Monday, June 5, 2017

Museum Ronggowarsito, Museum Terlengkap di Semarang

Museum Ronggowarsito, Museum Terlengkap di Semarang
Berkunjung ke tempat peninggalan / museum mungkin sedikit membosankan. Tetapi dari tempat seperti inilah kita dapat belajar banyak hal dan juga dapat lebih menghargai nilai sejarah. 
Di Musuem Ronggowarsito ini pengunjung dapat melihat berbagai koleksi sejarah Indonesia, kebudayaan, alam, Indonesia pada masa pembangunan hingga wawasan mengenai nusantara. Pengunjung juga dapat mengenal lebih mendalam mengenai kebudayaan negara Indonesia lewat peninggalan peninggalan yang di simpan rapi di Museum Ronggo Warsito.

Museum Ronggowarsito adalah museum yang menjadi kebangaan masyarakat di Jawa Tengah. Selain Museum Ronggowarsito, di semarang juga terdapat Museum Mandala yang menjadi salah satu tempat untuk melestarikan berbagai aset Negara serta kebudayaan dari Jawa serta menjadi sarana pendidikan bagi generasi penerus bangsa.
Museum Ronggowarsito menjadi salah satu wisata sejarah, dengan banyaknya aset yang berada pada museum tersebut menjadikan Museum Ronggowarsito sebagai salah satu wisata edukatif yang cocok untuk dikunjungi oleh siapapun baik pelajar atau wisatawan lokal maupun wisatawan internasional.
Sejarah Pembangunan Museum Ronggo Warsito Jawa Tengah
Pada tahun 1970, Direktorat Jendral Kebudayaan meminta kepada setiap provinsi untuk membangun Museum Negeri. Hal seperti ini yang mendasari pemda membangun dan mendirikan Museum Ronggowarsito yang akhirnya menjadi museum negeri di Jawa Tengah. Nama Ronggowarsito di ambil dari nama seorang pujangga Indonesia yang sangat terkenal dengan karyanya dalam bidang filsafat dan kebudayaan dan sekarang namanya diabadikan sebagai nama museum di Jawa Tengah.
Pembangunan museum yang menempati area seluas 1.8 hektar ini berlangsung selama beberapa tahun. Tahun 1975/1976 adalah tahun pertama pembangunan museum. Selanjutnya pembangunan dilanjutkan dengan desain dari Totok Rusmanto, dkk, (mahasiswa Arsitektur UNDIP) dengan bentuk bangunan yang memadukan gaya klasik, joglo dan konstruksi post-modern. Pembangunan yang diresmikan pada 2 April 1983 ini untuk membangun gedung pendapa, gedung pameran 2 lantai, gedung koleksi, ruang konservasi, auditorium, kantor, taman, dan ruang teater. Selanjutnya pada Rabu,  5 Juli 1989, museum ini kembali diresmikan dengan nama (UPT) Direktorat Jendral Kebudayaan, Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, Museum Negeri Provinsi Jawa Tengah Ronggowarsito.

Dengan empat gedung pameran, ada sekitar 59.802 buah koleksi yang dimiliki Museum Negeri Ronggowarsito yang koleksi ini terbagi dalam 10 jenis, yakni geologi, arkeologi, biologi, historika, numismatic, filologi,  heraldika, ethnografika, kramologika, teknologika, dan seni rupa. Di Gedung A terdapat koleksi Geologi dan Geografi yang menyimpan berbagai bebatuan yang ada di bumi. Sedangkan di lantai 2 terdapat beberapa benda zaman purba, seperti fosil kayu, bebatuan, fosil makhluk hidup pada masa itu dan sejumlah binatang yang diawetkan.
Sementara di gedung B terdapat peninggalan peradaban Hindu-Budha seperti lingga, arca, cermin perunggu, ataupun patung dewa, ada pula miniatur masjid, fragmen hias, replika kaligrafi, mustaka masjid, salinan Al-Qur’an yang ditulis tangan, dan cerobong sumur dari Caruban Lasem. Sedangkan berbagai kerajinan dari keramik, gerabah hingga batik dipajang di lantai dua. Beberapa senjata dan diorama perjuangan bangsa Indonesia terdapat di gedung C dengan lantai 2 berisi koleksi terkonologi dan kerajinan tradisional. Koleksi di gedung D lebih mengenai Indonesia pasca masa perjuangan dengan koleksi pembangunan, heraldik, numistik, tradisi, ruang intisari, dan hibah. Sementara peralatan kesenian dan pagelaran berada di lantai 2. Jika anda ingin mengenalkan budaya dan sejarah Indonesia kepada putra-putri anda, tak ada salahnya untuk mengajak mereka berlibur ke Museum Negeri Ronggowarsito. 
Alamat Museum Ronggo Warsito Jawa Tengah
Museum Ronggowarsito berada di lokasi Jl. Abdulrahman Saleh No. 1 Semarang, Jawa Tengah. Museum ini berada tidak jauh dari bandara Internasional Ahmad Yani Semarang tepatnya berada di sebelah bundaran Kalibanteng. Dan hanya berjarak kurang lebih 4 KM kebarat dari pusat kota.
Obyek wisata Semarang ini sangat cocok untuk dikunjungi karena didalam museum tersebut pengunjung dapat melihat berbagai macam koleksi peninggalan sejarah yang ada di Jawa yang tentunya juga bisa menambah pengetahuan bagi para wisatawan yang datang berkunjung ke museum tersebut.

Tiket Masuk ke Museum Ronggo Warsito Jawa Tengah
Untuk tiket masuknya wisatawan hanya akan dikenai Rp 2.000 untuk anak-anak dan Rp 4.000 untuk dewasa, dan Rp. 10.000,- perorang bagi pengunjung atau wisatawan mancanegara.
Hotel Terdekat Museum Ronggo Warsito Jawa Tengah
Di sekitar museum juga terdapat Hotel Murah di semarang yang bisa anda manfaaatkan untuk menginap, seperti:
Oak Tree Emerald
Rinjani Hotel
Neo Candi Semarang
Grand Candi Hotel
Mungkin anda berniat untuk menginap di sekitar Museum Ronggo Warsito dan akan meneruskan perjalanan esok harinya mungkin hotel hotel tersebut bisa menjadi rujukan.
Jam Buka Museum Ronggo Warsito Jawa Tengah
Museum Ronggowarsito dibuka untuk umum dalam setiap harinya mulai pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB. Jadi di sarankan, bila anda mempunyai niat akan mengunjungi Museum Ronggo Warsito ini maka hendaknya datang pagi-pagi biar anda  bisa lebih puas dalam menggali sejarah nusantara.
Museum Ronggo Warsito memiliki 4 gedung A, B, C dan D yang berdiri kokoh diatas tanah seluas -+ 2 hektar, ada 50 ribu lebih koleksi peninggalan sejarah yang disimpan di Museum Ronggowarsito dengan baik dan rapi di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Koleksi peninggalan sejarah yang disimpan dimuseum ini diantaranya adalah numismatika, arkeologi, geologi, koleksi emas, sejarah, etnografi, keramik, heraldika, koleksi seni, dan teknologi.
Jika anda berkunjung dan berwisata ke Semarang selain mengunjungi wisata Pantai Marina, pusat kota Simpang Lima, pasar terbesar di Semarang Pasar Johar yang terkenal diseluruh nusantara, sempatkan juga untuk berwisata melihat peninggalan sejarah nusantara di Museum Ronggowarsito Semarang.

No comments:

Post a Comment