di ingat bahwa seperti kawah kawah yang ada di Indonesia , Kawah Sikidang juga mengandung kandungan belerang tinggi sehingga gas yang keluar dari kawah juga mengandung belerang dan akan sangat beracun juga dapat sangat berbahaya bagi kesehatan. Untuk menjaga keselamatan para pengunjung makanya di sekitaran kawah Sikidang sudah di bangun pagar yang terbuat dari kayu, yang berfungsi sebagai penahan para pengunjung agar tidak terlalu dekat dengan lokasi cekungan kawah Sikidang, selain itu secara otomatis tidak ada yang tercebur dan terkena dampak dari gas beracun yang di semburkan kawah Sikidang ini. Untuk pencegahan dari dampak dampak tersebut sebaiknya para pengunjung tidak melewati pembatas kayu yang tersedia dan juga bawalah masker sebagai pelindung hidung supaya tidak menghirup gas beracun, apabila anda tidak ada persiapan membawa masker anda bisa membeli dikawasan parkiran, dilokasi ini banyak penjual yang menawarkan masker untuk keamanan para pengunjung.

Keistimewaan dari Kawah Sikidang Dieng Wonosobo
Seperti yang sudah di singgung bahwa Kawah Sikidang ini mempunyai keistimewaan yaitu lokasinya yang berada di sebuah tanah yang agak datar sehingga mempermudah para pengunjung untuk bisa melihat secara langsung fenomena langka dan aneh berupa letupan asap yang keluar dari kawah serta adanya gas yang muncul dari dasar kawah.
Kebiasaan dari kawah kawah yang ada di dunia keberadaannya itu di atas gunung bahkan berada di puncak gunung dan membuat kesulitan untuk bisa mencapainy dan melihatnya bahkan menikmatinya. Dan juga kebiasaan yang lain dari kawah yaitu terletak di kedalaman kubah karena itu sangat sulit untuk bisa melihatnya.
Di lokasi kawasan Kawah Sikidang ini ternyata tidak Cuma satu lokasi cekungan yang mengeluarkan kawah, hanya saja Kawah Sikidang lah yang paling terlihat jelas. Di sekitarnya terdapat beberapa kawah yang bentuknya cukup kecil serta terdapat beberapa kawah yang sudah tidak aktif, kawah kawah yang kecil kecil tersebut tempat letupannya selalu berpindah pindah kayak kelincahan Kidang dalam berpindah atau dalam bahasa Indonesia berarti (kijang).

Maka dari itu kawah yang terletak di Dieng ini oleh masyarakat sekitar di beri nama Kawah Kidang (Kawah SiKidang) seperti tingkah laku hewan Kijang. Ada juga versi lain yang menerangkan tentang asal usul Kawah Sikidang yaitu sebuah legenda Kawah Sikidang yang di hubung hubungkan dengan sering di temukannya anak dengan berambut gimbal yang sering di temukan di dataran tinggi Dieng.
Di dataran tinggi Dieng selain kawah Sikidang Dieng yang di buat untuk berwisata juga terdapat tempat wisata lain yang berupa kawah yang terletak di sekitaran kawah Sikidang yaitu Kawah Sileri dan Kawah Candradimuka
Alamat lokasi Kawah Sikidang Dieng
Kawah Sikidang berlokasi di Dataran Tinggi Dieng dan masih dalam kawasan wisata Dieng Plateau yang secara administrative masuk di dalam kabupaten kota Wonosobo, jawa tengah.
Tiket Masuk kawah Sikidang Dieng
Untuk bisa menikmati wisata alam dengan pemandangan yang sangat langka ini pengunjung akan di tarik biaya Rp 6,000.
Biaya yang sangat lah terjangkau di bandingkan dengan pemandangan yang di suguhkan oleh alam. Maka nikmatilah alam yang sudah ada dan jangan sekali kali anda merusaknya.

Friday, December 30, 2016

Telaga Warna Dieng, keistimewaan Wonosobo

Telaga Warna Dieng, Tempat Wisata Alam di Dieng Wonosobo

Kabupaten Wonosobo jawa tengah memang mempunyai banyak sekali tempat tempat yang semuanya indah dan disana pun selalu menyajikan pemandangan yang mempesona, sebut saja salah satunya adalah Telaga Warna, telaga ini merupakan tempat andalan yang di miliki oleh Dieng wonosobo, jawa tengah. Telaga atau Danau ini bernama telaga warna pun bukan tanpa alas an, yaitu karena airnya meiliki warna yang bisa berubah warna, terkadang berwarna kuning, berwarna hijau bahkan pelangi. Hal ini dikarenakan di dalam danau terdapat kandungan sulfur yang cukup banyak dan semasa tersorot sinar matahari maka airnya akan terlihat berubah warna.

Telaga warna ini merupakan telaga yang sangat luas dibandingkan telaga yang lain yang ada di dataran tinggi tersebut seperti danau pengilon, danau merdada dan danau danau yang lain, sedangkan luasnya telaga warna bisa mencapai 3 kali lapangan sepak bola bahkan lebih luas lagi. Telaga warna di Dieng terletak di ketinggian 2000 meter di atas permukaan laut, dan tempat tempat disekelilingnya juga tidak kalah indahnya yaitu berupa bukit bukit yang menjulang tinggi dengan Susana tentram dan nyaman sangat cocok untuk di jadikan tempat refreshing, jika pengunjung ingin mendapatkan sensasi yang berbeda pengunjung bisa menaiki bukit yang ada di sekitar telaga warna, dan dari sekian bukit yang paling populer adalah bukit ratapan angina, dari atas bukit ini pengunjung bisa menikmati telaga warna sambil duduk santai diatas batu. Untuk waktu yang direkomendasikan  bila mengunjungi talaga warna adalah pada waktu siang hari, soalnya bila anda mengunjungi tempat ini pada waktu sore maka bisa dikatakan anda akan menyesal tidak bisa melihat telaga yang berwarna dan mungkin lokasi ini akan diselimuti kabut, maka apabila anda berkunjung pada pagi hari sampai siang dan matahari sangat terik itulah saat yang pas untuk menikmati telaga yang bisa berubah warnanya.

Selain terdapat telaga warna yang indah, ternyata disekitar area telaga juga terdapat beberapa Goa yang mungkin bisa anda nikmati sekalian, diantaranya yaitu Goa Semar, Goa Sumur Eyang Kumalasari, Goa Pengantin, dan Goa Jaran. Banyak keunikan yang terdapat di masing masing Goa, misalnya Goa Semar yang didalamnya terdapat sebuah sumur yang dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit dan bisa membuat awet muda bahkan kulit akan menjadi halus, dan lagi didepan Goa terdapat patung Semar sedang membawa sebuah kendi
Mitos dan Sejarah Telaga Warna
Pada dahulu kala, ada seorang Prabu Swartalaya dan permaisuri Purbamanah, mereka berdua menjadi pemimpin sebuah kerajaan Kutatanggeuhan yang damai, adil, makmur dan sejahtera karena mereka berdua memimpin rakyaknya dengan bijaksana dan adil.

Mereka hidup dengan bahagia tetapi ada hal yang mengganjal di pikiran sang Ratu, karena hidup bersama sang raja sudah sekian tahun belum juga di karuniai anak, oleh sebab itu sang Ratu sering menangis dan Rajapun ikut sedih melihat ratunya menangis, akhirnya sang raja memutuskan pergi ke hutan untuk melakukan ritual dan bedoa agar supaya lekas dikaruniai seoarang anak, dan akhirnya benar selang beberapa bulan sang ratu pun hamil dan hal ini disambut gembira oleh sang raja dan rakyat.
9 bulan kemudian sang ratu melahirkan seorang putri yang sangat cantik yang diberi nama Gilang Rukmini, karena putri ini adalah putri yang sangat di tunggu tunggu oleh sang prabu dan ratu, maka mereka pun sangat sayang kepada putri Gilang Rukmini, dan apapun yang dimintanya pasti akan di turuti dan hal itu malah justru membuat sang putri menjadi anak yang sangat manja, apabila keinginannya tidak terpenuhi sedikit saja maka putri pun tidak sungkan untuk marah besar, walaupun sifat anaknya seperti itu raja dan ratu masih tetap menyayanginya.
Bulan berganti bulan tahun pun berganti tahun, dan sampailah akhirnya sang putri menginjak usia yang ke 17, mengetahui putrinya akan berulang tahun yang ke 17 maka sang raja akan menyiapkan hadiah untuk sang putri diambillah batangan emas dan dibawa ke tukang emas untuk dibuatkan sebuah kalung yang sangat cantik, masyarakat pun tidak mau ketinggalan mereka ramai menghampiri kerajaan untuk memberikan hadiah kepada putri.
Hari ulang tahun pun tiba saatnya, seperti kebiasaan dari tahun tahun sebelumnya para warga berkumpul di alun alun untuk menyambut kehadiran sang putri yang sangat cantik, setelah sang putri hadir dan sang raja langsung berdiri menyambut sang putri dan bersiap untuk memberikan kalung yang indah sebagai hadiah ulang tahunnya, tetapi tidak disangka sang putri malah melemparkan kalung tersebut ke tanah dan menolaknya dan berkata “ kalung ini jelek aku tidak mau” sembari melempar kalungnya.
Melihat perilaku putri yang diidam idamkan, sang prabu beserta sang ratu dan semua penduduk kecewa dan semuanya menangis hingga air mata tangisan mereka membanjiri alun alun kerajaan, hingga akhirnya terbentuklah sebuah danau yang indah nan cantik dan berwarna warni airnya.
Alamat Lokasi Telaga Warna Dieng
Wisata alam Telaga Warna ini berlokasi di dataran tinggi Dieng wetan, kabupaten Wonosobo, jawa tengah.
Rute menuju Telaga Warna Dieng
Bagi pengunjung yang ingin menuju ke wisata Telaga Warna, dan apabila anda menggunakan jasa transportasi umum maka terlebih dahulu menuju ke kota wonosobo, dan ketika sudah sampai di kota wonosobo carilah terminal bus yang berada di deket RSUD Setjonegoro yang dahulu merupakan stasiun kereta api, setelah sampai di terminal tersebut maka lanjutkan perjalanan dengan naik bus jurusan Wonosobo – Dieng dan turunlah di pertigaan Dieng, lokasi Telaga Warna berjarak kurang lebih 500 meter dari pertigaan, anda pun bisa berjalan kaki atau bisa naik ojek disekitar pertigaan yang siap mengantarkan anda sampai tujuan.
Dan bagi pengunjung yang menggunakan kendaraan pribadi maka anda cukup dengan cara datang ke kota wonosobo dan menuju ke alun alun kota, di sekitar alun alun ada papan petunjuk jalan menuju Dieng, ikuti saja jalan tersebut dan anda akan sampai di pertigaan Dieng, lepas itu belokkan kendaraan kekiri dan sampailah anda di tempat wisata alam Telaga Warna.
Tiket Masuk Telaga Warna Dieng
Untuk bisa menikmati alam yang sangat mempesona ini dan merasakan suasana sekitar Telaga Warna maka para pengunjung akan di kenai biaya masuk Rp 7,000 /orang, dan bagi yang membawa mobil akan ada biaya tambahan untuk parkir sebesar Rp 5,000 dan untuk motor sebesar Rp2,000.

Thursday, December 29, 2016

keberagaman Candi-candi di dataran Tinggi Dieng Wonosobo

Candi-Candi di Dataran Tinggi Dieng Wonosobo
Di dataran tinggi Dieng terdapat sebuah komplek yang di penuhi candi candi yang brasal dari agama Hindu – Siwa, komplek ini terletak di tanah dengan ukuran panjang mencapai 1 km dan lebar mencapai 0,8 km, di lokasi sekitar komplek candi ini terdapat sebuah danau yang terkenal dengan nama Bale Kambang dan agar airnya tidak terlalu penuh maka di area danau terdapat saluran pipa yang disebut dengan saluran Aswatama yang mana sebagian saluran tersebut terdapat di dekat candi arjuna, di arah sebelah utara terletak sebuah gunung prahu dan dari arah gunung tersebut terdapat aliran sungai Tulis yang mengalir kearah selatan dan masuk ke dalam dataran Tinggi Dieng.

 Dieng merupakan sebuah kompleks candi yang berasal agama Hindu-Siwa, terletak di tanah dataran tinggi Dieng (Dihyang), dengan ketinggian 2000 meter diatas permukaan laut, berukuran panjang 1 km dan lebar 0,8 km. Di sebelah utara terletak Gunung prahu dan dari arah gunung ini mengalir Sungai Tulis ke arah selatan, masuk ke dataran tinggi Dieng dan dahulunya membentuk semacam danau yang dikenal dengan nama Bale Kambang. Agar air tidak terlalu penuh terdapat saluran berupa pipa yang disebut Saluran Aswatama yang sebagian ditemukan di dekat Candi Arjuna.
Candi candi yang ada di kawasan komplek dataran Tinggi Dieng sekarang berjumlah sekitar delapan buah, dan candi candi tersebut kemungkinan berasal dari abad 8 – 10 masehi karena terdapat sebuah prasati yang ditemukan di dalam komplek yang bertuliskan tahun 713 saka atau tahun 809 mesehi, namun ada sebuah indikasi bahwa candi candi tersebut usianya lebih tua dari tahun yang tertera dilokasi.
Candi candi yang terdapat di komplek dataran Tinggi Dieng semuanya diberi nama sesuai dengan nama tokoh tokoh pewayangan, yaitu candi Arjuna, candi Semar, candi Srikandi, candi Purtadewa dan candi Gatotkaca. Kalau melihat nama nama tersebut jelas bukan  nama tokoh Mahabharata india karena memang didalamnya juga termasuk nama punakawan Semar, hal tersebut berarti nama nama candi yang ada di kawasan tinggi Dieng adalah bukan nama asli dari candi tersebut.

Candi Dieng, Warisan Kerajaan Abad ke 7
Dari warisan Dinasti Sanjaya sampai sekarang ini masih bisa anda nikmati bangunannya di dataran tinggi Dieng Wonosobo, dahulu masih banyak bangunan candi hampir 400 bangunan candi pernah berdiri di tempat yang terkenal dengan julukan Negeri para Dewa ini, sehingga Dataran Tinggi Dieng dan kumpulan candi candi yang terdapat dikomplek ini disebut juga komplek Candi Hindu Jawa. Berdasarkan dari prasasti yang terdapat di situs Dieng, candi candi tersebut di perkirakan di bangun pada abad ke 8 m sampai abad ke 13 m, sebagai wujud kebaktian pada jaman dahulu kepada Dewa Syiwa dan Sakti Syiwa (istri Syiwa).
kalau melihat dari 21 bangunan yang ada di kawasan Dieng maka Candi Dieng terbagi menjadi 5 kelompok dan 4 kelompok bangunan Ceremonial Site ( tempat pemujaan ) yaitu:
Kelompok Candi Arjuna (pandawa 5)
Kelompok Candi Gatotkaca
Kelompok Candi Bhima
Kelompok Candi Dwarawati / Parikesit
Kelompok Candi Magersari
Kelima kelompok candi yang ada di kawasan komplek adalah bangunan tempat tinggal (settlement site) yang mana sisa sisa puingnya masih bisa di lihat oleh para pengunjung disekitaran komplek Candi Arjuna.

penemuan baru Candi Setyakti
sebagaimana candi candi yang terdapat di tanah jawa, candi Dieng juga mempunyai corak Hindu Syiwa, di lihat dari sebuah penemuan prasasti di dalam komplek dan disitu terdapat angka tahun 713 saka atau sama dengan tahun 809 masehi sehingga memungkinkan candi yang terdapat dilokasi komplek dataran tinggi Dieng berasal dari abad viii-ix, namun selain itu juga memungkinkan adanya persepsi lain bahwa candi dieng lebih tua sedikit masuk pertengahan abad delapan (viii).
Seperti yang disebut diatas bahwa candi candi di Dieng mempunyai nama tokoh pewayangan seperti Arjuna, candi Semar, Candi Srikandi, candi Untadewa, candi Sembadra, candi Bima, candi Dwarawati, candi Gatotkaca, dan nama nama tersebut sudah jelas bukan Saduran tokoh Mahabharata, ada salah satu candi yang bernama tokoh Punakawan taitu Candi Semar.
Deskripsi dan Kronologi Candi Dieng
Mengenai seluk beluk candi Dieng pernah disinggung dalam buku Inleiding tot de Hindoe- javaansche Kunst tahun (1923) karya N.J.Krom. di dalam bukunya N.J.Krom mengupas tentang seputar kronologi candi candi di jawa tengah berdasarkan ragam hias kala-makarannya.
Ada juga penulis lokal yang pertama kali mengupas tuntas tentang candi Dieng dia adalah Soetjipto Wirjosuparto, dalam bukunya Sedjarah Bangunan Kuna Dieng (1957) dia mengatakan bahwa komplek Dieng ini pertama kali dikunjungi pada tahun 1814 oleh H.C.Cornelius, dan menurut laporanya dataran Dieng dulunya masih berupa danau dan sebagian dari candi ada yang terendam air, baru pada tahun 1856 airnya di alihkan sehingga lokasinya menjadi kering kemudian oleh J.Van Kinsbergen membuat gambar candi candi ini, kalau dilihat sepintas memang candi di Dieng sangat mirip dengan Kuil kuil di India, tetapi bila dilihat lebih detail maka akan terlihat perbedaan yang mencolok.
Ada ciri ciri umum pada candi candi di Dieng, yaitu berdenah bujur sangkar, dan memiliki tiga bagian candi, yakni kaki-tubuh-atap. Pengecualian ada pada candi Semar, candi ini berdenah empat persegi panjang dan atapnya tidak menjulang tetapi berbentuk Padma (sisi genta) tidak sama dengan  candi-candi lainnya.



Monday, December 26, 2016

menikmati keistimawaan Golden Sunrise di Bukit Sikunir Dieng Wonosobo

Keistimewaan Bukit Sikunir Dieng Wonosobo

Saat berada di Wonosobo tidak lengkap bila tidak merasakan dataran tinggi puncak Dieng atau Dieng Plateau, dan bila berada di Dieng Plateau tidak sempurna apabila tidak mengunjungi Bukit Sikunir, Bukit Sikunir ini terletak di desa Sembungan. Bukit sikunir merupakan tempat wisata andalan dataran Tinggi Dieng yang saat ini sudah banyak para pelancong dari berbagai pelosok yang datang ke tempat ini untuk menikmati pemandangan yang disuguhkan bukit Sikunir ini, dan pemandangan yang pasti ditunggu oleh wisatawan adalah Sunrise dari puncak ini dan juga di kenal dengan Golden Sunrise Sikunir, dari puncak ini juga wisatawan bisa melihat gunung gunung tinggi yang saling berjejeran.

Dari puncak anda bisa melihat Telaga Cebong yang ada pas di bawahnya yang suatu ketika akan diselimuti kabut tipis membuat pemandangan semakin sempurna indah, ditambah keramahan penduduk desa sekitar membuat anda  sangat betah untuk berlama lama di lokasi wisata puncak, dan ketika berada di puncak yang tingginya mencapai 2,263 dmpl anda akan leluasa memandang alam sekitar.
Menikmati Golden Sunrise Sikunir
Semua orang mungkin sudah tahu bahwa bukit sikunir mempunyai pemandangan yang sangat menawan tetapi ada satu pemandangan yang sangat ditunggu tunggu oleh para wisatawan yaitu saat matahari terbit dari timur (sunrise) dan sunrise disini sampai di sebut Golden Sunrise karena di bukit Sikunir bisa di katakan pemandangan sunrise terindah se-Asia Tenggara, makanya bila ingin menikmati pemandangan sunrise yang indah kagak usah pergi jauh jauh datang saja ke Bukit Sikunir Wonosobo. Dan di saat matahari hampir muncul semua wisatawan sudah menyiapkan kameranya untuk melakukan jepretan guna mengabadikan moment yang sangat istimewa dan pemandangan yang sangat indah mempesona. Dari semua pengunjung yang kebanyakan adalah pecinta fotografer pada saat detik detik munculnya sang mentari itulah waktu yang sangat istimewa untuk menyalurkan habinya tersebut.
Start Terbaik Mengunjungi Bukit Sikunir Dieng

Sebenarnya kapan saja anda datang langsung bisa menikmati sunrise di bukit sikunir, tetapi pemandangan sunrise di Sikunir setiap saat memang berbeda beda, namun bila ingin menikmati pemandangan Golden Sunrise maka di anjurkan anda datang pada bulan juli – oktober saat musim kemarau, pada saat bulan bulan ini hampir tidak ada mendung dan kabutpun tipis, jadi inilah waktu yang pas untuk mendapatkan warna emas sunrise ( Golden Sunrise ) di bukit Sikunir.
Apabila anda berwisata pada bulan yang lain yakni November – februari, maka sunrise akan sedikit di selimuti kabut dan awan pekat, sebenarnya sunrise yang di selimuti kabut dan awan pekat tidak jelek jelek banget malah menurut sebagian para wisatawan yang terlihat sangat indah ya saat bulan bulan ini. Dan apabila anda datang pada bulan maret – juni sinaran sunrise akan terlihat lebih menonjol dan terang bila di bandingkan pada bulan bulan sebelumnya, sunrise akan di tutupi awan tipis dan kabut serta pemandangan gunung gunung yang ada di sekitar bukit sikunir menambah keistimewaan pemandangannya yang patut untuk di perhitungkan, intinya setiap saat kapan pun anda datang pemandangan sunrise akan tampak indah mempesona, tinggal seperti apa yang anda inginkan karena setiap bulannya dengan karakter yang berbeda..
Deretan Gunung-Gunung Tinggi Di sekitar Dieng
Selain pemandangan Golden Sunrise di Bukit Sikunir yang banyak ditunggu para wisatawan masih ada banayk pemandangan yang sangat indah salah satunya lanskap deretan gunung gunung tinggi di sekitar dieng yang juga menjadi buruan para pelancong, terutama para pecinta fotografer. Dari puncak Sikunir pengunjung bisa menikmati pemandangan gunung Sindoro yang berdampingan dengan gunung Sumbing dan gunung Kembang, tidak jauh dari ketiga gunung tersebut muncul gunung Merbabu, gunung Merapi, tampak juga gunung Ungaran yang semuanya menjulang tinggi.
Pemandangan tersebut akan Nampak lebih indah lagi pada saat matahari berada di atasnya dan suasana lagi cerah, apalagi menyaksikan pemandangan pemandangan tersebut berada di puncak bukit Sikunir serta di temani keluarga tercinta dan jangan sampai lupa siapkan juga kamera anda untuk mengabadikan saat saat yang sangat mengagumkan.
Alamat Dan Lokasi Bukit Sikunir Dieng
Obyek wisata Bukit Sikunir beralamatkan di desa Sembungan, kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
Jalur Akses menuju Bukit Sikunir Dieng
Jalur rute menuju Bukit Sikunir cukuplah mudah bila start dari alun alun Wonosobo, dari alun alun wonosobo sampai di Dieng akan memakan waktu kurang lebih 50menit dengan memakai kendaraan normal, setelah sampai di dataran tinggi Dieng ambil jalur menuju desa Sembungan yang hanya berjarak 4 km, semenjak dari alun-alun sampai di dataran tinggi Dieng terus naik lagi sampai desa sembungan jalannya memang berbelok belok bagai jalan tikus, maka berhati hatilah saat berkendara, setelah beberapa waktu berkendara maka anda akan menemukan gerbang masuk yang mirip candi yang bertuliskan “Welcome To  SEMBUNGAN VILLAGE”
Setelah sampai di desa Sembungan anda bisa memarkirkan kendaraan di desa tersebut dan anda masih harus melanjutkan perjaalanan dengan melakukan pendakian, dan pendakian ini terbilang pendek karena Cuma berjarak 1 km untuk sampai ke puncak Sikunir, dan karena akses pendakian yang masih alami tanpa penerangan serta pendakian yang menanjak dengan jurang yang sangat curam maka jangan lah lupa untuk membawa penerangan untuk berjaga jaga.
Sekiranya perlu juga untuk di ingat bahwa untuk melakukan pendakian ke bukit Sikunir yang pas adalah paling lambat pukul 03,30 malam dini hari, agar anda bisa menyaksikan keindahan munculnya sunrise, dan sekali lagi yang perlu diperhatikan untuk membawa pakaian yang cukup tebal karena suhu udara di lokasi bukit Sikunir cukup ekstrime yaitu 10-15 derajat celcius agar tidak membeku saat menikmati pemandangan yang mempesona tersebut.
Tiket Masuk Ke Bukit Sikunir
Untuk bisa menikmati Golden Sunrise anda harus mengeluarkan kocek sebesar Rp 5,000 /orang dan pembayaran tersebut dibayarkan di gerbang masuk sebelum anda melakukan pendakian.
Penginapan Terdekat Bukit Sikunir Dieng
Ada beberapa cara untuk melakukan penginapan sebelum malakukan pendakian ke bukit Sikunir, yang pertama anda bisa ber-camping di kawasan telaga Cebong, cara ini cukup jarang dilakukan para wisatawan, karena dengan alasan kedinginan tidur di tenda dengan suhu udara yang sangat dingin apalagi musim kemarau bahkan bisa hipoterma. Yang kedua anda bisa menginap di desa Sembungan dan menyewa rumah rumah penduduk sekitar untuk beristirahat sebelum pada dini harinya melakukan pendakian, dengan cara inilah yang dilakukan kebanyakan para wisatawan untuk menginap sebelum mendaki karena jaraknya yang cukup dekat dengan bukit sikunir dan pada dini hari anda akan dibangunkan oleh pemilik rumah untuk melanjutkan pendakian.